
Jemima memejamkan mata,menarik nafas panjang sambil memegangi kepalanya yang sedikit sakit. Suara teriakan didepan mukanya menambah otaknya tidak mamlu berfikir.
"Dasar cewe murahan, sengaja hamil.buat dapetin Darwin lu ya" kali ini Cindy menarik rambut Jemima .
"Arrhhh sakit" jerit Jemima. Keributan diluar ruangannya membuat Darwin terganggu ia buru-buru keluar ruangan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Cinnn stop it. Are u crazy" Darwi menarik tangan Cindy yang sedang menjambak rambut Jemima.
"Why???? Kamu mau belain dia? Wanita murahan ini? Aku gak terima karna dia kamu tega ceraikan aku" keributan yang terjadi menarik perhatian karyawan lain, mereka juga penasaran dan datang berkerumun. Jemima sungguh malu apa yang terjadi didirinya.
"Don't playing victim. You know the reason why kita bercerai" Darwin marah dengan sikap Cindy. Cindy berpura-pura bahwa selama ini dia tidak bersalah. Darwin kemudian menarik Cindy ke dalam ruangannya dan sebelum itu ia berucap " Kamu pulang saja nanti ketemu dirumah" dengan air mata Jemima mengiyakan ucapan Darwin. Ia segera merapikan barang-barangnya dan mengambil ponselnya yang terjatuh di lantai dan melihat ternyata sambungan telepon ke Abram masih tersmbung dan pasti Abram mengetahui apa yang baru saja terjadi.
Alya menghampirinya memberikan pelukan agar Jemima tenang dan kuat.
"Sabar ya Je, gue tahu koq bukan seperti itu. Hehhhh pada pergi kalian, ini bukan Ondel-ondel yang lu bisa nonton gratis" Alya mengusir karyawan-karyawan lain yang masih melihat.
"Kerja kerja" ucap Alya lagi.
"Ohh jadi selama ini menghilang ternyata jadi simpenan"
"Diam-diam menghanyutkan juga si Jemima"
"Gue maulah punya anak dari BigBos lumayan dapat duit pasti tuh"
Suara cibiran dan gunjingan akan diri Jemima terus masuk ditelinganya.
"Gue antar ke Lobby Je" Jemima segera bangkit dari duduknya dan berjalan sambil bercucuran air mata menuju lobby.
Didalam ruang 2 manusia sedang beradu suara. Suara wanita tak hentinya memberikan tudingan-tudingan kepada sang pria.
"Aku gak terima Win gara-gara perempuan itu aku diceraikan kamu!!!!!".
__ADS_1
"Inget ya aku akan minta Papa untuk persulit bisnis kamu karna telah nyakitin aku"
"Heii sadar. Siapa yang berselingkuh. Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan selama ini. Sudah berapa laki-laki yang kamu bawa ke apartemen." Darwin menunjuk-nunjuk muka Cindy. Matanya sudah merah menahan amarah.
"Jangan karna Papa kamu invest ditempat saya kamu bisa seenaknya"
"Jemima tidak ada urusan dengan perceraian kita. Memang sebelum menikah saya tidak sengaja melakukan dengan Jemima karna mabuk. Dan saya baru tahu kalau saya memiliki anak dari Dia. Jadi saya ambil tanggung jawab itu untuk mengurusi anak saya. Tapi soal perceraian tidak ada hubungannya dengan dia. Itu semua karna diri kamu." Darwin memukul meja disebelahnya.
"Saya banyak bukti atas foto-foto naked kamu dengan selingkuhan kamu itu. Lebih baik kamu diam atau saya serahkan foto-foto itu ke Papa dan Mama kamu. " ancam Darwin kembali.
Jemima sampai di salah satu perumahan terkenal di pinggir kota Jakarta, Darwin membelikannya rumah untuk Dira karna merasa khawatir jika tinggal di apartemen.
