
Gerry belum membaca pesan dari Maminya karna saat ini dia sedang melakukan pendekatan dengan Dira.
"Ambil saja yang Dira mau. Nanti Om belikan" ucapnya saat mereka ada didalam minimarket.
"Boleh Om Dira ambil ice cream?" tanya Dira ragu
"Boleh ambil yang Dira suka" kemudian Dira mengambil 1 cup ice crem rasa vanila.
"Hanya satu? Ambil yang banyak Dira." Gerry memasukkan 5 Box ice cream berbagai rasa kedalam keranjangnya dan membelikan Dira banyak snack. Rasanya ia puas sekali menyenangkan hati anak kecil disampingnya yang meminta digandeng saat berjalan menuju parkiran.
"Gerrr, kamu beli apaan saja. Ini terlalu banyak" ucap Jemima kaget saat melihat belanjaan Gerry yang terlalu banyak.
"Apa sih Yang" ucap Gerry yang tidak terlalu fokus dengan omelan Jemima karna membaca pesan dari Maminya. Mukanya langsung berseri, ia memegang muka Jemima dan mengecup bibir Jemima dan menyesapnya.
"Gerrrrry apaan sih kamu" Jemima mendorong Gerry karna takut Dira akan melihat perbuatan mereka.
"Yang, jadilah kita nikah. Mami sudah kasih restu buat kita" kembali ia mengecup bibir kekasihnya. Jemima diam tidak percaya dengan ucapan Gerry, benarkah perjalanan cintanya kali ini berhasil.
"Beneran?" tanya Jemima lagi belum percaya.
"Iya Sayang." Gerry tersenyum menatap kekasihnya yang sudah menahan air mata bahagia.
"Sudah siap jadi Nyonya Gerry Mawardi" Jemima mengangguk mendengar ucapan Gerry. Namun seketika ia teringat akan belanjaan Gerry yang berlebihan untuk Dira.
"Ger, ini kamu belanja banyak banget. Ice cream segini banyak memang mau jualan"
"Gak apa-apa Yang buat Dira. Aku akan menjadi Papa yang baik dan membanggakan buat dia. Ini hanya ice cream kalau dia minta yang lain pasti akan aku kasih" Jemima tersenyum mendengar omongan kekasihnya yang berlebihan menurutnya.
__ADS_1
"Bisa aja Pak Bos ini. Masalahnya kulkas aku gak muat ini untuk simpan ice cream segini banyak" kata Jemima sambil menunjuk kulkas 2 pintunya yang berwarna hitam.
"Hehe maaf Yang, ya sudah kita makan dulu saja, aku pikir kulkas kamu kaya punya aku dirumah" mereka berdua tertawa bahagia. Sangat bahagia karna merasa jalan mereka menuju pernikahan sangat dilancarkan. Jemima menyuapkan ice cream suap demi suap ke mulutnya dan Gerry. Keisengan Gerry muncul saat ia melihat Jemima memasukkan ice cream kedalam mulutnya ia segera membekap bibir Jemima dengan bibirnya. Kemudian ia menjilati bibir Jemima dan pelan-pelan ia memasuki bibir itu dibukanya bibir itu agar ia memiliki akses masuk lebih mudah. Rasa ice cream dari kedua mulut mereka menambah rasa manis ciuman itu. Gerry dan Jemima saling membalas ciuman pasangannya. Gerry dan Jemima rasanya tidak ingin menghentikan ciuman kebahagiaan itu.
Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka dari luar dan Jemima langsung mendorong Gerry.
"Mammma aku mau ice cream nya" ucap Dira sedikit berteriak.
"Ehh iya sayang ini ice cream kamu, banyak banget dibeliin sama Om" ucap jemima sedikit panik.
"Ih mama sama Om udah makan duluan, jorok makannya belepotan gitu" ucap Dira polos yang melihat kedua orang Dewasa didepannya dengan sisa-sia ice cream dimulutnya yang berantakan karna ciuman panas mereka. Jemima panik ia segera ke wastafel dan mengelap mulutnya sedangkan Gerry terkekeh geli melihat kepanikan Jemima dan ikut membersihkan bibirnya.
"Sini Dira buka box yang baru, box yang ini sudah dimakan Mama kamu semuanya" ucap Gerry sambil melirik Jemima dan mendapatkan tatapan sinis dari Jemima.
"Jangan banyak-banyak makannya Dira" pesan Jemima kepada anaknya.
