
Setelah kejadian dini hari tadi, Jemima tidak bisa tertidur pulas, setelah membersihkan diri dan merapikan kamar yang digunakannya, ia menunggu Gerry di ruang tamu. Tapi hingga pukul 9 pagi, bosnya tidak kunjung keluar dari kamar padahal Jemima ingin segera pulang dan bertemu dengan anaknya, Dira. Tidak ada yang bisa dilakukan dirumah itu karna memang rumah itu tidak ditempati bahkan bahan makanan saja tidak ada. Bosan yang Jemima rasakan sudah bolak balik ia memainkan ponselnya, hingga akhirnya bosnya itu turun dari kamarnya. Mengenakan kaos hitam dan celana jeans berwarna hitam pula, sedang Jemima memakai dress semalam yang ia gunakan saat diadakan pertemuan. Gerry diam menatap Jemima sebentar.
"Siap? Kita balik ke Jakarta sekarang" ucap Gerry yang hatinya berdegup kencang karna melihat Jemima pagi ini yang tampak cantik dengan makeup yang biasa saja tapi memancarkan kecantikan alami.
Gerry melajukan mobilnya menuju kesebuah mall terdekat dari rumahnya. Mall yang baru saja buka jam operasionalnya tampak masih sepi dari pengungjung.
"Koq ke mall Pak, ada yang mau bapak beli?" tanya Jemima bingung
"Makan dulu sebelum balik takut macet nanti kelaparan dijalan" ucap Gerry sambil memandang Jemima.
Gerry berjalan lebih dulu saat mereka menuju sebuah restoran. "Mau makan apa?" tanya Gerry ke Jemima
"Terserah bapak" ucap Jemima
"Kamu yang pilihin deh saya bingung" ucap Gerry lagi
"Ehmm apa ya Pak ? ya udah ke restoran yang biasa saya makan aja ya" Jemima melihat Chinese food restoran yang biasa ia kunjungi bersama Dira.
Jemima jalan terlebih dahulu dan menuju restoran tersebut ia duduk terlebih dahulu disudut dinding dan disusul Gerry yang duduk disampingnya, tidak biasanya Gerry duduk bersebelahan dengan Jemima, tapi Jemima bersifat biasa saja karna ia tahu bosnya itu tidak tertarik dengan dirinya.
Pesanan makanan mereka datang Jemima memesan nasi goreng dan Gerry memesan mie goreng. Jemima sudah bersiap untuk memakan makannya saat sendok yang menuju mulutnya di alihkan Gerry ke mulutnya.
"Makanan kamu enak" ucap Gerry sambil mengangguk-anggukan kepalanya menikmati makanan dari tangan Jemima.
"Bapak mau saya taruh dipiring bapak?"
__ADS_1
"Gak suapin aja sama kamu" ucap Gerry yang lanjut menikmati mie goreng didepannya.
"Oh iya sendoknya saya ganti saja" Jemima tidak menolak jika Gerry mau menghabiskan nasi gorennya karna memang porsinya besar.
"Gak usah boros air, pakai sendok kamu aja sekalian" ucap Gerry cuek, tetapi Jemima merasa sedikit aneh dengan sifat bosnya saat ini, namun Jemima tetap melaksanakan perintah Gerry hingga makanan habis dikedua piring.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju kembali ke Jakarta, beberapa kali telepon Jemima berbunyi. Nama Dira muncul dilayar ponsel, dan Jemima selalu menolak panggilan itu.
"Angkat Je, siapa tahu penting" ucap Gerry datar dengan rasa cemburu dihatinya karna melihat nama Dira di ponsel Jemima
"Enggak apa-apa koq, nanti saja" Jemima segera memasukkan ponselnya kedalam tas dan memandang lurus kedepan.
"Dira pacar kamu?" tanya Gerry penasaran selama ini ia ingin sekali menanyakan tentang siapa itu Dira, nama yang sering muncul di ponsel Jemima.
"Ehm bukan Pak" jawab Jemima
Mereka sampai didepan gang rumah Jemima, ia sengaja meminta menurukan di gang sebelah rumahnya, agar Gerry tidak mengetahui persis rumahnya.
