
Happily ever after merupakan ucapan yang selalu di sampaikan orang-orang ketika memulai pernikahan. Apakah benar bahwa ketika menikah kita akan selalu berbahagia. Bagi Jemima yang sudah merasakan getir dan sesaknya kehidupan , hambatan dalam pernikahannua kelak merupakan krikil-krikil kecil yang siap ia hadapi bersama suami nya.
Bibir Jemima dan Gerry saat ini saling bertautan satu sama lain, Gerry dengan ganasnya meraup bibir kecil Jemima tanpa memberinya kesempatan untuk bernafas.
Jemima mendorong Gerry " Sabar Mas aku nafas dulu" Jemima terengah-engah , Gerry tak berucap apapun tetapi tangannya aktif membuka semua pakaian yang ada di tubuh Jemima. Jemima malu tetapi ia sangat senang apa yang dilakukan Gerry. Hingga kini tubuhnya polos dan Gerry pun ikut membuka pakaiaanya. Jemima mengisi bathup di kamar mandi dengan air hangat dan menuangkan sabun cair kedalamnya. Gerry mengajak istrinya untuk ikut masuk bersama ke dalam bathup dan memposisikan Jemima didepannya, sehingga Gerry dari belakang dengan bebas dapat mengecup leher Jemim dan memainkan bukit kembar Jemima.
"Ahhh" suara decahan keluar otomatis dari mulut Jemima saat Gerry mengisap telinganya.
Jemima sangat menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan Gerry, ia hanya pasrah mengikuti apa yang Gerry perintahkan.
"Pindah ke depan" ucap Gerry sambil memberikan handuk ke Jemima.
"Depan?" tanya Jemima bingung karna didepan ada anaknya yang sedang tertidur.
Gerry menarik Jemima keluar dari kamar mandi dan membawanya ke sofa panjang kemudian ia menutup pintu kamar, sehingga Dira tidak akan melihat apa yang akan mereka lakukan.
Jemima sudah berbaring di sofa tersebut kemudian Gerry membuka handuk yang menutupi Jemima dan memainkan mainan barunya yang terlihat sangat menonjol dan kenyal. Setelah puas ia menghisapnya hingga Jemima otomatis mendecah, kemudian Gerry menciumi seluruh tubuh Jemima dari leher hingga bagian intinya. Senyum menggoda nampak dari wajah Gerry saat ia dengan usilnya memainkan inti Jemima yang membuat wanita itu kelabakan.
"Arrrghhh, sayang kamu ngapain" ucap Jemima yang sudah tidak tahan akan perlakuan Gerry.
"Enakin kamu, aku masuk ya" ucap Gerry yang sudah memposisikan dirinya diatas Jemima dan mengusap-usap miliknya ke milik Jemima. Jemima tidak bisa berkata apapun dan hanya mengangguk.
"Argghh" sakit yang Jemima rasakan saat ini.
"Susah Sayang, masih sempit banget" keluh Gery yang tidak menyangka jika milik Jemima ternyata sesempit ini dan kenyataan bahwa Jemima sudah memiliki anak, benar-benar diluar dugannya.
Hingga Gerry mencobanya sekali lagi dan akhirnya ia masuk kedalam diri Jemima, wajah kesakitan nampak pada Jemima.
"Sakit ya, aku pelan-pelan kalau begitu" kemudian Gerry menggerakkan pinggulnya perlahan dan lama-lama semakin cepat ketika melihat Jemima mulai menikmatinya. Hingga pergumulan itu berakhir dengan Gerry menumpahkan benih-benihnya ke dalam tubuh Jemima.
Setelah puas mereka saling berpelukan satu sama lain.
"Koq sempit ya Yang" goda Gerry dan menciumi bahu Jemima
"Kan cuma dipakai sekali Yang" ucap Jemima malu-malu.
"Rasanya kaya anak perawan" Jemima kemudian mencubit tanyan Gerry.
__ADS_1
"Emang pernah cobain?"
"Pernah Yang dulu waktu SMA sama pacarku dan kuliah juga" Gerry menjawab dengan ragu akan pertanyaan Jemima, takut Jemima akan memarahinya.
