Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Mimpi Buruk Dimulai


__ADS_3

Jemima menaiki taxi biru yang lewat didepannya kemudian ia langsung menuju hotel tempatnya menginap dengan Alya. Ia sudah sampai di lobby dan menghubungi Alya.


"Al dimana gue di lobby, gue gak bisa naik nih" ucapnya saat panggilan diangkat.


"Gue udah dikamar, sebentar gue jemput ya"


Jemima menunggu di salah satu ayunan bambu yang ada di lobby. Ia sudah mengapus air matanya dan mencoba tabah akan keadaannya. Tidak habis pikir kenapa Agus bisa memperlakukannya seperti itu.


"Je napa lu bengong, mana Agus?" tanya Reno yang berjalan bersama Alya.


"Matiii" jawab Jemima ketus , bangkit dari ayunan itu dan segera menuju lift.


"Dihhh galak banget sih" Reno kesal dengan jawaban Jemima


"Ya udah beb Aa pulang dulu ya, hati-hati jangan deket-deket sama Jemima, gak dapat jatah dari Agus kali" kemudian Reno pergi dari hotel itu.


Alya dan Jemima berjalan bersama kedalam kamar, Alya merasa aneh dengan Jemima tetapi belum mau menanyakannya. Saat mereka sudah masuk kedalam kamar, Jemima duduk di pinggir kasur dan menangis.


Alya bingung dengan sikap Jemima.


"Je kenapa?"


"Al gue benci sama Agus, dia ngerendahin gue dan mengganggap gue cewe murahan tadi dia ajak gue ke parkiran di kota terus dia maksa cium gue dan gue tolak terus dia bandingin gue dengan cewe murahan karna waktu itu keluar dari kamar Pak Darwin " Jemima menangis dan Alya duduk disampingnya berusaha menenangkan.


"Gila sih Agus.. gak nyangka gue dia akaln kaya gitu" Alya ikut kesal dengan sikap Agus


"Udah Je jangan pikirin pokokny lu jauh-jauh sama cowo kaya gtu" Jemima hanya mengangguk menuruti perkataan Alya.


"Al gua takut deh" Alya kembali bingung dan menatap Jemima


"Gue takut hamil Al, gua udah gak mens sebulan dan gue muntah-muntah terus, daritadi gue kepikiran sama omongan Pak Andi, gejala istrinya sama banget dengan yang gue rasakan saat ini" Jemima menangis kembali dan kali ini sampai sesenggukan.


"Je sabar ya semoga gak terjadi apapun sama lu" Alya memeluk dirinya dan mengusap kepala sabahatnya itu.


"Besok temeni gue beli testapck ya Al" Jemima menghapus air matanya kemudian bangkit .


"Udah ah jangan sedih-sedih lagi, kita have fun ya Al kan rencananya gtu" Jemima mencoba menyemangati dirinya sendiri


"Lets go girl kita have fun malam ini"


Mereke berdua pergi ke salah satu mall dan menikmati live musik.

__ADS_1


"Al itu kaya Pak Abram ya, yang lagi duduk sendirian sambil ngerokok" Jemima menunjuk seorang laki-laki yang sedang menikmati live music sendiri.


"Eh iya sendirian aja dia ya. Gak punya cewe kayaknya" ucap Alya.


Mereka menikmati live music itu sampai mall tutup dan saat ini mereka sedang mencari taxi yang lewat karna sejak tadi Alya mencoba memanggil taxi online tidak dapat. Jemima merasa badannya lemas dan pusing.


"All kepala gue koq pusing banget ya" Ia memegangi kepalanya dan tiba-tiba saja pingsan.


"Je je bangun, duh tolongin Pak kasihan. temen saya" ucap Alya kepada security yang ada disana


"Al kenapa Jemima" Abram yang saat itu melintas di depan mereka melihat Jemima pingsan ia segera memberhentikan mobilnya.


"Masukin kemobil saya aja, saya antar ke rumah sakit" Abram dibantu dengan Alya mengangkat tubuh Jemima ke mobil Abram.


Abram mengarahkan mobilnya ke UGD salah satu rumah sakit.


