
"Sorry Bos telat" ucap Abram yang baru saja sampai dikantor, melihat muka bos nya yang tampak gusar pasti sedang terjadi suatu masalah.
"Telat terus lu, kalau gak cuti terus, kemana saja lu akhir-akhir ini?" tanya nya ketus sambil melihat ponselnya.
"Ada urusan" Abram menggaruk-garuk kepalanya.
"Bram semalam gue pergi ke Mall daerah barat, gue lagi mengikuti Cindy, gue curiga dia selingkuh" Darwin meletakkan ponselnya, dan menaruh kedua tangannya dimeja dengan muka serius.
"Hah serius Bos?" jawab Abram tidak percaya
"Iya dia sama anak kuliahan, gue curiga karna waktu itu sempat pegang ponselnya saat dia mandi ada notif wa dari cewe, tapi kata-katanya mesra banget, nah pas dia tidur abis mabok gue buka saja ponselnya pakai sidik jarinya, gua cari isi chat dari nama cewe itu semua kata-katanya mesra banget. Njirrr dia bohongin gue selama ini." Darwin menggebrak meja.
"Santai Bos, terus lu mau apa sekarang?, biar gue bantu urusin" tanya Abram berusaha menenangkan Bos nya
"Bantu gue mergokin mereka berdua terus urus perceraian gue" Darwin menyenderkan badannya sambil memejamkan mata.
"Semalam pas gue ke mall, gue melihat sosok yang gue kenal Bram. Gue yakin itu Jemima dia lagi gendong seorang anak laki-laki mungkin umur sekitar setahunan" Deg Abram terkejut, ia terdiam.
"Bram, apa yang dia gendong itu anak gue? Gue mau hampiri tapi gue takut kehilangan jejak Cindy semalam. Lu gak tahu apapun tentang Jemima Bram?" tanya Darwin dengan dahi berkerut dan penasaran.
"Eh gak tau Bos, saya sudah pastikan rumahnya kosong." Abram berbohong ia belum berencana untuk memberitahu Darwin saat ini sampai ia pastikan hubungannya dengan Jemima.
Darwin kembali menyenderkan badannya ia tampak pusing dengan masalah yang dihadapi saat ini.
"Gue udah cek ponsel Cindy dan tidak ada foto apapun sama cowo itu. Bram bantuin gue cari bukti biar gue bisa cepat ceraikan"
"Iya Bos nanti saya bantu"
Abram kembali ke meja kerjanya, ia bersyukur Darwin tidak menemui Jemima semalam. Dia tahu kalau dia egois, dia belum mau membagi Jemima dan Dira ke Darwin sampai semua jelas. Tapi dari pengamatannya pasti Bunda akan setuju dengan hubungannya dengan Jemima setelah itu dia akan ceritakan ke Darwin dengan segala konsekuensinya.
__ADS_1
Dilain tempat disalah satu Mall besar di Jakarta Pusat.
"Diraaaaa ganteng keponakan Aunty Alya" teriak Alya dari jauh memanggil Dira yang sedang berjalan di koridor mall. Dira yang takut akan kehadiran Alya langsung berlari kearah Mama nya.
"Jangn takut Dira, itu kan Aunty Alya yang suka telponin Dira. Berisik ya Aunty nya" Alya menciumi kedua pipi Dira dan anak itu tidak bisa mengelak.
"Ihh makin ganteng banget Dira, nanti kalau Aunty punya anak cewe, jodohin sama Dira oke"
"Harus siap lahir batin punya mertua kaya gini ya Dira"ucap Jemima dan Bu Retno tertawa geli.
"Apakabar Je? Sehat kan?Kabar Ibu kamu bagaimana?" tanya bu Retno saat kami sudah ada di salah satu restoran.
"Kami semua sehat Bu"
"Ciiee udah dikenalin sama calon mertua nih, Pak Abram udah pengen cepet-cepet saja punya istri bonus anak ganteng" goda Alya dan Jemima tersipu malu.
"Gimana calon mertua lu? Baikkan Je? Sama Dira gimana tanggapannya?" Alya bertanya dengan rasa ingin tahu yang besar.
