Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 84


__ADS_3

"Sruuppp" Jemima menyeruput papeda yang ada dipiringnya beserta lauknyya.


"Ahhh enak Mbak" ucap Jemima senang merasakan makanan khas Papua pertama kali.


"Enak kan, makan yang banyak. Dira kamu juga makan yang banyak. Nanti bude ajak jalan-jalan hari ini" ucap Julia sambil menepuk-nepup bayinya.


"Iya Bude. Kakak Lyodra sekolah ya? Dira belum sempat ketemu" ucap Dira mencari kakak sepupunya yang belum sempat ia lihat.


"Iya sekolah Dira, tenang besok kan kita mau liburan bersama " ucap Jemima sambil mengetikkan pesan ke Gerry menanyakan kabarnya.


✉️ Jemima : Pagi sayang aku sedang sarapan, kamu sudah bangun?


Tulis pesannya kepada Gerry sekitar 10 menit pesannya baru terbalaskan.


✉️ Gerry " Pagi Babe. Aku baru bangun nih, masih malas beranjak. Mau video call bisa? Miss you babe"


Kemudian Jemima bangkit dari kursinya kembali kekamar untuk menjalankan permintaan dari kekasihnya, ia tidak ingin Dira tahu bahwa mereka masih menjalin hubungan.


Jemima menekan tombol video pada aplikasi pesan di ponselnya. Tak lama wajah pria berkulit agak kecoklatan dengan dada bidangnya serta perut kotak-kotak muncul di layar ponselnya. Dengan rambut acak-acakan dan tanpa baju yang menutupi perutnya itu. Rasanya Jemima ingin sekali memeluk laki-laki itu.


"Morning sayang" ucap Gerry dengan suara serak karna ia baru saja pulang jam 3 dini hari setelah menikmati dunia malam yang sudah lama tidak ia nikmati semenjak bertemu dengan Jemima.


"Baru bangun? Tumben" ucap Jemima menahan rindu didada.


"Maaf Yang semalam aku pergi ke club sama temanku" ucap Gerry jujur.


"Iya gak apa-apa. Asal kamu gak macam-macam" ucap Jemima sedikit tersenyum walaupun dalam hati ada rasa sedikit takut jika Gerry bertemu dengan wanita-wanita cantik dan sexy diluar sana. Ia sadar bawah ia bukanlah saingan yang sesuai jika disandingkan dengan mantan-mantan Gerry.


"Gak dong aku kan cuma mau macam-macam sama kamu" goda Gerry sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Jemima. Seketika Jemima tersipu malu dan tanpa ia sadari ternyata pintu kamar terbuka Dira muncul dari balik pintu.


"Mama?" ucap Dira mengagetkan Jemima, sontak Jemima mematikan panggilan videonya dengan Gerry agar Dira tidak tahu.


"Siapa itu Mama? Om Boss ya? Mama Dira gak mau Mama sama Om, Mama hanya boleh sama Dira saja" rengek Dira dan muka Dira berubah menjadi murung. Jemima merasa bersalah akan tindakannya barusan dan mengusap kepala anaknya.


"Maaf Dira, Mama janji akan selalu bersama Dira" Jemima menatap mata anaknya. Ucapannya barusan sungguh-sungguh, tetapi ia belum bisa memutuskan seketika perasaanya dengan Gerry.


"Ayok kita ke depan lihat dedek Nuca" Jemima mengalihkan perhatian Dira dari panggilan video tadi. Sedangkan laki-laki yang masih bermalasan dikasur itu hanya bisa menghela nafas. Ia juga bingung mengapa rasanya cintanya kali ini terasa amat dalam. Dulu jika ia diabaikan dengan wanita ia akan cuek dan memutuskan wanita itu, karna menurutnya wanita bukan prioritasnya. Tapi saat ini bertemu dengan Jemima dengan status wanita itu yang single parent rasanya ia ingin segera memilikinya . Ia bangun dari tidurnya duduk ditepi kasur sembari mengacak-acak rambutnya. Dikiranya ujian dari Maminya akan sulit, ternyata ada hal yang ia abakikan, Dira. Apa yang harus dia lakukan agar anak laki-laki itu mau menerima dirinya.


Ia memeriksa ponselnya, mencari sesuatu kemudian mukanya berseri dan tersenyum memperlihatkan senyum manisnya entah kesiapa.

__ADS_1


Jemima meninggalkan ponselnya dikamar dan menemani Dira bermain dengan Nuca bayi laki-laki berusia 5 bulan.


"Besok kita berangkat pagi-pagi supaya dapat jadwal Feri yang jam 9. Setelah itu kita menyebrang ke pelabuhan Wasai" Jemima hanya mengangguk saja karna tidak paham akan transportasi disana. Mereka berencana akan mengujungi Pulau Raja Ampat, Jemima bersikeras bahwa ia akan membiayai semuanya dan sudah mengurus segala akomodasi selama liburan.


"Iya Mbak. Aku sudah menghubungi yang punya penginapan untuk jemput kita di Pelabuhan besok" ucap Jemima.


Jemima membantu Julia membereskan barang-barang yang sekiranya bisa dibawa untuk liburan mereka besok. Mereka sempat mengunjungi pasar lokal dekat dengan rumah Julia dan membeli beberapa kebutuhan. Pasar Jembatan Puri menjadi tujuan mereka untuk melengkapi kebutuhan. Jemima terkesima dengan banyaknya aneka ikan yang dijual disana, bahkan ada ikan hiu juga. Pemandangan yang tidak pernah ia lihat di pasar rumahnya. Hingga kebutuhan lengkap mereka sampai dirumah kembali, ternyata anak pertama Julia yang sudah kelas 6 SD sudah berada dirumah.