"Sampai jumpa Pak, hati-hati dan istirahat Pak" ucap Jemima sebelum menutup pimtu mobil dan melambaikan tangan ke Gerry yang perlahan melajukan mobilnya meninggalkan Jemima sendiri. Jemima memastikan kembali bahwa Gerry sudah tidak ada dan ia berjalan menuju kerumahnya. Persis didepang gang rumahnya nampak segerombolan Ibu-ibu yang sedang berkumpul didepan salah satu rumah Ibu-ibu tersebut.
"Baru pulang jam segini Mama nya Dira, lembur terus ya, diantar sama siapa tuh" ujar salah satu Ibu yang sedang duduk disana.
"Iya Bu. Permisi saya pulang dulu" Jemima malas menanggapi ucapan dan tuduhan dari Ibu-ibu disana. Masih terdengar ditelinga ucapan Ibu-ibu tadi " eh dia tuh sekertaris pasti main sama bosnya, dulu sama bapaknya Dira juga katanya bekas bosnya,terus hamil, eh dicerain deh." ucap Ibu yang lain dan Jemima hanya bisa bersabar mendengarnya. Andai dia bisa pergi dari rumah yang ditempatinya saat ini, ia akan pergi tapi sayangnya rumah ini pemberian Darwin untuk Dira dan dia belum sanggup untuk membeli rumah baru.
"Dira, Mama pulang" ucapnya saat membuka pintu rumah dilihatnya Dira sedang menggambar disebuah kertas.
__ADS_1
"Mama kenapa baru pulang, Mama gak kangen sama Dira" keluh Dira kepada Mamanya itu, Jemima hanya bisa tersenyum dan menciumi pipi anaknya.
"Maaf ya Nak, Mama janji besok kita jalan-jalan oke, semalam cerita apa dengan Daddy seru tidak?" ucap Jemima mengalihkan amarah anaknya.
"Seru Mama, Daddy bacakan buku-buku baru. Daddy membawa 5 buku baru loh Ma, nanti malam Mama bacakan 1 buku yang belum dibuka" ucap Dira dengan antusias menceritakan bacaan yang dibacakan Daddynya.
"Iya pasti dong, sekarang Mama ganti bju terus temani Dira menggambar" Jemima melangkahkan kakinya menuju kamar mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah. Kemudian ia membongkar isi paperbag mengeluarkan baju kotor yang dipakainya kemarin dan ia melihat kaos Gerry yang di berikannya semalam, harum parfum Gerry tecium jelas dikaosnya. Bahkan baju rumah nya saja sewangi ini, terbayang bagaimana sikap Gerry semalam saat didapur, dan hal ini membuat Jemima merinding, ia membayangkan juga dada Gerry yang bidang, andaikan mempunya pacar seperti Gerry pasti menyenangkan, tapi seketika angannya hancur akan ucapan Gerry.
"Ih dasar bos rese, awas ntar naksir gue lu" ucapnya kesal dan melemparkan baju Gerry ke keranjang baju kotor.
Semalam Jemima melunasi permintaan Dira untuk membacakan buku baru yang dibawakan oleh Darwin dan siang ini mereka berencana untuk pergi ke Mall bermain disalah satu playland tempat favorit Dira. Mereka menghabiskan waktu lebih dari 1 jam didalam playland tersebut, Dira mencobai semua permainan yang disediakan tampak mukanya bahagia sekali. Puas bermain ternyata perut Dira sudah kelaparan dan meminta untuk diisi dengan ayam goreng kesukaannya dan ice cream sundae.
Asik menikmati makanannya tiba-tiba ponsel Jemima berdering, nama Gerry muncul dilayar ponselnya.
"Halo Pak" jawab Jemima yang sedang menguyah makanannya.
"Kamu dimana?" tanya suara lelaki diseberang sana
"Di mall Pak lagi makan, Bapak ada perlu apa? tanya nya langsung.
"Ke apartemen sekarang ya, saya ada perlu, penting!" seketika Jemima tersedak dan membuatnya batuk-batuk karna permintaan bosnya. Tidak cukupkah kemarin mereka menginap bersama dan hari ini harus bertemu lagi, tetapi apa daya ia tidak bisa menolak karna komitmen saat interwiew waktu itu.
Dengan berat hati Jemima menyanggupi permintaan Gerry " Iya Pak, tunggu saya kesana" kemudian mematikan ponselnya dan memandang anaknya dengan rasa bersalah karna harus pergi mengurusi bosnya itu.
---
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya para readers 😙