Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Sekali Saja


__ADS_3

Abram sudah sampai di Jakarta ,selama penerbangan dari Semarang ke Jakarta ia memikirkan bagaimana cara memberitahu Ibunya mengenai hubungan dengan Jemima. Sesampai dirumah ia melihat Bunda kesayangannya sudah tertidur pulas hanya ada salah satu adik kembarnya Firda, sedangkan Firly masih berada diluar rumah entah kemana.


"Mas sudah pulang?" tanya Firda yang sedang menonton drama korea di ponselnya.


"Iya Dek, Firly kemana?"


"Pergi sama pacarnya"


"Kamu gak pacaran?" ledek Abram


"Ihh mas ngeledek aja, cariin dong dikantor Mas yang kaya dan mapan" Firda kemudian mematikan film yang sedang diputarnya.


"Nanti Mas cariin tukang parkir depan swalayan sana"


"Mas....keselll. Eh mas ditanya Pak Atma kapan pindah ke perusahaannya tuh"


"Belum masih betah kerja sama Darwin"


"Kak Manda juga sudah mau kembali lagi dari Amerika jadi kapan kalian akan tunangan?" Firda memandang wajah kakak nya yang berubah menjadi tidak bersemangat.


"Entah lah Dek"


"Mas masih hubungan dengan perempuan yang di Semarang itu ya?" Firda mengetahui hubungan kakaknya dengan Jemima karna tidak sengaja mendengar mereka sedang video call.


"Ehm masih tadi habis dari sana"


"Terus Bunda gimana? Kalau Bunda tahu Mas punya pacar padahal sudah mau tunangan dengan Kak Manda pasti akan marah"


"Itulah Dek Mas juga bingung, Mas sama Manda gak ada perasaan apapun, Mas cuma anggap dia kaya kalian berdua seperti adik Mas" Abram menyenderkan badannya di sofa dan memejamkan matanya sejenak.

__ADS_1


"Kalau sama perempuan itu Mas serius, kan sudah punya anak Mas?" Abram mengganggukan kepalanya


"Serius banget. Malah Mas pengen nikahin dia Dek"


"Nikah sama siapa Mas?" suara Ibu dari balik sofa terdengar kaget.


"Loh Ibu gak tidur?" tanya Firda kaget akan kedatangan Ibunya. Abram pun diam. Kemudian Bunda duduk sebelah Abram.


"Mas kamu mau nikah sama siapa? Kamu kan tahu Pak Atma minta kamu menikahi Manda" Ibu menepuk paha Abram


"Aku pergi dulu deh" Firda tahu kalau Bundanya sudah marah akan panjang ia tidak mau ikutan dan malah kena getahnya juga.


"Bun.. Mas gak mau nikah sama Manda. Abram punya pilihan sendiri"


"Perempuan gak bener itu yang tinggal di Semarang ?" Abram kaget darimana Bundanya tahu mengenai Jemima


"Bun dia bukan seperti itu"


"Sudahlah Bun Jemima itu perempuan baik-baik, Mas tahu kisah aslinya. Mas mohon Bunda ketemu dia sekali saja , Bunda pasti akan suka, kalau setelah ketemu Bunda tetap tidak suka, Mas akan turutin kehendak Bunda" Abram mencoba bernegosiasi dengan Bundanya, sebenarnya dia khawatir dengan permohonan yang dia ajukan.


"Mas inget gak dulu gimana Bunda mohon-mohon supaya Pak Atma mau biayain kuliah Mas dan adik-adik, Bunda sudah janji dan Mas juga janji akan menuruti perkataan Pak Atma waktu itu" Abram teringat bagaimana Bundanya waktu itu memohon dan menangis-nangis karna tidak punya biaya untuk kuliah Abram, ia tahu Abram anak yang pintar tetapi karna kesulitan biaya Abram memilih untuk bekerja disebuah minimarket daripada menghabiskan biaya untuk kuliah. Abram tidak ada niat untuk mencari beasiswa karna pikirnya hal itu juga akan membuang uang juga. Tetapi suatu hari Bundanya menemui pak Atma yang sedang menemani anaknya Amanda menonton televisi ,memohon dan bersujud agar mau membiayai Abram kuliah, dan akhirnya Pak Atma yang dipengaruhi oleh Amanda yang waktu itu masih duduk di bangku SMP menyetujui permohonan Bundanya. Dan lebih mengejutkan lagi Pak Atma mendaftarkan Abram kuliah di Amerika, dengan semua biaya ditanggung oleh Pak Atma. Mendengar hal itu Abram bersemangat kembali untuk belajar dan berjanji akan mengabdi untuk bekerja di perusahaan Pak Atma selepas kuliah nanti.


