Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Malam Itu (2)


__ADS_3

Jemima sudah sampai di lobby hotel, ia berjalan sedikit sempoyongan menuju kamarnya, kepalanya sudah pusing. Ia tiba didepan kamarnya mengetuk-ngetuk pintu kamar berharap Alya membukakan pintu karna ia lupa tidak membawa key card kamar.


"Al Al ini gue , bukain dong" Jemima mengetuk pintu berkali-kali agar segera dibukakan.


"Al al" ucap Jemima lagi tapi tidak ada tanggapan dari dalam kamar kemudian dari ujung lorong muncul Darwin yang baru saja keluar dari lift. Ia bersandar di tembok, sepertinya ia mabuk parah. Jemima merasa kasihan dan segera mendekati bos nya.


"Pak, Bapak gak apa-apa" tanya Jemima dan Darwin hanya memandangnya saja.


"Saya bantu kekamar Pak" Ucap Jemima dan memapah bahu Darwin. Jarak yang begitu dekat dan sentuhan yang terjadi antara mereka berdua membuat jantung Jemima berdetak kencang. Ia belum pernah sedekat ini dengan pria apalagi dengan laki-laki idolanya. Sampai didepan pintu Darwin merogoh kantong celananya dan mengeluarkan key card kemudian bunyi pintu terdengar menandakan pintu bisa dibuka dan Jemima mendorong pintu untuk masuk kekamar Darwin. Ia terperangah dengan kamar Darwin yang begitu bagus dari pintu kamar disambut dengan ruang tamu beserta tv dengan gaya tropical serta meja makan kecil dan 1 ruang lain yang merupakan kamar tidur dengan kasur king bed nya.


Jemima membantu Darwin hingga ke kamar dan saat hendak meletakan Darwin kekasur, karna badan Darwin yang lebih besar Jemima ikut terjatuh kekasur dengan posisi Darwin menimpa dirinya. Beberapa saat Darwin dan Jemima berpandangan-pandangan. Kemudian wajah Darwin perlahan mendekati wajah Jemima dan ia mencium bibir Jemima secara lembut. Sedangkan Jemima yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa diam,ditambah dengan kondisinya yang agak mabuk ia tidak bisa berfikir jernih, hanya nafsuh yang ada dipikirannya sekarang. Lama-lama ia bisa mengikuti pergerakan bibir Darwin dan membalas ciuman itu, akhirnya ciuman lembut itu berubah menjadi ciuman panas yang penuh dengan gelora. Tangan Darwin mulai menyentuh paha Jemima yang terpampang nyata karna dressnya terangkat. Jemima menggeliat merasa geli tapi ia menikmatinya hingga tanpa terasa dress Jemima mulai terangkat dari tubuhnya dan Darwin menremas pelan bukit kembarnya, Jemima yang dalam keadaan mabuk tidak bisa berfikir normal. Ia tahu ini salah tapi entah kenapa ia tidak mampu menghentikannya, sedangkan Darwin yang merasa tidak ada penolakan dari Jemima terus melancarkan aksinya. Ia menciumi leher Jemima dan turun ke kedua benda kenyal itu ia hisap dan memuntirnya sehingga Jemima tidak sanggup untuk menahan desakhan nya.


"Arggghh"


Mendengar suara itu membuat Darwin semakin bersemangat menyentuh tubuh Jemima, ia berfikir pasti Jemima sudah pernah melakukannya dengan pria lain, ia membandingkan kehidupannya yang bebas di luar sana. Tanggannya mulai menyentuh daerah sensitif Jemima, suara-suara yang keluar dari mulut Jemima semakin sering. Darwin pun dengan sekuat tenaga melepaskan pakaiannya, meskipun dalam keadaan mabuk ia tetap ingin melakukan nya dengan sempurna. Jemima terkejut dengan Darwin yang sudah polos tanpa pakaian ia ingin segera bangun karna merasa ini salah dan mencoba mendorong Darwin tapi malah Darwin menahan tangannya keatas dan mulai memasukkan kejantanannya ke lubang milik Jemima. Tapi yang Darwin rasakan begitu sulit, apakah karna ia sedang mabuk sehingga sulit sekali masuk, ia mencoba lagi dan masih belum berhasil.

