Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 54


__ADS_3

Jemima duduk disalah satu sudut ruangan sambil memperhatikan Dira berenang bersama Darwin dan Cindy beserta anak mereka. Berulangkali Dira menoleh kearahnya dengan muka bahagia hanya balasan senyuman yang bisa berikan kepada anaknya itu.


"Gak ikutan berenang?" ucap Magda menghampiri dirinya sembari membawa tiramisu cake untuk Jemima.


"Makasih Ma. Ehm gak biar Dira bermain sama Daddynya, sudah lama mereka tidak bertemu"


"Are you ok?" tanya Magda


"Baik Ma" ucap Jemima dengan senyum kecilnya.


"Kalau kamu ingin cerita, Mama feel free" Magda merangkul bahu Jemima.


"Aku cuma berusaha selalu kuat untuk Dira Ma, apapun yang terjadi dengan ku sudah aku abaikan, asalkan Dira bahagia dia tidak bersalah karna lahir didunia ini." Jemima mencoba tersenyum, entah kenapa setiap membahas Dira air matanya selalu ingin keluar tetapi saat ini ia berusaha untuk menahannya.


"Mama hanya bisa meminta maaf atas kelakukan Darwin ya, Mama dan Papa berjanji selama kami berdua hidup akan selalu menjaga kamu dan Dira" ucapan dan usapan Magda ke Jemima membuatnya terharu dan semakin menguatkan dirinya.


"By the way sudah menemukan laki-laki yang tepat untuk dirimu?" tanya Magda penasaran.


"Belum ada Ma, masih jomblo sampai sekarang" sambut tawa Jemima


"Mau Mama kenalin dengan anak teman Mama?"


"Hah! Gak usahlah Ma, begini saja aku sudah nyaman koq. Tidak mau dipaksakan"


"Cobalah cari, kamu juga perlu laki-laki untuk menemani kan"


"Iya Je cari lah, atau Papa kenalkan sama kolega Papa" sambung Bagus dan ikut bergabung bersama mereka.


"Jangan khawatir Papa akan pilihkan yang terbaik untuk kamu"


"Pilihkan apa Pa" Darwin tiba-tiba datang untuk meneguk segelas teh hangat yang diletakkan didepan meja Jemima.


"Itu Jemima, Mama mau jodohkan dengan anak teman Mama" ucap Magda sembari menggenggam tangan Jemima.


"Ohh...." hanya itu tanggapan dari Darwin dan kembali menuju kolam renang.


"Pa cariin yang terbaik ya" ucap Magda lagi dan disanggupi oleh Bagus sedang Jemima hanya tersenyum menanggapinya.


Tidak terasa hari semakin larut, Dira yang sudah puas bermain bersama Daddy dan adik tirinya saat ini ketiduran di sofa ruang tv.


"Ma Pa, Jemima pulang ya" pamit Jemima kepada kedua orang tua Darwin.


"Loh kamu menginap disini saja, kasihan itu Dira kalau harus kamu bawa pulang" ucap Magda melarang kepergian mereka berdua, Jemima merasa segan harus menginap disana karena ada Darwin dan Cindy yang kebetulan menginap dirumah orang tua Darwin.


"Gak apa-apa Ma, besok ada tukang yang akan datang jadi aku harus pulang" elak Jemima, menolak secara halus permintaan Magda.

__ADS_1


"Sempatkan kalian menginap disini ya Je"


"Baik Ma kapan-kapan kami akan tidur disini"


Darwin dan Cindy sudah tidak tampak lagi dihadapan mereka. "Biar Papa yang gendong Dira ke mobil, kemana ini Daddy nya gak tampak, ah sudahlah, Opa masih kuat" ucap Bagus secara hati-hati mengangkat Dira kedalam mobil Jemima.


"Terimakasih Pa kami pulang dulu" Jemima mencium punggung tangan Bagus dan Magda bergantian kemudian meninggalkan kediaman mereka.


Sesampainya dirumah, Jemima mengangkat kembali Dira dari dalam mobil kekamarnya. Dalam tidurnya Dira mengigau memanggil Daddy nya.


"Daddy kita berenang lagi ya ya" Jemima mengelus-elus kepala anaknya agar Dira dapat tidur dengan tenang.


Tidak disangka pagi-pagi Darwin datang kerumah Jemima.


"Ada apa pak? " tanya Jemima heran akan kedatangan Darwin.


"Gak apa-apa Je, maaf semalam saya tidak antar kalian pulang" Darwin masuk kerumah Jemima dan memeriksa sekitar ruangan mencari sosok Dira.


"Masuk Pak, Dira masih tidur, mau tunggu?"


"Iya saya tunggu"


"Saya buatkan kopi ya dan sarapan" Jemima dengan sigap menyeduh kopi kesukaan Darwin yang sudah dia simpan jika Darwin datang kerumahnya.