"Bun tapi dulu kan aku janji akan membalasnya bekerja ditempatnya bukan untuk menikahi Amanda, Manda sudah seperti adikku sendiri" Abram masih menolak.


"Gak bisa Mas, Bunda bisa malu dan merasa tidak enak akan hutang budi ke Pak Atma" Bunda meneteskan air matanya melihat Bundanya menangis merupakan salah satu kelemahannya.


"Bun, aku mohon ketemu dengan Jemima ya, setelah itu Bunda boleh memutuskan pendamping hidupku" Abram berusaha menenangkan ibunya dengan permohonan konyol itu.


"Ya sudah Bunda mau temui, tapi kalau memang Bunda merasa tidak cocok maaf Bunda tidak bisa menuruti keinginan kamu. Amanda juga anak baik Bram dia dari keluarga baik juga. Bersyukur orang seperti Pak Atma mau menjadikan kita keluarganya" Abram hanya terdiam ia hanya bisa berharap Bunda nya setuju dengan hubungannya bersama Jemima.

__ADS_1


Abram tidak bisa tidur malam ini, ia masih memikirkan bagaimana hubungannya kelak dengan Jemima. Ia tidak sanggup jika harus melepaskan Jemima dan Dira, mereka sudah seperti keluarga nya sendiri. Tapi dilain sisi dia tidak tega dengan Bundanya, ia tahu bagaimana dulu pengorbanan Bunda setelah Ayahnya meninggal, Bunda tidak pernah menyerah bekerja dari jualan gorengan, menjadi buruh setrika dan akhirnya bisa diterima bekerja di rumah Pak Atma sebagai pengasuh Amanda yang juga ditinggal meninggal Ibunya. Ia sadar jika kemapanan hidupnya saat ini berkat bantuan dari kelurga Pak Atma.


Esok paginya..


Abram masih mengantuk dikursi kerjanya , ia menutup matanya mencoba menenangkan matanya sejenak serta pikirannya.


"Woi bangun Bram, masih ngantuk lu" ucap Darwin yang baru saja datang.


"Iya Bos gak bisa tidur semalam" ucapnya kemudian membawa tab nya untuk menjelaskan schedule Darwin.


"Abis ngapain lu dua hari ?" tanya Darwin penasaran karna ia sempat kerumah Abram ternyata dia tidak ada dan ibunya mengatakan kalau Abram pergi ke Semarang.


"Biasa lah anak muda"


"Muda apaan tuaan juga lu, udah ada cewe? Kenalin lah ke gue" Darwin masih meledeknya


"Kalau emang serius cepetan lu nikahin ,udah umur berapa lu" tambahnya


"Iya Bos siap, pasti itu sih." sangat Win gue juga pengen nikahin Jemima gumamnya dalam hati


"Itu foto anak siapa di Wa profile" Darwin menanyakan foto siluet foto Dira yang menjadi foto profilenya.


"Oh anak sepupu lucu ya. Bos gue mau tanya, kalau ternyata Jemima tidak jadi menggugurkan kandungannya lu bakal ngapain?" tanya Abram penasaran.


"Ehmm gimana ya, kalau dulu pasti gue gak akan mengakui anak itu, dan gue akan sembunyikan dari Cindy. Tapi kalau sekarang tiba-tiba dia muncul dan minta pertanggungjawaban, mungkin gue akan lakukan itu. Karna mau gak mau itu kan anak gue juga, kenapa lu tanya seperti itu memang lu tahu kondisi Jemima saat ini?"


"Saya gak tahu Bos" Abram berbohong dan mendengar perkataan Darwin ia menjadi takut akan kehilangan dua orang yang disayanginya.


"Kalau sama Jemimanya lu akan lakukan apa?"

__ADS_1


"Ya gak gue lakukan apapun gue kan mau tanggung jawab ke anaknya" Ucap Darwin dan Abram sedikiti lega.


"Tapi gue juga gak tahu kalau sekarang dia muncul dan tambah cantik bisa dipikirkan lagi lah kedepannya gimana" Darwin tersenyum membayangkan jika hal itu terjadi.


__ADS_2