Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Pilihan Jemima


__ADS_3

Berfikir, menimbang dan memikirkan segala resikonya dalam beberapa hari yang singkat ini.


"Maaf Pak kita batalkan saja acara pernikahan kita" ucap Jemima saat dia dan Darwin berada didalam ruangan kerja Darwin.


Darwin yang sedang membaca laporan yang dikirimkan tim marketing seketika menghentikan pekerjaannya dan memandang penuh tanda tanya ke Jemima.


"Maksud kamu apa Je?" tanya nya dengan alis mengkerut.


"Saya tidak mau menikah dengan Bapak"


"Alasannya?" tanya Darwin lagi.


"Saya tidak yakin kalau pernikahan ini akan berjalan dengan baik, karna hati kecil bapak bukan untuk kami berdua. Bapak jangan menyakiti diri dan memaksakan sesuatu yang tidak Bapak inginkan" ucap Jemima dengan hati-hati agar orang didepannya tidak marah.


"Saya tidak seperti itu Je, saya yakin untuk menikah dengan mu" ucap Darwin dengan terbata-bata.


"Pak meski saya tidak menjadi istri Bapak, saya tetap akan memperbolehkan Bapak untuk menemui Dira dan tidak akan melarangnya. "


"Kamu yakin Je? Pernikahan ini tidak akan lama lagi"


"Saya yakin sekali Pa, saya tahu hati bapak masih ke mantan istri Bapak dan calon anak Bapak" Darwin terkejut tidak menyangka Jemima akan berkata seperti itu. Apakah rasa cintanya ke Cindy masih begitu terlihat sehingga Jemima bisa mengucapkan kalimat itu. Darwin sudah berusaha untuk menerima Jemima dalam hatinya, tetapi ketika Cindy datang ada rasa rindu yang tidak bisa dibendung. Ia sudah berusaha untuk move on dari Cindy mencoba menjalani hari baru kedepan bersama Jemima dan meyakinkan diri bahwa Jemima adalah sosok yang tepat menjadi istrinya kelak. Semua rasa yang sedang dia yakinkan untuk Jemima ternyata memang tidak bisa. Apakah ini suatu kesempatan untuk bisa mengakhiri hubungannya dengan Jemima. Darwin memandang lekat Jemima terucap satu kata yang semoga tidak akan ia sesali


" Maaf Je"


Dengan lapang dada dan hati yang memang ia sudah siapkan sebelumnya "Tidak apa-apa justru hati saya menjadi tenang sekarang, jangan ada rasa tidak enak ke diri saya Pak. Meskipun memiliki Dira diluar rencana saya dan merubah kehidupan saya, saya tidak pernah menyesal akan kehadirannya."


"Mungkin sekarang saya bisa hubungi beberapa vendor untuk membatalkan pesanan, Bapak yang tanggung penaltinya ya" Ucap Jemima dengan tersenyum.


"Nanti malam kita bisa bertemu dengan Mama Papa Pak Darwin untuk menjelaskan ini semua" ucapnya lanjut.


Darwin masih terdiam, ia merasa menjadi laki-laki paling bodoh saat ini. Semoga saja kelak Dira tidak akan menghakiminya saat dewasa.


"Soal Dira.." ucap Darwin


"Kita bisa bicarakan kemudian hari saja Pak setelah membereskan beberapa masalah ini" Jemima berusaha menampilkan wajah baik-baik saja.

__ADS_1


"Saya keluar Pak, lanjut bekerja, jangan lupa Bapak makan siang, saya mau makan sama Alya" kemudian Jemima keluar dari ruangan Darwin duduk di kursinya memejamkan mata dan menghembuskan nafasnya sekuat mungkin, untuk mengeluarkan kesal di hati. Kemudian berpura-pura bahagia atas keputusannya barusan. Waktu terus berjalan tidak terasa jam kerja berakhir ia segera membereskan barangnya.


"Jadi Pak kita ketemu orangtua Bapak?" tanyanya ke Darwin yang masih dalam ruang kerjanya.


"Jadi Je tunggu 15 menit lagi" kemudian Jemima keluar dari ruanganya dan mengambil ponsel untuk melakukan video call dengan Dira.


"Halo sayang lagi apa?" tanya Jemima ke Dira yang terlihat sedang disuapi oleh Bude Wati.


"Mam mam" jawabnya, Jemima memperhatikan anaknya dalam diam dan merespon semua yang dilakukan oleh Dira.


"Dadddy daddy Ma?" tanya Dira


"Daddy masih kerja Dira" ucap Jemima


"Mau Dadddy, mau bobo ma Daddy" hati Jemima terasa sedih sekali karna dia sudah memutuskan hubungan dengan Darwin, bukan berarti Darwin tidak bisa menemui anaknya, tetapi rasanya akan berbeda sekarang.


