
Pagi menjelang Gerry terbangun mencari kekasihnya yang semalam ada didekapannya. Kepalanya sedikit pusing tetapi masih bisa ia tahan, dilihatnya Jemima sedang tidur bersama Dira, memeluk anaknya dengan lekat. Gerry tersenyum melihat kedekatan mereka berdua. 'My queen and my prince, soon' ucapnya dalam hati. Kemudian ia berdiri berjalan menghampiri Jemima mengecup pipinya dan mengusap kepala Dira. Setelah itu ia keluar dari kamar Jemima kembali kekamarnya melanjutkan tidurnya.
Jemima kaget teringat akan Gerry, dilihatnya kasur disebelah sudah kosong. 'Oh syukurlah sudah pergi' Jemima tidur sangat lelap. Semalam ia sempat terbangun dan berpindah tidur di kasur Dira, agar anak laki-lakinya tidur lebih tenang selain itu agar Gerry tidak macam-macam dengan dirinya.
Dilihatnya jam di ponsel sudah pukul 1/2 7. Ada pesan dari kakaknya mengajak untuk sarapan bersama. Jemima membangunkan Dira yang masih tertidur pulas.
"Dira bangun yuk, kita mandi terus makan" Ucap Jemima lembut membangunkan anaknya.
Dira berusaha membuka matanya yang masih lengket.
"Ii ya Mama" dengan berat hati Dira bangun dari tidurnya kemudian duduk dipinggir tempat tidur.
"Mama aku mimpi semalam ada Om Boss disini. Dia usap-usap kepala aku masa Ma" ucap Dira dengan polosnya.
"Oh ya? Mimpi kamu Dir, ya sudah kamu mandi dulu sana" Jemima mengalihkan Dira agar melupakan Gerry. Jemima kembali memeriksa ponselnya menanyakan kabar Gerry.
"Pagi, Om Boss sudah dikamar ya? Tadi kembali jam berapa?" tanya Jemima kepada kekasihnya yang saat ini sedang mandi. Tak ada balasan dari Gerry,Jemima lanjut menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh dia dan Dira dipantai.

Jemima memakai pakaian renang berwarna hitam motif bunga-bunga. Membuatnya tampak sedikit sexy, dengan mengikat rambutnya keatas benar-benar penampilannya bak anak gadis, tidak ada menyangka jika ia sudah memiliki anak. Ia tampak percaya diri memakai baju renang itu sambil berjalan disekitar hotel, karna memang disana banyak turis asing juga yang mengenakan bikini 2 pieces yang lebih sexy.
Ponsel Jemima berdering saat ia sedang sarapan bersama Dira. Panggilan dari Gerry yang saat ini duduk dibalik pilar tetapi ia masih dapat melihat punggung lelaki itu.
📞 Jemima: Halo
📞 Gerry : You look so hot babe.
📞 Jemima: Terimakasih
Jemima tidak berani banyak bicara karna ada Dira dihadapannya.
📞 Gerry : Sayang sekali aku gak bisa joint sama kalian. Aku mau scuba diving dulu. Kalian hati-hati ya saat mengunjungi pulau-pulau
📞 Jemima : Baik
__ADS_1
📞Gerry : Babe let me kiss you before I go. Ketemu dikamar ku bentar ya.
Gerry segera melangkah menuju keluar restoran menuju kamarnya.
Tak lama di susul oleh Jemima yang beralasan ada sesuatu tertinggal dikamarnya kepada Dira.
Belum sempat Jemima mengetuk pintu kamar Gerry, pintu sudah terbuka dan Gerry segera menarik tangan Jemima untuk cepat masuk kedalam. Gerry langsung memeluk Jemima dan mendaratkan bibirnya di bibir Jemima.
"Berani sekali pakai baju renang seperti ini tanpa aku" Gerry menempelkan keningnya ke kening Jemima. Jemima tersipu malu dan terkekeh melihat kecemburuan di diri Gerry.
"Kan dipantai Sayang, wajar dong, tuh bule-bule lebih sexy lagi"
"Iya sih tapi kamu bener-bener hot Yang" Gerry kembali menyatukan bibirnya ke bibir Jemima hingga suara ponselnya berbunyi. Telepon dari Pemandu Wisata yang akan mengantarkannya berkeliling.
"Lanjut nanti malam" Gerry mengecup kening Jemima dan berjalan berdua keluar dari kamar itu. Hingga mereka harus berpisah di lobby menuju kegiatannya masing-masing.
"Mama dari mana sih koq lama" tanya Dira kepada Mamanya.
"Tadi Mama sakit perut. Sudah siap semua?" tanya Jemima kepada Kakak dan kakak iparnya.
