Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 94


__ADS_3

Kehidupan yang sesungguhnya dalam berumah tangga sudah dimulai. Jemima dan Gerry beserta Dira sementara tinggal di rumah Jemima, karena keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk pindah, alasan utama karna sekolah Dira yang masih berjalan masih ditengah-tengah semester, Jemima tidak ingin memindahkan anaknya ditengah pelajaran dan menunggu hingga kenaikan sekolah. Rencananya mereka akan pindah ke daerah pinggiran Jakarta dimana kaum milenial memilih tempat tinggalnya. Gerry sudah membeli sebidang tanah kosong yang saat ini sedang dalam proses pembangunan rumah. Gerry bersikeras tidak ingin membeli rumah jadi dari perumahan. Karena merasa citranya sebagai seorang Arsitek ternama akan tercoreng, maka itu dia membangun rumahnya sendiri, dimana hal-hal ini yang diidam-idamkannya ketika ia sudah mempunyai keluarga sendiri.


Saat ini Jemima dan Gerry sedang tidur berhimpit-himpitan dikasur Queen size milik Jemima , beserta Dira yang sampai saat ini belum mau berpisah dengan Jemima. "Yang...."Gerry melingkarkan tangannya diperut Jemima.


"Koq kamu belum isi juga sih" ucap Gerry sembari mengelus-elus perut Jemima


"Sabar lah Yang, baru juga nikah 2 minggu"


"Tapi kamu sama Darwin sekali main langsung jadi, koq sama aku enggak ya ,apa aku kurang lama mainnya" Gerry mengusap-usap perut istrinya.


"Ihh sebel ngapain sih ngebandingin kaya gitu" Jemima menatap sinis ke arah muka Gerry dan merasa kesal akan ucapannya kemudian melepaskan tangan Gerry dari perutnya.


"Bukan gitu Yang, apa benih ku kurang subur kekamu ya, mungkin aku kurang relax mainnya jadi calon anak-anakku merasa lelah saat sampai dirahim kamu. Mungkin mereka butuh healing" ucap Gerry sembari mencium pundak istrinya.


"Hilang hiling aja ihh kamu. Sabar kali Bapak Gerry yang terhormat ntar juga dikasih"


"Yang gimana kalau kita honeymoon biar project kita berhasil" ucap Gerry, mereka memang tidak ingin mengadakan honeymoon, lebih tepatnya Jemima yang tidak ingin. Karena merasa takut anaknya Dira akan kehilangan dirinya dan lebih memilih suami baru nya untuk bersenang-senang. Tapi keinginan Gerry berubah ia ingin sekali merasakan romansa dengan istrinya. Menjalani hari-hari sebagai pengantin baru yang penuh dengan keromantisan. Karena tidak bisa dipungkiri saat ini ia tidak bisa bebas bersikap romantis dan bermesraan bersama istrinya, karena adanya Dira. Bukannya tidak senang ada Dira tapi sifat keegoisan sebagai laki-laki terkadang muncul yang ingin memiliki istrinya sepenuhnya suatu saat.


"Enggak kasihan Dira ditinggal, kalau mau kita pergi sama-sama nanti saat Dira libur sekolah" tolak Jemima kembali mempertegas perkataan nya yang sebelumnya pernah ia ucapkan.


"Yah yang, hayukk lah ,biar adiknya Dira jadi nih, kalau disini aku sedikit tertekan dan tidak konsen karna ada Dira takut dia lihat" rengek Gerry kembali


"Gak mau pokoknya, sudah aku mau tidur besok kerja" Jemima segera menarik selimutnya hingga keleher dan memejamkan matanya.


Gerry masih belum bisa tidur ia sedang memikirkan rencana agar honeymoonnya dapat terealisasi. Besok paginya Gerry masih bersantai dikasurnya dan begitupun dengan Dira, sedang Jemima sibuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya.

__ADS_1


"Diraa.. mau gak punya adik?" tanya Gerry yang masih tiduran disamping Dira.


"Mau banget Om biar jadi temen aku" jawab Dira sembari mengingat adik sepupunya Nuca yang sangat menggemaskan.


"Kalau gitu Om sama Mama nanti pergi ya beberapa hari untuk kasih adik ke Dira" modus Gerry mencari alasan untuk bisa pergi honeymoon dengan Jemima.


"Iya sudah Om sama Mama pergi saja asal pas pulang adik Dira sudah ada" jawab Dira polosnya, sontak hati Gerry berubah senang.. Aahh rencana ku berhasil, semudah itu, pikir Gerry dalam hati, senyum sumringah muncul dibibirnya seketika.


