Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 73


__ADS_3

Bukan kali ini saja atau semenjak menjadi kekasih Gerry, Jemima singgah di apartemen Gerry, sebelumnya ia sering sekali mengurus segala keperluan Gerry di Apartemennya. Gerry meletakkan kunci mobil di laci dekat pintu masuk dan Jemima duduk diruang tamu nya menyalakan televisi yang tersedia, sedangkan Gerry masuk kedalam kamarnya . Melihat Gerry ada didalam kamarnya Jemima memeriksa ponselnya sebentar , dilihatnya ada beberapa panggilan dari Dira dan pesan WA dari Dira. Ia segera mengabarkan kepada anaknya bahwa akan pulang terlambat malam ini dan menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.


Gerry sudah berganti pakaian dengan kaos dan celana pendek sehabis membersihkan diri terlihat dari tubuhnya yang sangat wangi akan sabun mandi dan rambutnya yang basah sehabis keramas.


"Gerah bgt Yang, kamu gak mau mandi juga" ucap Gerry dan duduk disebelah Jemima kemudian merangkul bahu kekasihnya.


"Gerah sih, tapi mandi dirumah sajalah" ujar Jemima dan tanpa aba-aba Gerry mendekatkan kepalanya ke Jemima kemudian menempelkan bibirnya ke bibir Jemima, dengan lembut Gerry mencium bibir kekasihnya itu. Ciuman lembut itu semakin lama semakin memburu tangan Gerry sudah merajalela menyentuh salah satu aset berharganya dari balik kemeja Jemima. Jemima tidak menolaknya karna hal ini sudah sering dilakukan Gerry. Bahkan mereka sering melakukan ciuman panas didalam kantor Gerry. Tangan Gerry dengan santainya melepas kaitan penopang bukit kembar Jemima dan jari jemarinya kemudian melepas kancing kemeja Jemima sehingga terpampanglah kedua bukti kembar itu, kepala Gerry berpindah dari bibir Jemima, menyesap leher Jemima dan beralih cepat kedada Jemima yang sudah terbuka. Jemima sesaat menikmati sensasi yang diberikan oleh Gerry, tapi tersadar bahwa ia tidak ingin terjebak akan hal yang sama. Dengan sedikit tenaga ia mendorong kepala Gerry dari dadanya, tetapi Gerry tetap menikmati suguhan dari tubuh Jemima.


"Gerrr, please" ucap Jemima sedikit ketakutan.


"Gerrr, Yaaaang, pleasess stop" tolak Jemima dan Gerry segera mengangkat kepalanya. Dengan muka memerah Gerry tampak kesal karna ditolak oleh Jemima.


"Aku kan sudah bilang, aku gak mau kaya gini" ujar Jemima marah dan  mengingatkan Gerry bahwa ia tidak ingin melakukan hubungan lebih jauh lagi tanpa status pernikahan.


"Maaf Yang, aku terbawa suasana" sanggah Gerry


"Makanya aku malas berdua sama kamu, semakin hari mintanya lebih" Jemima mengancing kembali kemejanya dan membenarkan kaitan B*a nya yang dilepas oleh Gerry.


Gerry berusaha menetralkan dirinya dan berusaha konsentrasi untuk menurunkan salah satu bagian tubuhnya yang sudah tegak berdiri dan siap menyerang Jemima. Kemudian ia masuk kedalam kamarnya meninggalkan Jemima diruang tamu.


Jemima khawatir Gerry akan marah karna selalu menolak permintaan Gerry yang meminta lebih atas hubungan itu. Rasa sayang dan cinta Jemima semakin hari semakin menjadi kepada Gerry, ia takut akan ditinggalkan oleh Gerry padahal ia saja belum jujur tentang statusnya sebagai single parent.


Gerry kembali dari kamarnya membawa sebuah kotak kecil dengan bahan bludru berwarna merah.


"Buka, aku harap ini sebagai pertanda dan menambah keyakinan kamu bahwa aku serius sama kamu" Jemima membuka kotak tersebut, tampak sebuah cincin emas putih dengan berlian kecil ditengahnya.


"Maksudnya apa Ger?" tanya Jemima bingung.