"Wah syukurlah kalau begitu, semoga kalian segera menikah dan bahagia, ya Dira" Alya kemudian mengambil Dira dari pangkuan Jemima dan mengajaknya bercanda.
Tanpa terasa waktu satu jam sudah habis mereka kembali ke tempatnya masing-masing. Dalam satu taxi online yang sama Jemima mengantarkan Alya dan Bu Retno terlebih dahulu ke kantornya. Saat sampai di lobby Abram dan Darwin baru saja turun dari mobilnya. Dira melihat Abram dengan girangnya dan sambil menunjuk-nunjuk dari balik jendela mobil
"Pa pa pa pa" Abram yang sadar akan keberadaan Dira dalam mobil segera mengalihkan pandangan Darwin ke dalam gedung. Jantungnya dan Jemima berdetak kencang takut jika sampai ketahuan.
"Pak langsung ke alamat selanjutnya" Jemima segera memeluk Dira dan menutupi mukanya.
"Siang Pak" sapa Bu Retno ke Darwin dan Abram.
"Siang, habis makan dari mana?"
__ADS_1
"Mal dekat sini Pak" jawab Bu Retno.
"Ohh" mereka semua terdiam hingga keluar dari lift.
Jemima sampai dirumah Abram ia tidak melihat siapapun dirumah itu, tetapi pintunya tidak dikunci. Mungkin bundanya sedang tertidur didalam kamar. Ia segera masuk kedalam kamarnya dan membersihkan dirinya serta Dira kemudian tidur siang karna Dira tampak mengantuk.
Sore hari ia baru bangun segera mencari Bunda Abram, Dira masih tertidur pulas. Samar ia mendengar suara Bunda Abram dari teras rumah sedang berbincang dengan Ibu-Ibu sebelah rumahnya.
"Ohh itu calonnya Mas Abram ya Bu?" tanya Ibu-ibu berdaster yang badannya sedikit gempal dengan rambut megar nya.
"Bukan Bu, itu keponakan jauh saya" ucap Bunda Abram berbohong.
"Calonnya Abram anaknya Pak Atma, Manda yang dulu saya asuh, sekarang masih di Amerika, minggu depan dia pulang"
"Ohh kirain yang ini sama Janda anak satu, abis saya lihat Mas Abram fasih banget dan mesra sama Ibunya"
"Iya Bu, Abram cuma kasihan itu dia kan gak ada suaminya pas ngelahirin, anaknya gak tahu siapa Bapaknya" kaki Jemima terasa lemas dan air matanya terasa penuh di kelopak matanya, ia tidak menyangka dengan perkataan Bunda Abram.
"Ohh anak haram, sama bule kayaknya saya lihat anaknya ganteng ada kebule-bulean gitu, biasa kan ya kalau sama bule main-main bentar terus ditinggal, cuma minta duitnya aja paling itu Bu, terus anaknya dijadin artis deh kalau sudah besar, untung banyak Ibunya" ucap Ibu tetangga sebelah rumah yang membuat hati Jemima semakin sakit dengan tuduhannya.
"Nanti pas lamaran ke anaknya Pak Atma saya undang deh Bu, Abram diminta mewarisi perusahaanya , baik banget kan Pak Atma itu. Anaknya juga ramah meskipun saya bekas pengasuhnya tapi gak mandang rendah kesaya, makanya saya minta Abram untuk segera menikah dengannya" ucap Bunda Abram dengan bangganya dan sebelah rumah hanya menganggukan kepalanya.
Obrolan berakhir karena suami dari Ibu sebelah baru saja pulang. Jemima masih berdiri di posisi nya hanya air mata yang menetes tidak hentinya, angannya untuk segera menikah dengan Abram buyar semua. Ia masih tidak percaya dengan omongan Bundanya Abram ,ia pikir Bu Tika wanita yang baik dan ramah.
"Loh Jemima ngapain kamu disini" Bunda Abram kaget saat masuk kerumah dan melihat Jemima berdiri dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Dira bukan anak haram Bu" ucap Jemima
------
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya.