
3 tahun lalu seharusnya dia sudah menjadi istri seorang Darwin tapi karna keputusannya Ia memilih untuk mundur. 2 minggu sebelum acara pernikahan berlangsung ia mendapati pesan Darwin ke mantan istrinya Cindy saat ia meminjam ponsel Darwin ketika mereka sedang bersama dirumah.
✉️ Cindy : Beb, aku masih cinta kamu. Maafkan aku karna sudah berkhianat, tapi aku janji tidak akan mengulangi lagi. Please batalkan pernikahan kamu.
✉️ Darwin : Aku juga masih cinta kamu Cin. Apalagi kita akan mempunyai anak.
✉️ Cindy : Batalkan pernikahan kamu, dan kita kembali bersama.
✉️ Darwin : Tidak bisa kecuali Jemima yang putuskan, selama itu aku akan ketemu kamu di belakang Jemima. Apapun yang kamu perlukan akan aku utamakan.
✉️ Cindy: 😢
✉️ Darwin : Sorry Beb.
Tubuh Jemima mendadak lemas membaca pesan tersebut. Ia tidak menyangka Darwin ternyata tidak ada keseriusan dengan dirinya, ia tidak mau jika pernikahan mereka hanya keterpaksaan saja. Biarlah dirinya dan Dira hidup berdua tanpa Darwin harus menjadi suaminya.
"Mama koq diam" tanya Darwin saat menyerahkan Dira ke Jemima.
"Ini Dira sepertinya poop, kamu gantikan popoknya dulu" ujar Darwin.
"Hah iya Pak sini Dira aku bawa dulu" Jemima membersihkan tubuh Dira.
Setelah Jemima sudah menggantikan popok Dira, ia serahkan ke Bude Wati.
"Bude tolong jaga Dira dikamar ya" ucap Jemima saat menyerahkan Dira ke Bude Wati.
Hati Jemima sangat sedih dan ia pun menjadi tidak bersemangat akan pernikahannya. Sedangkan Darwin pun hanya sibuk sendiri dengan ponselnya, Jemima tahu bahwa itu pasti Cindy dan dia tidak ingin menjadi pengganggu atas hubungan mereka.
Hingga akhirnya suatu siang Jemima memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan mereka. Dan mereka pun berjanji akan menjadi parent partner dalam mengurus Dira. Untunglah keluarga Darwin sangat menyayangi dirinya dan Dira sehingga ia tidak terlalu merasa sedih akan keputusan yang diambil.
__ADS_1
Pagi ini ia harus berangkat kekantornya yang letaknya tidak cukup jauh. Setelah mengendarai mobilnya ia sampai disebuah basement gedung pekantoran.
"Ughhh" Jemima menghembuskan nafasnya ketika sudah memarkirkan mobilnya dengan baik. Ia ingin sekali resign dari kantornya karna merasa tidak nyaman dengan Bos dan istrinya. Bosnya yang sudah berusia lanjut sering kali menggodanya dan sang istri selalu curiga akan dirinya. Sebenarnya Darwin tidak ingin Jemima resign dari kantornya tetapi ia tidak ingin menambah luka dihati nya, selain itu Cindy tampak tidak senang akan kehadirannya di kantor.
"Semangat Je" ucapnya sambil membuka pintu mobil. Kemampuannya sebagai seorang sekretaris sudah tidak diragukan lagi, ia dengan mudah mengatur segala kegiatan Direkturnya Pak Rudi.
"Semalam kamu kemana sama suami saya?" tanya Kalina, istri dari Rudy yang usianya tidak jauh dari Jemima. Wajar Kalina curiga dengan dirinya karna ia pun mendapatkan Rudi dari hasil merebut istri pertama Rudi.
"Saya ada meeting dengan Bapak Bu di restoran seafood, kalau Ibu tidak percaya coba tanya saja dengan pelayannya. Saya juga langsung pulang setelah selesai pertemuan itu" jelas Jemima saat ia sedang membalaskan email yang masuk.
"Bohong kamu, suami saya pulang jam 12 malam. Kalian bisa saja ketemu disuatu tempat" Kalina kembali menuduhkan hal-hal yang tidak dilakukannya.
"Terserah Ibu mau percaya atau tidak, yang penting saya tidak melakukannya" Jemima kemudian bangkit berdiri dan menuju mesin fotocopy meninggalkan istri bosnya yang sedang menuduhnya.
"Capek deh gue, gue kalau mau cari laki juga yang muda kali, bukan bangkotan gitu" keluh Jemima. Rasa jengkelnya dengan istri bosnya sudah amat memuncak. Jika dalam 1 bulan ia tidak berhasil mendapatkan pekerjaan ia akan tetap resign dan sementara bergantung dengan tabungannya.
Kringg telepon dimejanya berbunyi.
"Iya Pak" Jemima berjalan menuju meja kerja Rudi.
"Schedule saya apa hari ini? Koq belum laporan kesaya" ucap Rudi dengan genit.
"Saya pikir ada istri Bapak, maaf Pak saya malas bertemu istri Bapak" jawab Jemima jujur dan Rudi sudah paham akan ketidaksukaan Jemima terhadap istrinya.
"Bapak kalau selingkuh jangan pakai nama saya dong, kan saya jadi yang kena"ucap Jemima kesal.
"Iya maaf Mba Mima, nanti saya kasih bonus" ucap Rudi dengan santai.
"Bapak kalau memang sudah bosan dengan istrinya ceraikan saja sih Pak" ucap Jemima lagi.
__ADS_1
"Nanti lah itu belum sekarang, yang baru ini belum berhasil saya dapatkan. Sama kamu aja gimana Ma? Saya cocok sama kamu". Jemima sudah cukup akrab dengan bos nya sehingga ia bisa berucap sesuka hatinya. Sedari awal dia sudah menegaskan ke Bosnya bahwa dia orang profesional jadi jangan harap ada skandal diantara mereka. Dan Rudi pun awalnya masih memancing-mancing tetapi karna tidak ada tanggapan dari Jemima akhirnya ia pun mundur dan menganggap Jemima sebgai perempuan baik-baik yang tidak bisa dipancing dengan uang.
"Iya Bapak cocok saya sih enggak. Emang yang ini kenapa lagi Pak? Emang uang yang bapak kasih kurang?" kesal Jemima karna setiap Rudi mengirimkan uang untuk selingkuhannya yang baru lulus kuliah selalu melewati dirinya sehingga istrinya curiga jika uang tersebut untuk dirinya.
"Belum dapat restu dari Bapaknya haha, kurang sogokkan saya" Rudi tertawa
"Kamu pesankan Mobil Agya aja tuh untuk bapaknya biar bisa saya nikahin anaknya" Jemima hanya geleng-geleng kepala saja mendengar ucapan Bosnya.
"Nanti Bapak transfer langsung aja ke dealer jangan lewat saya lagi Pak, hari ini Bapak gak ada scehedule apapun jadi mending kita ke dealer bareng deh Pak" ucap Jemima
"Saya ijin pulang cepet ya Pak, anak saya lagi sakit" ucap Jemima meminta ijin untuk pulang cepat karna Dira sedang sakit.
"Kapan kamu cari Bapak buat anak kamu. Kan saya sudah bilang sama saya saja, kamu dirumah saya kerja." ucap Rudi sambil melipat tangan dan menyenderkan badannya dikursi.
"Pak Rudi itu cocoknya jadi kakek anak saya bukan jadi bapakny. Sudah ah Pak saya mau lanjut kerja biar nanti cepat selesai. Jam 12 ya pak kita ke dealer sekalian Bapak traktir saya makan siang" ujar Jemima sambil berjalan keluar ruangan Rudi.
Sesampai dibiliknya ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke Darwin.
✉️ Darwin : Pak just info Dira sakit, diare sudah 2 hari ini, kalau ada waktu telepon atau video call ya. Dia bilang kangen Daddynya.
Tidak ada balasan dari Darwin mungkin ia sedang sibuk. Sudah 1 bulan ini Darwin tidak bertemu dengan Dira padahal mereka tinggal dalam kota yang sama. Bahkan acara telepon atau video call tidak pernah sampai 5 menit .
Tak lama ada panggilan mausk dari Darwin.
📞 Darwin :" Halo " ucap suara wanita dan pastinya itu suara Cindy
📞 Jemima : "Ehm gimana Cin" jawab Jemima malas
📞 Darwin : "Maksud kamu kirim pesan itu apa? Mau minta uang Darwin, emang kurang selama ini? Darwin lagi sibuk jangan ganggu dia lagi. Terima aja uang bulanan yang sudah dikirim" kemudian Cindy mematikan panggilannya. Jemima hanya menghela nafas mendengarnya, padahal ia hanya ingin Darwin tahu kondisi anaknya agar Dira tidak merasa kehilangan sosok Daddynya.
__ADS_1
"Ya udah Dir, Mama juga masih bisa jadi Ayah kamu" ucap Jemima sendiri.