"Kenapa?" tanya perawat setelah Jemima di letakkan di salah satu kasur di UGD


"Pingsan Sus" ucap Alya


"Sebentar ya biar dokternya periksa, kalian bisa tunggu diluar" Alya dan Abram menunggu diluar. Sekitar 1/2 jam kemudian dokter datang untuk memberikan informasi.


"iiya dok, jadi Jemima hamil ya dok?" Tanya Abram terbata-bata


"Iya pak, baik saya permisi dulu setelah pasien sadar bisa pulang" kemudian dokter itu pergi kembali kedalam ruangan UGD. Tetapi tidak dengan Alya dan Abram mereka berdua saling pandang dan sibuk dalam pikiran mereka masing-masing memikirkan kehamilan Jemima.


"Sialll" ucap Abram akhirnya.


"Pak gimana ini, kasihan teman saya" Alya meneteskan air mata,ikut prihatin akan kondisi Jemima.


"Duh gimana ya saya juga bingung, tunggu sampai dia bangun dan agak sehatan baru kita infokan kabar ini" Abram kembali duduk dan menunduk memikirkan apa yang harus ia katakan kepada bosnya yang saat ini sedang malam pertama, atau malam kesekian bersama istrinya.


Jemima keluar dari ruang UGD dan disambut oleh Alya dan Abram.


"Je lu gak apa-apa" tanya Alya dan dijawab dengan anggukan oleh Jemima yang berjalan pelan.


"Koq ada Pak Abram" tanya Jemima


"Iya tadi Pak Abram yang bawa lu ke rumah sakit" jelas Alya dan memapah Jemima


"Saya anterin, kalian menginap dimana?"

__ADS_1


"Di hotel Garis Pak daerah Tebet" ucap Alya


"Okey tunggu lobby ya nanti saya bawa mobil kesana" Abram kemudian berjalan cepat untuk segera mengambil mobilnya.


Selama perjalanan tidak ada pembicaraan, semua sibuk dengan pikirannya.


"Makasih ya Pak sudah menolong saya" ucap Jemima


"Iya sama-sama kamu istirahat ya" kemudian Abram meninggalkan lobby hotel.


Alya dan Jemima sudah berada dikamar.


"Al gue hamil hikhikhik" Jemima tiba-tiba menangis teringat kembali apa yang tadi dokter jelaskan mengenai kondisi kehamilannya dan ia sungguh terkejut dengan yang diucapkan dokter itu . Mimpi buruk itu dimulai.


"Sabar ya Je, nanti kita cari jalan keluarnya" Alya memeluk Jemima dan menangis bersama.


"Udah lu istirahat ya, jangan capek-capek kasian baby lu" Jemima menggangukan kepala kemudian ia membersihkan diri di kamar mandi dan segera untuk tidur.


Ternyata ia tidak bisa tidur, apa yang harus dikatakan ke Ibunya, bisa syok berat jika ibunya tahu. Apalagi laki-laki tersebut sudah punya istri, bagaimana ia harus bertanggung jawab. Ia memukul-mukul perutnya berkali-kali.


"Kenapa kamu hadir" ucapnya terus, ia hanya bisa tertidur 2 jam dan terbangun karna suara dikamar mandi.


"Udah bangun Je, sarapan yuk" ajak Alya yang sedang mengeringkan rambut basahnya.


"Sebentar gue mandi dulu ya" Jemima beranjak kekamar mandi dan membersihkan dirinya.


Jemima tidak berminat sama sekali dengan makanan yang ada di restoran ia merasa mual ,alhasil ia hanya meminum susu saja. Getaran ponselnya yang ia letakkan di meja membangunkan dirinya dari lamunan.


"Halo" sapanya


"Halo Je ,ini Abram" jawab suara laki-laki diseberang sana


"Ehm iya Pak kenapa?"


"Bisa kita ketemu berdua"


"Bapak kehotel saja" Jemima tahu pasti Abram ingin membahas mengenai kehamilannya, ia harus segera membicarakan ini tidak mungkin membiarkannya saja, dan ia harus siap akan segala konsekuensinya.


----


Jangan lupa like dan komen ya gaes..

__ADS_1


__ADS_2