Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 57


__ADS_3

"Permisi" Jemima memunculkan diri kedalam ruangan Gerry.


"Maaf Bapak Ibu ada yang ingin diminum?" tanya Jemima sopan


"Sini dulu, nama saya Bu Sela, ingat saya Maminya Gerry" ucap Sela dihadapan Jemima.


"Iya Bu" Jemima mengangguk dengan sopan.


"Saya minta nomor ponsel kamu ,kalau-kalau ada urusan saya bisa hubungi kamu"


"Oh iya Bu sebentar saya catatkan dahulu" Jemima kemudian menuju mejanya Gerry mengambil post it dan menuliskan nomor ponsel nya.


"Ini Bu, oh iya Bapak sama Ibu mau minum apa saya buatkan" tanya Jemima menanyakan maksud dan tujuan sebenarnya keruangan Gerry.


"Gak usah Je, saya mau pulang sama Mami saya" kemudian Gerry mematikan laptopnya , mengemas dan bangkit dari kursinya.


"Loh koq pulang Mami kan baru sampai" komplain Sela


"Aku anterin pulang, Mami tunggu bawah aku beres-beres dulu" ucap Gerry


"Ya udah deh. Saya pulang dulu Je" tampak wajah kecewa dari muka Ibu-ibu yang tampilannya tampak elegan dengan tas tangan berkulit buaya yang tergantung dilengan kirinya. Jemima pun ikut kembali ke mejanya merapikan barang-barangnya untuk segera pulang.


"Kunci ruangan saya Je" perintah Gerry


"Besok lagi kalau saya bilang tidak mau diganggu termasuk juga dengan Ibu saya ya" Jemima tampak bingung dengan ucapan Gerry dan ia hanya dapat menjawab "Iya Pak".


Malam ini Jemima beserta Dira, Bude Wati dan Arka makan malam disalah satu restoran all you can eat.


"Je enak banget nih, kenyang gue" ucap Arka saat dia sudah berhenti makan


"Makan lagi Ka, mumpung waktunya belum habis" Jemima yang sedari tadi sudah berhenti makan dan hanya menikmati ice cream tampak senang melihat Arka yang kekenyangan.


"Gak lah" Arka menyandarkan tubuhnya di kursi tampak lemah karna kekenyangan.


"Gimana dikantor? Betah kan sama si Bos?" tanya Arka


"Tiap kantor beda bos, sekarang sih lagi mendalami karakter pak Gerry, dia jarang ngomong sih tapi sekalinya marah serem" Jemima mengingat bagaimana Gerry memarahi anak buahnya.


"Ya emang gitu apalagi dia sayang banget sama adeknya, gak boleh diganggu" ucap Arka lagi

__ADS_1


"Iya enak jadi adiknya ya ada yang jagain" dalam hatinya Jemima merasa iri melihat kedekatan Gerry dan April. Rasanya ia ingin juga memiliki kakak yang selalu melindunginya.


"Udah yuk balik besok kerja lagi nih haha, sebelum pulang gue mau titip kue untuk Bapak Ibu dan Rena ya" ucap Jemima


"Gak usah Je lu ngerepotin aja sih" tolak Arka karna merasa tidak enak dengan Jemima.


"Ih apaan sih" ucap Jemima.


Setelah membelikan 1 box donat untuk keluarga Arka mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing


"Dada om Arka" ucap Dira melambaikan tangan perpisahan ke Arka dan disambut dengan hal yang sama juga.


Esok paginya......


"Siap Je, 5 menit lagi kita berangkat" ujar Gerry saat hendak memasuki ruangannya.


"Kemana Pak?" tanya Jemima yang untung saja sudah menyelesaikan makan paginya.


"Bandung" ucap Gerry singkat.


Gerry yang masih muda dan aktif tidak suka memakai supir sehingga kemana-mana ia selalu menyetir sendiri, termasuk perjalanan ke Bandung ini.


"Pak saya saja yang bawa mobil" Jemima merasa tidak enak saat Gerry duduk disisi pengemudi.


"Saya sempat bertemu Darwin beberapa hari lalu" ucap Gerry memulai pembicaraan menuju Bandung. Deggg jantung Jemima berdetak kencang, memang saat interview Gerry tertarik dengan dirinya karna pernah bekerja di perusahaan Darwin.