"Iya nanti Nuca besar baru bisa ikut semua ya" ucap Jemima. Mereka lanjut menaiki speedboot menujy hopping island yang sudah ditentukan. Diawali dengan menuju Piaynemo yang terkenal dengan gugusan pulau karang dengan air biru nya yang terkenal itu. Lalu keluarga ini mendatangai kampung Sawinggrai tempat dimana dibawah rumah penduduk dipelihara jenis ikan. Selanjutnya perjalanan menuju ke Pasir Timbul, terakhir mengunjungi Yenbuba dan Friwen Wall untuk snorkeling. Tidak ada yang meragukan dan mengelak bahwa keindahan bawah laut di Raja Ampat memang yang terbaik. Wajah bahagia terpancar dari Jemima dan Dira yang tidak pernah berhenti bersyukur akan keindahan alam yang dinikmatinya.
Menjelang sore mereka kembali ke hotel, meskipun capai tetapi hati mereka tetap senang. Kapan lagi bisa merasakan liburan seperti ini, Jemima harus mengumpulkan uang untuk ini semua, meskipun akhirnya ada bantuan sedikit dari Gerry agar mereka bisa liburan sedikit fancy.
Setelah membersihkan diri dan menikmati makan malam mereka bersantai didalam kamar untuk menghilangkan rasa capai seharian bermain air tadi. Jemima teringat akan kekasihnya yang belum menghubungi hingga waktu menununjukkan pukul 8 malam.
Dilihatnya Dira sudah tertidur maka ia bebas untuk melakukan panggilan video ke Gerry didalam kamar. Nada panggil di ponselnya berbunyi beberapa saat hingga akhirnya wajah tampan kekasihnya muncul.
"Hai Sayang, kamu belum tidur?" tanya Gerry
"Belum, hanya Dira yang sudah tidur, kamu dimana?" tanya Jemima yang penasaran dengan Gerry karna sepertinya ia tidak didalam kamar.
"Aku di bar, joint kesini" ditunjukkannya segelas whisky yang sedang diminumnya.
__ADS_1
"Gak bisa nanti Dira baa" belum selesai menjawab pertanyaan Gerry , seorang tangan perempuan mengusap bahu Gerry.
"Ger itu siapa"
"Teman tadi ketemu saat diving bareng" kemudian wanita asing berambut coklat yang diikat keatas menyapa Jemima.
"Haiii, she is your??" tanya wanita itu kepada Gerry.
"My girlfriend Jemima" ucap Gerry
"Hai Jemima, nice to meet you" yang membuat Jemima tidak senang adalah tangan wanita itu masih di bahu Gerry dan mengusap-usapnya lembut.
"C'mon Ger we're move to the beach" ajak wanita itu kepada Gerry.
"Gerr" ucap Jemima tidak suka dan mukanya berubah kesal. Astaga Jemima sangat cemburu saat ini, jika dibandingkan dengan wanit itu jelas Jemima kalah saing. Ia takut Gerry akan tergoda dengan wanita asing tersebut.
"Ya sayang, aku matiin ya" Gerry mematikan panggilan telepon itu dan jelas Jemima kesal dibuatnya, ia ingin menyusul Gerry tetapi tidak mungkin meninggalkan Dira seorang diri didalam kamar. Rasa kantuknya hilang seketika berubah menjadi kesal. Masalah satu belum selesai malah menambah masalah baru.
Jemima mendengar ketukan pelan dipintu kamarnya, dengan malas ia membukanya pasti itu kakaknya yang menghampiri. Ketika pintu dibuka ternyata itu laki-laki yang baru saja membuatnya kesal. Dengan senyum lebar di wajahnya ia menunggu pintu dibuka dari dalam.
"Cemburu??" goda Gerry yang langsung memeluk Jemima.
"Enggak, koq kamu gak ke pantai sama teman baru kamu?" pancing Jemima
"Boleh kah?" tanya Gerry iseng
"Boleh setelah itu kita udahan" Jemima mencoba menutup pintu kamar namun ditahan oleh Gerry.
"Duh ancamannya serem, sudah jangan ngambek, kita bobo yuk, aku capai banget nih" Gerry segera menuju kasur dan memposisikan dirinya kemudin menepuk sisi disebelahnya agar Jemima ikut berbaring bersamanya. Hilang sudah rasa kesal dan cemburunya karna laki-laki itu jelas memilih dirinya. Jemima ikut merebahkan diri dikasur kantuknya kembali datang dipeluknya tubuh lelaki itu dan dikecupnya bibir Gerry.
"Good night Sayang"
"Good night too, Love you"
"Love you too"
__ADS_1