"Iya kapan-kapan Dira, Daddy masih sibuk kerja" Jemima berusaha menenangkan anaknya dan tanpa disadari ternyata Darwin sudah keluar dari ruangannya.


"Nanti malam Daddy temani Dira tidur ya"


"Yuk Je kita berangkat biar gak kemaleman" ajak Darwin


"Dira Mama pergi dulu, bye sayang" kemudian Jemima mematikan panggilan video nya.


"Darwinnnnnn" teriak Magda ,Mama Darwin.


"Koq bisa kamu seperti ini, kamu harus tanggung jawab sama Jemima" Magda sangat kesal dengan keputusan mereka berdua untuk berpisah.


"Ma tidak apa-apa, Pak Darwin janji akan bertanggung jawab tetapi kami tidak perlu menikah"


"Pasti karna pengaruh mantan istrimu kan, kamu yakin itu anak kamu? Jangan sampai kamu menyesal Darwin" ucap Bagus marah pada Darwin.


"Bukan Pa" Jemima berusaha membela Darwin.


"Ini memang keputusan saya"

__ADS_1


"Pasti karna pengaruh Darwin kan. Mama sudah bahagia akhirnya kalian bersama, Mama lebih cocok kamu dengan Jemima Win" Magda masih berusaha meyakinkan Darwin


"Bagaimana kamu bisa menerima kembali istri kamu yang selingkuh itu" Bagus melempar bantal sofa ke muka Darwin dan Darwin hanya diam saja.


"Pa jangan" Jemima berusaha membela Darwin


"Sudah kamu jangan membela dia Je, biarkan saja dia dengan keputusannya dan semoga saja dia tidak menyesal" Bagus kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut dan Magda memeluk Jemima.


"Maafkan kelakuan Darwin Je sudah 2x dia melakukan hal bodoh ke kamu" Mama Darwin mengusap punggung Jemima


"Meskipun pernikahan kalian batal,kamu tetap menjadi bagian dari keluarga ini. Pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk kehadiran kalian berdua"


"Iya Ma, terimakasih sudah mau menerima kami berdua terkhusus Dira" Jemima tersenyum meskipun tampak sedih tetapi ia ikhlas akan pilihannya.


"Saya pamit pulang ya Ma, nanti Dira menunggu saya terlalu lama" kemudian Jemima bangkit dan Darwin ikut bangkit juga.


"Aku antarkan Jemima dulu ya Ma" pamit Darwin ke Mama nya.


"Harus anak bodoh" ucap Magda kesal.


"Saya akan berikan apapun yang minta untuk Dira, kamu jangan berhenti bekerja tetap di perusahaan saya okey" ucap Darwin saat mereka berdua sedang berada dalam mobil.


"Yang saya minta hanya ketika Dira butuh ayahnya, Pak Darwin bisa memenuhi Pak, karna saat ini dia sudah mulai akrab dengan Bapak, rasanya sangat tidak adil jika tiba -tiba Bapak menghilang dari hidupnya" ucap Jemima sungguh-sungguh saat ini yang dia pikirkan hanya anaknya saja.


"Pasti Je pasti, saya akan tetap bertanggung jawab dengan Dira, saya akan alihkan beberapa aset saya ke Dira, untuk pendidikan kamu jangan khawatir saya pastikan Dira akan mendapat pendidikan yang terbaik" Jemima hanya mengangguk tidak tahu harus berkata apapun ke Darwin. Entah kenapa sekarang hatinya lebih lega dan tidak berbeban ia merasa bersyukur dengan keputusannya.


"Dadddy datang" ucap Dira dengan antusiasnya saat Darwin datang.


"Daddy bobo sama Dila" pinta Dira ke ayahnya dan Darwin hanya memandang Jemima butuh pertolongan.


"Iya nanti Daddy bobo sini temani Dira"


"Temani saja Pak sampai dia tidur setelah itu Bapak pulang" bisik Jemima ke Darwin.


"Dila cenang Daddy bobo ini, kata Mama Daddy bobo sama-sama Dira teyus ya" ucap anak polos itu saat mereka berdua sedang berada dikasur. Darwin terkejut dengan ucapan Dira dan itu membuatnya semakin merasa bersalah kepada anaknya.

__ADS_1


Sambil menunggui anaknya yang sedang bersama Darwin, Jemima kembali memikirkan kehidupannya. Ya ini pilihan akhirnya, Jemima memilih tidak dengan Darwin ataupun dengan Abram. Jemima akan mencari kehidupan baru, bukan untuk kabur seperti dulu dan menemukan hati dan cinta yang khusus untuk dirinya seorang dan untuk anaknya tersayang.


__ADS_2