"Loh Mama Dira koq sudah pulang" Bude Wati yang sedang menggendong Dira kaget karna tidak biasanya Jemima pagi-pagi sudah pulang dari pekerjaanya.
"Iya Bude aku gak enak badan" kemudian mencuci tangannya dan segera kekamar. Sebelum bertemu dengan Dira ia selalu membiasakan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah segara ia mengambil Dira dalam gendongan Bude Wati. Ia memeluk anak itu dan mencium pipinya amat dalam. Rasa nyaman dan tenang sangat ia butuhkan saat ini, dan hanya bisa ia dapatkan saat memeluk buah hatinya.
Kemudian Jemima membawanya kekamar ingin berdua dengan anaknya.
"Pulang Mas aku gak mau ketemu kamu" jawab Jemima dari dalam kamar.
"Buka dulu aku mau lihat keadaan kamu" nada khawatir Abram terdengar dari suaranya
"Aku gak apa-apa Mas. Kamu pulang saja" Jemima masih menolak
"Aku akan tunggu disini sampai kamu keluar kamar" Abram menunggu di ruang tv ia tahu Jemima tidak akan berlama-lama dikamar karna ada Dira didalam sana.
Suara mobil berhenti didepan rumah Jemima. Darwin kaget akan Abram yang ada dirumah Jemima.
"Bram ngapain lu disini?"
"Win kenapa bisa gini, kenapa Cindy bisa berfikir kalau gara-gara Jemima kalian cerai"
__ADS_1
"Bukan urusan lu" Darwin tampak kesal dan buru-buru mengetuk pintu kamar Jemima.
"Je open the door please. Let me explain it to you" Darwin mengetuk-ketuk pintu kamarnya.
"Je please. Dira's crying Je" terdengar suara tangisan Dira dari dalam kamar.
"If you don't want open the door I will kick it" ancam Darwin yang sedikit kesal. Tak lama pintu kamar terbuka Jemima sedang menggendong Dira yang menangis. Dira melihat kehadiran Darwin meminta untuk di gendong.
"Dada.... mau" ucap Dira dengan suara cadelnya mengarahkan tangan agar segera di gendong Darwin . Darwin segera mengambil Dira dan Jemima kembali masuk kedalam kamar.
"Hei kenapa menangis my boy" ucap Darwin ke Dira sambil mengusap-usap kepalanya.
"Mama aniss, atut" Dira memeluk Darwin dengan erat.
"Bude... tolong bawa Dira dulu saya perlu bicara dengan Mama nya" Bude datang mendekat dan mengambil Dira dari gendongannya. Abram berdiri dan ingin ikut masuk ke kamar.
"Stop Bram. It's my business." Darwin menahan Abram ia ingin menyelesaikan berdua dengan Jemima. Kemudian Darwin masuk dan menutup pintu kamar Jemima.
"First of all. I want say sorry. Saya tidak tahu bahwa Cindy akan berlaku seperti itu. Dia hanya mencari pelampiasan atas pereceraian kami berdua"
"Saya bercerai bukan karna kalian. Dia sudah selingkuh sejak setahun lalu. Dan kebetulan saat saya sedang mengikuti mereka saya melihat kamu dan Dira di bandara" Darwin berdiri beberapa langkah dari Jemima yang menangis di pinggir tempat tidur.
"Kamu jangan merasa bersalah Je"
"Tapi saya malu Pak atas tindakannya tadi, orang-orang akan berfikir kalau saya ini pelakor di rumah tangga Bapak" air matanya menetes semakin deras.
"Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, untuk menebus kesalahan saya dulu bagaimana kalau saya menikah dengan kamu ?" Jemima menoleh ke Darwin dan laki-laki itu dengan muka cemasnya menunggu jawaban Jemima.
"Menikah, saya dan Bapak?" tanya Jemima tidak percaya dengan ajakan Darwin.
"Iya kamu dan saya" .....
__ADS_1