"Pergi kemana Dira?" tanya Jemima yang baru masuk kekamar dan mendengar sekilas obrolan para lelaki itu.


"Om dan Mama boleh pergi cari adik untuk Dira" ucap Dira dengan kepolosannya dan tentu saja itu membuat mata Jemima melotot kearah suaminya yang tidak berani menatapnya tetapi hanya menunjukkan senyum tertahan.


"Disuruh Om ?" tanya Jemima ke anaknya.


"Enggak Dira mau adik ,please Mama" rengek Dira tiba-tiba dan membuat Jemima heran.


"Waduh, durhaka kamu Yang sama suami" Gerry kaget dengan perlakuan Jemima barusan, tapi bodohlah yang penting rencanya berhasil, pikirnya.


"Kamu ajarin apa ke Dira" jawab Jemima kesal


"Aku cuma minta ijin sama Dira untuk cari adik sama kamu, ya udah karna sudah dapat ijin kita cuti dari kantor. Kosongkan jadwal 1 minggu kedepan Yang. Tiket sudah kubeli" Jemima masih terkaget dengan ucapan Gerry.


"Nih tiketnya ke Inggris 2 minggu sudah aku beli, tiket gak bisa batal Yang. Aku pesen yang first class sayang kalau dibatalkan" Gerry menunjukkan aplikasi travel pemesanan tiket di ponselnya ke Jemima dan Jemima terperangah dengan harga tiket perjalanan mereka. Akan sangat sayang jika sampai tiket itu dibatalkan.


"Siap-siap Yang, bereskan pekerjaan kamu dan kita langsung honeymoon" kata Gery dengan wajah berbinar kemudian mengecup pipi istrinya.

__ADS_1


Tanpa terasa besok hari keberangkatan Jemima dan Gerry ke Inggris, sedari pagi Jemima tidak tenang memikirkan anaknya Dira yang harus dititipkan ke rumah orang tua Gerry atau ke ayah kandungnya.


"Dira gak mau Mama, dirumah saja sama om Arka" kekeuh Dira kepada Ibu nya.


"Ok Arka kan kerja, kamu sama Daddy saja ya, atau kerumah Oma" Dira kembali menggeleng.


"Gak Mama mau sama Om Arka" dengan berat hati Jemima meminta ijin Gerry untuk meminta Arka libur dan menjaga Dira dirumah.


"Yang, Dira maunya sama Arka, kamu kasih ijin dia gak kerja ya tapi jangan dipotong cuti" pinta Jemima kepada suaminya yang saat ini masih memeriksa pekerjaannya terkahir sebelum mereka honeymoon.


"Okey. Nanti aku minta dia pagi-pagi kesini. Koq bisa-bisanya Dira mau sama Arka dibanding Daddy nya" Gerry sedikit bingung akan permintaan anak sambungnya itu.


"Yah gimana kan memang sama Arka dia lebih dekat"


Sejak pagihari suasana dirumah sedikit ribut, Jemima yang memastikan kembali semua kebutuhan saat berpergian sudah dibawa semua dan kebutuhan Dira selama ditinggal tidak kurang satupun. Arka yang datang dari kantor segera meletakkan barang-barangnya dikamar tamu.


"Arka kamu saya kasih ijin berangkat siang dan pulang lebih cepat, jadi kamu bisa jaga Dira dirumah, ingat ya saya percaya sama kamu" ucap Gerry tegas dan sedikit angkuh. Jemima sedikit sebal dengan sikap suaminya ini jika berdekatan dengan Arka selalu saja tidak ramah.


Sebuah mobil yang sudah diketahui pemiliknya terparkir didepan rumah.


"Abanggg koq belum pergi" ucap manja April kepada kakaknya sambil membawa koper yang di seretnya dari depan.


"Ngapain kamu, mau ikut honeymoon?" tanya Gerry curiga.


"Ih enggaklah, aku kesini mau ikut jagain Dira, ya kan Kak Jemi boleh ya". Muka Gerry berubah kesal melihat kelakuan adik bungsunya dan langsung memandang sinis kepada Arka.

__ADS_1


"Ingat ya, yang mau honeymoon Abang supaya dapat adik buat Dira, jangan sampai Abang pulang malah dapat keponakan baru. Paham Arka!!!" ungkapnya tegas dan matanya tajam menatap Arka.


__ADS_2