"Aku serius sama kamu, mungkin kamu pikir apa yang aku lakuin tadi itu cuma cari keuntungan kekamu saja, gak Je aku beneran serius kekamu dari pertama aku lihat kamu, kamu wanita yang berbeda dari wanita biasa yang aku temui. Kamu pasti lupa pernah ketemu aku dan April di Dupan. Waktu itu kamu lagi naik wahana Kora-kora dan kamu menangis disamping aku terus kamu tiba-tiba ketawa dengan cueknya kamu lakukan itu berulang-ulang. Aku tahu kamu lagi sedang masalah dan kamu berusaha healing dengan main dan teriak-teriak disana. Aku sudah penasaran sama perempuan aneh dan lucu disampingku waktu itu, ingin ajak kenalan tetapi sepertinya lagi galau berat, dan aku tidak menyangka ternyata wanita itu datang sendiri ke aku , melamar jadi sekretaris aku. Dekat sebatas pekerjaan, aku tahu kamu wanita baik-baik yang tidak memanfaatkan pekerjaan kamu untuk mencari  keuntungan  dan kamu itu benar-benar wanita mandiri seperti kriteria aku selama ini." Gerry mencium punggung tangan Jemima, memasangkan cincin ke jari manis Jemima. Air mata Jemima mendadak keluar rasanya ia benar-benar bahagia tidak menyangka bahwa impiannya selama ini akhirya menjadi kenyataan. Jemima tidak ingin merusak kebahagiaan hari ini dia masih mencari waktu yang tepat untuk mengatakan mengenai Dira kepada Gerry.


"Oh ya, itu kamu laki-laki disebelah aku, aku pikir kalian pasangan, aku kesal sekali melihatnya waktu itu" Jemima mencoba mengingat kejadian waktu itu.


"Ayok aku antar pulang anak perawan orang" ucap Gerry dan menarik lengan Jemima.


"Ih apaan"


"Eh apa sudah gak perawan ya? Cuma sama aku saja jual mahal" Jemima menepuk lengan Gerry.


Diantara rasa bahagianya muncul rasa bersalah akan kebohongannya kepada Gerry dan Dira.


'Maafin aku' ucapnya dalam hati.


Selama perjalanan menuju rumahnya Jemima tak henti-hentinya memandang cincin dijari manisnya. Rasanya mimpi indah ini tidak ingin segera berakhir.

__ADS_1


Malam ini Jemima tidak bisa tidur, ia sedang memikirkan rencana untuk menceritakan tentang hidupnya kepada Gerry dan meyakinkan diri akan menerima segala konsekuensi dari Gerry.


Seminggu menyandang sebagai tunangan tidak resmi Gerry membuat Jemima merasa amat bahagia, sikap Gerry bahkan semakin  romantis ke dirinya dan kabar bahagia itu sudah tersebar di sekitar karyawan karna cincin di jari Jemima tampak menyolok diantara jari-jarinya yang polos tanpa perhiasan.


"Yang nanti aku pulang cepat boleh ya, aku ada keperluan sebentar" ijin Jemima kepada kekasihnya ketika mereka sedang beristirahat di ruangan Gerry.


"Kamu mau kemana?" tanya Gerry penasaran sambil memeluk Jemima ditangan kirinya dan tangan kanannya sedang memainkan ponselnya.


Hari ini adalah ulang tahun Dira dan Jemima berencana untuk pulang lebih cepat demi merayakan ulang tahun bersama anak dan orang tua Darwin disebuah mall.


"Ada deh besok aku kasih tahu kamu" ucap Jemima karna besok ia berjanji akan menceritakan semuanya kepada Gerry dan berharap Gerry akan menerima kenyataan yang ada.


Sore hari.....


Jemima bertemu dengan Dira dan kedua orang tua Darwin disalah satu mall.


"Hai Ma , Pa" sapa Jemima kepada orang tua Darwin yang sudah datang terlebih dahulu bersama Dira.


"Hai sayang bagaimana kabar kamu?" semenjak kejadian waktu itu dirumah orang tua Darwin, Jemima tidak pernah lagi bertemu dengan orang tua Darwin serta Darwin.


