Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 88


__ADS_3

Pagi datang kesibukan dimasing-masing kamar terlihat jelas. Karena hari ini mereka harus kembali ketempat mereka masing-masing. Jemima sibuk merapikan barang-barang miliknya dan Dira begitupun dengan Julia. Sedangkan Gerry maish bersantai dikamarnya sendiri karna ia akan kembali ke Jakarta pada sore hari. Diam-diam Jemima menyelinap kekamar Gerry untuk sekedar berpamitan.


"See you in Jakarta" ucap Gerry sambil memeluk mesra kekasihnya setelah menyelesaikan ciuman perpisahan sebelumnya.


"Kamu juga Sayang. Jangan macam-macam selama aku tinggal" ancam Jemima karna ada sedikit rasa khawatir meninggalkan Gerry di hotel ini sendiri mengingat agresivnya perempuan asing semalam.


"Iya percaya sama aku" setelah itu Jemima kembali kekamar dan segera setelah semua siap rombongan mereka pergi ke pelabuhan untuk menuju kembali ke kota Sorong.


"Mama liburan kita sangat menyenangkan" ucap Dira kembali saat mereka sedang duduk didalam kapal Feri menikmati pemandangan. Rasa lelah mereka terbayarkan dengan keindahan alam yang dinikmati selama berlibur di Raja Ampat. Menjelang dini hari mereka sampai dirumah Julia.


"Je istirahat saja baru dibereskan besok" ucap Julia kepada adiknya.


"Baik Mbak" Jemima masuk kedalam kamar dan menyusul Dira untuk merebahkan dirinya yang sudah pegal.


Tanpa terasa Jemima dan Dira tidur hingga matahari sudah mulai naik keatas.


"Mama bangun aku lapar" ucap Dira kepada Mamanya.


"Iya sebentar"kemudian Jemima membersihkan dirinya agar bisa membantu Julia dirumah.


"Masak apa Mbak" Jemima menghampiri Julia yang sedang memasak didapur sedangkan suami serta anak-anaknya sedang bermain didalam kamar.


"Masak sayur sop saja yang gampang, makan sana sama Dira" ucap Julia.


Jemima, Dira, Yuda, Lyodra sudah berada di meja makan. Julia dengan telatennya menyediakan makanan dimeja makan, sudah tersedia ayam goreng, tahu tempe goreng, sayur sop dan tak lupa dengan sambalnya. Julia benar-benar melayani anak serta suaminya dengan sangat baik. Hal itu kembali membuat Dira merasa iri. Karna jika dirumah seringnya ia akan makan hanya berdua dengan Bude Wati.


Jemima membuka ponselnya dan membaca pesan dari Gerry bahwa ia sudah di Jakarta. Jemima yakin pasti kekasihnya itu masih terlelap dan ia pun tidak ingin mengganggunya sehingga tidak membalas pesannya. Selain itu ia juga harus bersiap karna malam hari nanti akan kembali ke Jakarta. Bersama Julia, Jemima pergi mencari oleh-oleh yang bisa dibawa. Mereka pergi kepusat oleh-oleh yang pasti Jemima membeli Abon gulung salah satu makanan favoritnya setelah pertama kali mencoba tak lupa ia membeli keripik keladi dan berbagai pernak-pernik khas Sorong. Ia tidak tahu kapan akan kemnbali ke kota ini lagi.

__ADS_1


"Mbak pindah Jakarta atau di pulau Jawa, biar aku deket kalau mau ketemu" ucap Jemima saat mereka sudah berada dirumah.


"Doakan ya Je, dengar-dengar Kakakmu itu akan ada rotasi semoga saja dapat dipusat. Kami kan sudah lama disini hampir 10 tahun" ucap Julia


"Iya Mbak pasti" Jemima menggendong Nuca dan mengajaknya bermain, bayi ini sangat lucu, ia baru bisa mengoceh dan suaranya terdengar menggemaskan.


"Mama dedek Nuca lucu, Dira mau punya adik kaya dedek Nuca" rengek Dira saat Nuca ada dipangkuan Jemima.


"Oh Dira mau punya dedek. Kalau gitu suruh Mama nikah sm Om siapa itu namanya Om Gerry ya?" ledek Julia dan seketika muka Dira menekuk menampilkan muka kesal.


"Nanti kan Dira enak, Mama bisa dirumah sambil jaga Dira dan adik-adik Dira, kaya bude nih bisa sama Kakak Lyodra dan dek Nuca setiap saat" kembali Julia memanasi Dira. Jemima menyenggol lengan Julia agar tidak meneruskan ucapannya, karna ia tahu Dira tidak suka akan pembicaraan itu.


Tidak terasa saat ini mereka sudah ada dibandara, air mata Jemima kembali keluar rasanya bertemu dengan kakaknya tidak cukup untuk waktu 1 minggu.


"Hati-hati disana, jaga diri. Mbak cuma bisa doakan yang terbaik buat kamu. Kalau ada apa-apa hubungan Mbak ya" ucap Julia saat memeluk Jemima.


"Amin Mbak doakan ya. Semoga mbak dan keluarga juga sehat dan bisa pindah ke pulau Jawa" ucap Jemima. Jemima mendorong troly nya menuju counter check ini sembari melambaikan tangan kepada Julia serta suaminya. Kembali Jemima dan Dira merasakan penerbangan panjang dimalam hari ini.


Sinar matahari yang cerah menyambut kedatangan mereka di Jakarta. Gerry mengirimkan pesan bahwa ia akan menjemput mereka di Bandara tetapi kembali ditolak Jemima. Tidak ingin merusak mood anaknya yang baru saja kembali liburan ia memutuskan menaiki taxi menuju rumah.


Sudah seminggu sejak mereka kembali dari liburan, baik Gerry dan Jemima sudah melanjutkan pekerjaannya seperti biasa.


Pagi ini mood Jemima agak menurun mungkin efek PMS juga yang ditambah dengan dilihatnya secara tidak sengaja pesan masuk dari wanita asing ke Gerry yang ditemuinya saat liburan kemarin.


"Mbak Bule masih hubungin kamu terus?" tanya Jemima curiga karna melihat chat antara Gerry dan Kelly, nama wanita bule itu yang saat ini sedang berada di Jakarta.


"Masih Yang, tapi gak aku tanggapi hanya sekedar basa-basi saja, dia ajakin ketemuan tapi aku tolak koq, aku bilang sibuk" ucap Gerry saat mereka sedang makan siang bersama di sebuah restoran di gedung mereka bekerja.

__ADS_1


"Basa-basinya awas saja sampai keterusan" ucap Jemima kesal dan hanya mengaduk-aduk makanannya saja.


"Tenang sayang aku gak akan macem-macem koq dimakan dong makanannya" ucap Gerry berusaha menenangkan Jemima dan mengelus tangan Jemima sambil memberikan senyum manisnya dan dibalas dengan tatapan tajam dari Jemima.


Selesai makan Gerry dan Jemima kembali keruangan mereka masing-masing saat Jemima baru saja duduk, ponsel Gerry berbunyi. Senyum diwajah Gerry muncul ketika ia melihat ponselnya.


"Siapa itu yang telepon" tanya Jemima penasaran, belum sempat dilihat Jemima, Gerry menutup layar ponselnya.


"Aku keruangan dulu ya" ucap Gerry melangkah cepat masuk kedalam ruangan, menutup dan menguncinya.


"Ihh siapa sih, pasti cewe bule itu lagi" Jemima kesal karna ia takut Gerry akan tergoda akan wanita itu. Wajar saja, mana ada laki-laki yang tidak tergoda dengan wanita sexy tersebut dengan buah dada besar yang Jemima yakin hasil operasi, bibir sensual dan badan langsing bak model Victoria Secret. Wanita mana yang tidak insecure jika disandingkan dengan wanita seperti itu. Sisa hari dijalani Jemima dengan kekesalan bahkan permintaan Gerry untuk menemaninya meeting ditolak dan lebih memilih pulang.


"Aku pulang" ucapnya sembari mengambil tas nya dan meninggalkan Gerry didepan mejanya.


"Iya hati-hati kalau gitu. Aku gak anterin kamu. Naik taxi saja" ucap Gerry lagi dengan muka tanpa penyesalan.


Kecurigaan Jemima semakin menjadi, pikirannya berkelana kemana-mana tanpa tujuan.


"Awas saja Gerry cokolatoss kalau sampai nakal aku remukin kamu" ucapnya sendiri saat sudah berada didalam taxi.


Supir taxi yang mendengarnya tersenyum akan ucapan Jemima


"Lagi berantem ya mbak sama pacarnya"


"Hahaha iya Pak biasa lah"..


---

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya 😉


__ADS_2