Sore itu 3 orang yang kelak akan menjadi 1 keluarga menikmati ice cream bersama dengan rasa bahagia.
"Kamu maunya konsep nikah seperti apa Yang?" tanya Gerry saat mereka sedang duduk berdua di sofa ruang kerja Gerry.
"Apa ya, dulu sewaktu aku masih sendiri aku ingin menikah dengan tema international menggunakan gaun seperti Princess mengundang banyak orang dengan pesta yang meriah. Tapi semenjak memiliki Dira khayalanku berubah kelak jika aku menikah aku hanya ingin yang sederhana tetapi kihmat bersama orang yang kusayang saja" Jemima meletakkan kepalanya dipundak Gerry ,menaruh harapan besar pada laki-laki disampingnya.
"Aku akan turuti semua mau kamu, kamu tinggal bilang." Gerry mengecup kepala Jemima dengan dan penuh kasih sayang.
"Gak Yang, aku yang akan ikut mau kamu. Ini kan sama-sama pernikahan pertama kita dan semoga menjadi yang terakhir. Aku tidak ingin kamu kecewa menikah dengan wanita seperti aku yang sudah memiliki anak. Apa kata orang laki-laki bujangan menikah dengan seorang wanita yang memiliki anak tanpa pernikahan. Aku takut kamu akan mendapat cibiran dari orang-orang yang kenal kamu, gara-gara aku"
"Hei kamu bicara apa. Kamu justru yang terbaik. Wanita-wanita single, sexy dan menggoda gak ada yang mampu mengalahkan pesona Ibu-ibu satu ini, buktinya aku memilih kamu untuk menjadi pendamping hidupku. Jangan menjadi wanita yang rendah diri" ucap Gerry menenangkan hati Jemima.
__ADS_1
"Aku janji akan selalu membahagiakan kamu dan Dira selamanya dan aku akan menyayangi Dira seperti anak kandungku sendiri" ucap Gerry lagi dan perkataanya membuat hati Jemima terenyuh hingga ia meneteskan air mata bahagia kemudian ia menegakkan sandarannya dan menatap laki-laki disebelahnya. Ia merasa amat bersyukur dengan hadirnya Gerry yang dianggapnya menjadi sosok penyelamat untuknya dan anaknya.
"I love you Pak Bos" ucap Jemima kemudian ia mengecup bibir Gerry dan Gerry tidak melewatkan kesempatan itu untuk ******* bibir kekasihnya.
Sore hari.....
Gerry melajukan mobilnya menuju rumah Jemima. Setiap hari ia akan berangkat dan pulang bersama. Gerry menyewa sebuah kosan executive didekat rumah Jemima hanya agar ia bisa mengantar dan menjemput Jemima setiap hari.
"Yang kalau kita menikah, kita pindah rumah di Jakarta lagi oke. Badannku tidak sanggup untuk bolak-balik terus." Jemima terekeh geli mendengar omongan Gerry.
"Aku sudah membeli sebuah tanah dan nanti akan aku bangun untuk tempat tinggal kita. Tanahnya cukup besar 500 m2 nanti kamu bilang design dan konsep seperti apa, biar aku yang gambar"
"Iya Yang, terimakasih ya. Padahal aku tidak masalah loh kalau kita tinggal di Bogor kan udaranya sejuk" ucap Jemima
"Badanku yang remuk tiap hari nyetir bolak-balik gini. Kalau sekarang kan terpaksa demi kamu" Jemima hanya bisa tersenyum mendengar keluhan kekasihnya.
"Pacar aku sudah tua sih" ledek Jemima.
"Tua apa, kamu belum tahu saja performa aku. Kalau sudah merasakan pasti kamu yang menyerah duluan" dan Jemima tidak melanjutkan ledekannya lagi karna membayangkan bagaimana nanti hubungan mereka saat sudah menikah.
Hingga sampai dirumah Jemima, Gerry ikut masuk menyapa anak laki-laki yang sedang menggambar sebuah pesawat.
"Haloo Bro, gambar pesawat apa itu, keren banget" sapa Gerry kepada Dira tetapi tidak ditanggapi sama sekali oleh anak itu.
"Dir koq diam saja. Itu kan diajak bicara Om" tegur Jemima kepada Dira yang menurutnya tingkahnya aneh malam ini.
"Aku gak mau sama Om aku gak mau punya Papa, Om pergi sana" ucap Dira berteriak dan meninggalkan dua orang dewasa itu yang terkejut akan ucapan Dira barusan
__ADS_1
----
Jangan lupa like dan komen ya