"Ini Pak kopi dan rotinya" Jemima duduk didepan Darwin sambil menikmati roti bakarnya.


"Iya santai Pak."


"Kamu mau gabung lagi di perusahaan? Saya akan carikan posisi buat kamu" ucap Darwin.


"Enggak Pak saya sudah ada panggilan interview dari perusahaan lain" Jemima berbohong padahal sampai saat ini belum satupun ada yang memanggilnya.


"Baik kalau memang kamu ingin kembali bilang sama saya" tak lama terdengar suara rengekan Dira yang baru bangun tidur.


"Itu Dira" Darwin dan Jemima bersama menghampiri Dira, Dira tampak bahagia akan kehadiran ayahnya dan Jemima meninggalkan mereka berdua.


Menjelang siang teman lama Jemima, Arka yang saat ini sudah bekerja menjadi security di salah satu perusahaan datang ke berkunjung kerumahnya.


"Permisi" sapa Arka saat sampai dirumah Jemima. Ia melihat ada sosok laki-laki blasteran dirumah itu, yang ia ketahui itu adalah ayah kandung Dira.


"Om Arkaaaa" teriak Dira kegirangan saat Arka mengunjunginya.


"Haii Dira lagi apa, ini Om bawain martabak Ovomaltin sukaan Arka" Arka menyerahkan bungkusan martabak itu ke Dira.


"Asikkk makasih Om" kemudian Dira menyerahkan bungkusan itu ke Bude Wati. Arka duduk di teras rumah Jemima menunggu Darwin pergi. Laki-laki itu akhirnya pergi dengan tatapan tidak suka ke Arka.

__ADS_1


"Sorry lama ya Ka, gimana kabar kamu sudah 2 bulan kayaknya gak main ke sini" ucap Jemima sambil membawakan segelas es jeruk dingin.


"Iya Je baru kerja sama sibuk kuliah" ucap Arka


"Gimana kerjaan sekarang cocok kan?" tanya Jemima ikut duduk disamping Arka.


"Ya begitulah, lebih teratur aja sekarang jadi bisa sambil lanjutkan kuliah" ucapnya sambil menyeruput es jeruk yang dibuatkan Jemima.


"Tapi agak kurang nyaman sama adiknya Bos, cewe rusuh banget" lanjut Arka.


"Rusuh gimana?" tanya Jemima penasaran


"Iya udah kaya ratu apa-apa harus dibawain, manja , sukanya nyuruh-nyuruh gue terus, kan gue security bukan OB" keluh Arka.


"Naksir kali sama lu haha" Jemima tertawa


"Apaan mukanya aja kalau natap gue udah kaya mau nelen orang" Arka menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat muka jutek April.


"Cantik gak?" tanya Jemima


"Ya cantik, kaya barbie lah, perawatan terus kayaknya haha, beda lah sama lu Je"


"Yee kurang ajar lu, gini-gini juga gue masih kaya anak gadis kalau di dandanin" Jemima tertawa sambil mengibas-ngibaskan rambutnya.


"Je, gue ada lowongan nih ditempat gw kerja, bosnya lagi butuh Sekretaris, tapi ada syaratnya" Arka memandang wajah Jemima.


"Apaan syaratnya" tanya Jemima dengan alis mengkerut penasaran.


"Dia maunya yang single, gajinya gue denger sih gede banget, tapi gitu harus siap saat di butuhkan, lu mau coba?"


"Ehmm gimana ya, gue pikirin dulu deh Ka, tapi thanks infonya ya" hubungan mereka memang hanya sebetas teman saja, kedua orang ini memang sengaja menjaga hati mereka karna latar belakang masing-masing.


"Beneran Je kalau emang mau gue bilang sama HRDnya kan lu ada pengalaman sama Bapaknya Dira terus sama aki-aki kemarin" Arka masih mencoba menawari Ke Jemima.


"Iya juga sih, apa gue coba aja kan belum tentu keterima" Jemima kembali berfikir cepat, ia sudah menganggur cukup lama tidak mungkin mengandalkan uang dari Darwin saja.


"Buruan lu print dokumennya biar besok gue bisa anterin ke HRD"


"Okey lu tunggu dulu " tak lama Jemima segera melaksanakan perintah Arka untuk menyiapkan dokumen melamar ditempat kerjanya.


"Ini, moga-moga keterima ya Ka, biar gue bisa nebeng lu terus haha" ucap Jemima sambil memberikan amplop coklat berisi berkas lamarannya.


"Siap Je" Arka tersenyum, cukup lama ia bermain dirumah Jemima bersama Dira. Dua sahabat ini bercerita kegiatannya masing-masing selama mereka bertemu. Jemima bersyukur bertemu Arka dan sebagai sahabatnya.


----

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 😊


__ADS_2