"Oh iya Pak, bagaimana kabar Pak Darwin" Jemima berbasa basi menanggapi ucapan Gerry.


"Baik, sepertinya dia happy sekali setelah kembali dengan mantan istrinya, kalau saya jadi dia gak akan mau kembali dengan mantan yang sudah khianat dengan saya" ujar Gerry santai dan matanya tetap fokus melihat kedepan.


"Iya Pak dia memang secinta itu dengan mantan istrinya" Jemima memandang kekiri mengingat kembali bagaimana sakitnya saat memutuskan rencana pernikahan dengan Darwin.


"Kalau nanti kemalaman kita menginap saja disana, maaf saya ajak kamu kesana karna Pak Harmoko tidak bisa ke Jakarta dan saya perlu sekali proyek yang ada di Semarang" Gerry memandang Jemima dan kembali fokus dengan kemudinya.


"Iya Pak tidak malasah" perjalanan ke Bandung memakan waktu hingga 2 jam. Berulang kali ia melihat Gerry mengernyitkan alisnya.


"Are you okay pak?" tanya Jemima penasaran


"Gak apa-apa" Jemima kembali fokus kedepan dan terdengar notifikasi pesan masuk di ponselnya kemudian segera dilihatnya.

__ADS_1


✉️ : Jemima ini saya Mami Gerry.


Saya titip Gerry soal makanan ya dia itu ada maag, sering kambuh pastikan dia jangan telat makan.


✉️ : Baik Bu nanti saya akan ingatkan pak Gerry


Setelah menjawab pesan dari Sela, Jemima memasukkan kembali ponselnya ke tas, rasanya tidak enak jika ia sering-sering membuka ponsel sedangkan bosnya sedang serius menyetir.


"Pak nanti direst area mampir sebentar ya" ucap Jemima dan diangguki oleh Gerry.


Sekitar perjalanan 5 km kemudian sampailah mereka di rest area.


"Pak aku kekamar mandi dulu" ucap Jemima


"Saya juga" ucap Gerry singkat. Tak lama Jemima menyelesaikan urusannya dikamar mandi kemudian ia beralih ke minimarket untuk membeli beberapa makanan yang bisa mengisi kekosongan perutnya terutama perut Gerry.


Jemima melangkah cepat saat melihat Gerry sudah bersandar di pintu mobil menunggu kedatangannya.


"Maaf Pak lama saya beli makanan dulu" sambil mengangkat bungkusan plastik.


"Iya cepet masuk" Gerry kemudian mausk kedalam mobil dan diikuti oleh Jemima.


Mobil kembali melanjutkan perjalanan, Jemima sudah sibuk membongkar isi plastikya diambilnya sebungkus roti sandwich dan dibukanya, kemudian menyodorkan di depan muka Gerry. Gerry tampak bingung dengan tindakan Jemima.


"Dimakan Pak, saya dapat pesan dari Ibu Sela untuk memastikan Bapak makan teratur saya yakin tadi pagi Bapak belum sarapan" jelas Jemima dengan tangan masih memegang roti didepan wajah Gerry.


"Ayo Pak dimakan" Jemima menyodorkan hingga kemulut Gerry dan dengan terpaksa Gerry membuka mulutnya dan menggigit roti itu.


"Pinter" ucap Jemima senang sambil tersenyum puas melihat Gerry memakan roti yang di sodorkannya.


"Saya makan sendiri aja" tawar Gerry


"Jangan Pak kan lagi nyetir biar saya saja, kecuali kita tukeran menyetir jadi bapak bisa makan sendiri." jelas Jemima


"Ya sudah saya disuapi saja" kata Gerry karna malas berdebat dengan Jemima.


"Gitu dong Pak"


"Nanti disana pesan makanan juga ya Pa,kalau Bapak gak pesan saya gak pesan juga terus nanti saya sakit gimana dong"

__ADS_1


"Iya iya koq kamu jadi cerewet gini sih" ungkap Gerry yang merasa heran dengan sikap Jemima yang berubah menjadi cerewet.


"Saya kan jadi wakil Mami Bapak selama bekerja, saya akan pastikan Bapak makan dengan teratur biar Bapak gak minum obat terus" jelas Jemima sambil memandang Gerry yang sedang menyetir dan dibalas tatapan yang sama oleh Gerry.


__ADS_2