"Astaga kamu nakal banget, duh semoga anak-anakku gak kaya kamu dan aku. Aku akan jagain mereka sebaik mungkin"
"Iya Sayang pasti, aku yakin kamu akan jadi Ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti" Gerry mengusap perut Jemima yang didalamnya sudah ia isi dengan benih-benihnya.
"Semoga cepat jadi" ucap Gerry penuh harap.
Tanpa terasa karna lelah akibat pesta pernikahan yang baru saja mereka laksanakan dan akibat dari pertempuran mereka barusan, pasangan ini sama-sama tertidur polos tanpa busana.
Jemima yang merasa kedinginan membuka matanya dan menyadari kalau mereka sama-sama polos, takut-takut nanti Dira akan melihat mereka seperti ini.
"Sayang bangun, pakai baju dulu" Jemima menggoyangkan bahu Gerry agar segera melepaskan pelukannya dan memakai baju.
Gerry merasa sangat berat sekali untuk membuka mata ia masih sangat mengantuk.
"Gerr bangun cepetan nanti keburu Dira bangun" Jemima tampak panik karna ini sudah menunjukkan pukul 5 pagi.
Gerry membuka mata, tetapi bukannya segera memakai pakaian, ia malah membaringkan kembali Jemima diatas sofa dan memasukkan miliknya yang menegangkan ke tubuh Jemima kembali.
Sinar matahari sudah mulai tampak, Jemima meminta Dira untuk segera mandiri dan bersiap sarapan. Dilihatnya Gerry yang masih asik tertidur nyenyak.
"Sayang bangun, kita sarapan" Jemima mengusap lembut kepala Gerry.
"Morning sayang" Gerry bangun dan segera mengecup bibir Jemima.
"Ayok sarapan, aku juga lapar, mana Dira?" tanya Gerry yang bingung karna Dira tidak ada disebelahnya.
"Sedang mandi" jelas Jemima.
Mereka bertiga berjalan bersama menuju restoran, Dira menggandeng tangan Gerry dengan kencang. Ia sangat bahagia sekali dengan hadirnya Gerry dalam hidupnya saat ini.
Didalam restoran dilihatnya Julia beserta keluarga serta kedua orangtua Gerry.
"Pagi Papi Mami" sapa Jemima
__ADS_1
"Pagi pengantin baru" balas Niko.
Gerry mengambil tempat duduk diantara 2 keluarga itu, dan Jemima serta Dira pergi ke counter makanan untuk mengambil sarapan mereka.
"Lelah banget Ger" goda Niko yang melihat anaknya tampak lesu
"Biasa Pi pengantin baru" Gerry menaikan alisnya
"Berhasil memang?" ucap Niko penasaran.
"Triple Pi" Gerry tersenyum bangga.
"Wah gak bener ini, Dira kamu apakan, kasih obat tidur?" Sela ikut penasaran dengan Gerry
"Haha enggaklah, Dira pengertian banget, gak usah diapa-apakan sudah pingsan duluan" jelas Gerry.
"Kenapa?" tanya Jemima bingung karna semua orang seakan melihat dirinya.
"Gak apa-apa makan dulu sana, takut sakit" ucap Gerry dan memulai memakan omelet yang dibawakan oleh Jemima.
"Bagaimana tidurnya Mbak? Nuca gak rewel kan?" tanya Jemima
"Pulas banget, Dira aja pulas apalagi Nuca" goda Julia kepada Jemima yang masih tidak paham akan ledekan Julia.
"Dira semalam bobo nyenyak?" tanya Niko menggoda Gerry.
"Nyenyak Genpa" Dira masih asik memakan roti tawar yang ada ditangannya.
"Oh kasurnya gak goyang?" tanya Niko lagi dan itu membuat Gerry kesal.
"Papiiii, please deh" Jemima menahan tawa karna paham akan maksud ledekan dari mertuanya.
"Hahah Papi hanya penasaran, maaf-maaf Jemima" Niko kembali menghabiskan kopi tanpa gula yang sudah mulai dingin.
"Cepetan kasih adik buat Dira" ucap Sela lagi
"Siyaaap laksanakan, hayuk Yang kita turutin perintah Mami, titip Dira ya Mbak Jul" tiba-tiba saja Gerry menarik tangan Jemima dan membawanya kembali kekamar.
__ADS_1
---;----
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya biar Gerry dan Jemima semangat