"Kakak Lyo" sapa Dira saat berjumpa dengan kakak sepupunya. Ia rindu karna biasanya hanya bertemu dengan Lyodra melalui panggilan video.


"Haii Dira, kamu kemana?" tanya Lyodra


"Habis dari pasar sama Mama dan Bude"


"Ohh aku sudah sering kesana sama Mama"


"Asik ya Kak disana"


"Iya asik, dong"


"Kakak makan dulu" ujar Julia menghampiri anaknya yang sudah berganti baju rumahan.


"Iya Ma, masak apa siang ini?"


Tiba dirumah secepat kilat Julia menyiapkan makanan untuk anaknya itu, karna terbiasa dengan pergantian menu makan setiap hari.


"Asikk sukaan Kakak, Mama nanti temani Lyo mengerjakan Pr . Biar nanti setelah liburan Lyo tidak ketinggalan pelajaran" ucap Lyodra memeluk mamanya. Anak perempuan ini meskipun sudah mempunyai adik tetap saja manja kepada Mamanya.


Dira hanya menatap keakraban Julia dan Lyodra. Rasanya menyenangkan sekali jika pulang sekolah selalu disambut oleh Mamanya, dan ketika mengerjakan pr tidak perlu menunggu hingga larut malam hingga Jemima pulang.


"Ayo Dira kita makan bersama Kakak" ajak Lyodra kepada Dira yang terdiam.


Jemima memeriksa ponselnya. Ada pesan dari Gerry.


✉️ Gerry : " Besok kalian menginap dimana?"


✉️ Jemima : " Di resort Xyz ditepi pantai, maaf ya tadi aku matikan panggilannya, karna Dira memanggil"


Setelah mengirimkan pesan itu, Gerry tidak membalas pesannya hingga esok pagi. Jemima sedikit khawatir Gerry akan marah akan sikapnya kemarin.

__ADS_1


Jemima membantu kakaknya merapikan barang-barang ke dalam mobil untuk di bawa ke pelabuhan. Setelah selesai mereka segera memulai perjalanan menuju liburan ke Raja Ampat. Perjalanan dari rumah Julia ke pelabuhan tidak terlalu jauh. Dari Pelabuhan Sorong, mereka menumpang kapal express ke Pelabuhan Waisai. Mereka duduk di kelas ekonomi dengan harga tiket sekitar 100ribu perorang. Muka Dira sangat bahagia karna bisa berlibur bersama dengan sepupunya.


"Seru ya Ma,lihat Ma ada lumba-lumba" ucap Dira bahagia ketika ada segerombolan lumba-lumba yang berenang dekat kapal mereka. Tetapi dihati Jemima ada rasa sedikit gelisah karna Gerry tidak menjawab pesannya.


'Marah mungkin' Ucapnya dalam hati.


Penyebrangan yang memakan waktu selama 2 jam ternyata sangat tidak berasa. Karna Jemima banyak bercerita mengenai hidupnya di Jakarta kepada Julia. Termasuk juga sosok Gerry.


"Semoga kalian berjodoh Je, Mbak cuma bisa mendoakan kalian saja" ucap Julia memeluk adik kesayangannya.


"Iya Mbak. Yuk siap-siap turun." mereka antri menuju pintu keluar kapal ferry, berjalan satu persatu hingga sampai di daratan.


Kring...kringg


Ponsel Jemima berbunyi, mungkin ini dari penginapan yang akan menjemput.


👩‍💼: Halo


🧔: Siang Ibu Jemima saya dari hotel sudah di pintu keluar, mobil warna merah


👩‍💼: Baik Pak kami kesana.


Rombongan keluarga Jemima bergegas menuju mobil yang sudah diinfokan sebelumnya. Setelah memasukkan semua koper dan duduk ditempatnya masing-masing. Mereka berangkat menuju hotel.


Hingga sampailah mereka di Lobby Hotel yang cukup mewah. Jemima sedikit bingung rasanya nama hotel yang dia booking bukan nama hotel yang ada didepannya. Jemima membooking hotel sekelas bintang 1 yang tergolong sederhana, tapi jelas-jelas didepannya ini merupakan hotel dengan kategori bintang 4.


"Maaf Pak apa Bapak tidak salah mengantarkan kami kesini" tanya Jemima bingung saat supir itu sedang menurunkan koper-koper mereka.


"Tidak Bu, benar ini nama Ibu kan? " supir itu menunjukkan namanya dan nomor teleponnya pada secarik kertas dan itu benar dirinya.


Ditengah kebingungannya, ponsel Jemima berbunyi, "Gerry" nama kekasihnya muncul dan ia mengangkatnya.


"Sudah sampai sayang? Aku disebelah kamar kamu nanti mampir ya"


"Maksudnya?" tanya Jemima bingung


"Aku di Hotel Mevvah tempat kamu menginap, masa aku gak boleh ikutan liburan kaya kalian sih. Nanti setelah istirahat kekamarku okey Babe. Enjoy hotelnya ya. Aku sudah reserved buat kalian. Hotel yang sudah kamu booked sebelumnya aku cancel. Nanti uangnya aku ganti ke kamu. Love you" Jemima tercengang mendengar ucapan Gerry antara tidak percaya dan senang karna kekasihnya ada disini.


---

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya


Selamat Malam minggu


__ADS_2