__ADS_1


"Whats wrong with me" Darwin mulai meragukan keperkasaanya karna hal ini tidak pernah terjadi. Sedangkan dari sisi Jemima ia merasakan sakit ketika Darwin memaksakan dirinya masuk.


"Jangan Pak sakit... sakit" dengan suara parau Jemima menolak desakan Darwin. Darwin mencoba lagi dan akhirnya masuk dengan sempurna kedalam milik Jemima


"Argghhhh jangan Pak sakit, Pak jangan,arhh, arghh"


Darwin merasakan sensasi yang berbeda ia merasa milik Jemima begitu sempit dan itu membuatnya semakin bernapksu. Suara ******* mereka berdua bersautan tanpa henti didalam kamar itu dan berakhir dengan eluhan panjang dari Darwin yang tanpa sadar mengeluarkan semua bibit nya ke dalam rahim Jemima, kondisinya yang mabuk membuatnya tidak sadar kalau ia tidak memakai pengaman apapun dan ia langsung tergelatak di samping Jemima. Sedang Jemima yang merasa kecapaian dan pusing mulai memejamkan mata dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Mereka berdua tertidur tanpa membersihkan diri dan berpakaian.


Jemima mulai tersadar dan ia merasa kedinginan.


Ia mencoba mengingat apa yang terjadi dan air matanya mulai keluar. Ia menangis sesenggukan sambil menutup dirinya dengan selimut yang dia ambil dilantai karna terjatuh disisi kasur.


"Bodoh bodoh" keluhnya sambil memukul kepalanya dan ia ingin kekamar mandi untuk membersihkan diri karna daerah selangkannya terasa lengket akan darah kesuciannya dan cairan Darwin. Ia semakin panik ketika melihatnya.


Darwin merasa terganggu dengan tangisan Jemima dan iapun merasa kedinginan. Ia mencoba meraba-raba kasur untuk mengambil selimut dan menarik selimut yang dipakai Jemima. Tapi selimut itu ditahan oleh Jemima.

__ADS_1


"Ehmm kenapa sih berisik banget pagi-pagi" keluh Darwin yang belum sadar kalau ia sedang bersama Jemima. Tidak ada jawaban dari perempuan sebelahnya dan ia membuka mata kemudian kaget melihat Jemima yang duduk meringkuk di sebelahnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Ehmm semalam saya mabuk" hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Darwin ia bingung karna baru kali ini wanita yang biasa tidur dengannya akan menangis karna biasanya wanita-wanita itu akan bergelayut manja kedirinya dan minta tidak ditinggalkan. Ia berfikir apakah semalam ia menyakiti Jemima secara tidak sadar sehingga wanita itu menangis.


"Kamu gak apa-apa" Darwin duduk dan memandangi Jemima.


Jemima yang malu dan tidak terbiasa akan tampilan bosnya saat ini menunduk tidak berani terlalu lama melihat Darwin. Walaupun jauh dilubuk hatinya ia mengakui akan kemantapan tubuh Darwin yang selama ini hanya bisa ia bayangkan dari balik kemeja kerjanya, tubuh kekar dan dada bidang kini ia bisa melihat secara nyata, belum lagi akan keperkasaan Darwin yang membuatnya menelan ludah.


"Pakkkkk hiks hiks " Jemima hanya bisa menangis kemudian mencoba berdiri dan terasa sakit serta mengganjal dibawah sana, ia meringis dan mengambil bajunya yang tercecer dilantai kemudian berlari kekamar mandi.


Darwin yang menatap Jemima pergi kekamar mandi terganggu dengan bercak darah disprei putih.


"Shiittt she' stil virgin" ia melempar bantal yang ada disampingnya, kemudian memakai celana pendek serta kaosnya. Jemima keluar dari kamar mandi dengan air mata yang masih menetes.


"Je, sorry saya gak tahu kalau kamu..." Darwin tidak sanggup berkata lagi dan Jemima tidak mempedulikan Darwin lagi kemudian keluar dari kamar itu.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya ya..


__ADS_2