"Maaf Darwin tidak bisa datang, dia sedang diluar kota" jelas Magda


"Iya Ma dia sudah infokan ke aku" Darwin sudah menginfokan ke Jemima bahwa ia tidak bisa hadir dalam acara makan malam ini, Jemima sedikit kecewa tetapi yang lebih kecewa adalah Dira. Dalam hati kecilnya Dira tetap berharap akan kehadiran ayahnya.


"Sayang minggu depan kita akan jalan-jalan ke Bali, Dira ingin main dipantai kan kata Mama" ucap Magda saat mereka sudah menyelesaikan makanan yang ada dimeja.


"Beneran Oma?" sambut Dira dengan girang


"Iya nanti kita akan kebali sama Daddy, Mami Cindy adik Clara dan Oma Opa" ucap Magda lagi


"Mama juga?" tanya Dira kepada Mamanya.


"Maaf sayang Mama gak bisa Mama harus bekerja" Jemima mengusap kepala Dira sebagai permintaan maaf karna tidak  bisa ikut.


"Kalau Mama gak ikut, Dira juga gak mau" Dira menundukkan kepalanya, mukanya berubah menjadi sedih karna mengetahui Mamanya tidak ikut.


"Loh jangan sayang, kan Dira bilang kemarin ingin jalan-jalan ke Bali, lihat lumba-lumba terus mau naik pesawat yang besar. Ini kado ulang tahun dari Daddy untuk Dira" ucap Jemima mencoba menyenangkan hati anaknya.


"Gak Dira gak mau kalau gak ada Mama" tolak Dira


"Dira jangan gitu Daddy kan sudah usahakan untuk Dira, hari ini  Daddy gak bisa datang agar bisa liburan sama Dira" Jemima mencoba menenangkan Dira yang tiba-tiba murung.


"Gak mau, Dira pokoknya gak mau, Daddy gak sayang sama Dira" Dira meninggalkan Jemima dan kedua orang tua Darwin, Jemima mencoba mengejar tetapi dilarang oleh Bagus.

__ADS_1


"Biar Papa saja yang bicara" kemudian Bagus mengejar Dira yangs udah berjalan keluar restoran.


"Baik Pa, aku bayar dulu nanti aku susul" hati Jemima sungguh sedih mendengar ungkapan kekecewaan anaknya.


Setelah menyelesaikan pembayaran ia segera menghampiri Dira yang sedang cemberut berdiri dengan Bagus disampingnya.


"Daddy sayang koq sama Dira, buktinya Daddy mau jalan-jalan sama Dira" Jemima mengusap kepala anaknya.


"Sayang maaf ya Mama gak bisa ikut, nanti Mama di omelin sama Bos Mama, dia galak kalau sampai Mama tidak masuk kerja dan Mama bisa dimarahi. Kalau Mama tidak kerja, nanti Mama tidak bisa membayar sekolah Dira, dan jajan Dira" ujar Jemima mencari alasan agar anaknya tidak kecewa.


Terdengar dari belakang tubuhnya Jemima , Magda sedang menyapa seseorang.


"Hai Sela apa kabar" ucap Magda kepada seseorang, Jemima mencoba mengabaikan hal tersebut.


"Hai Magda ini kamu, ya ampun sudah lama ya kita tidak bertemu, kamu sedang apa?" ucap wanita itu dan dari suaranya Jemima sedikit mengenalnya.


"Ini aku lagi temani cucuku yang sedang ulang tahun" balas Magda


"Ini anak kamu Sel yang paling besar?" tanya Magda kembali


"Iya ini anakku Gerry kenalin"  ucap Sela kepada Magda, seketika Jemima membalikkan tubuhnya dan melihat bahwa nama Gerry yang dimaksud adalah orang yang dikenalnya yang sedang memandangnya dengan tatapan marah.


"Ger itu kenalin teman Mama" sela menyolek lengan anaknya yang masih memandang sinis ke Jemima.


"Loh itu kan Jemima iya kan" tanya Sela ketika melihat muka Jemima.


"Iya itu Jemima, Mamanya cucuku" jelas Magda


"Oh itu istrinya Darwin" tanya Sela


"Bukan, mantannya Darwin dan itu cucuku anak pertama Darwin" jelas Magda dengan polosnya tidak tahukah bahwa jantung Jemima sudah berdetak sangat cepat dan kakinya sudah lemas rasanya ia ingin pingsan saat ini juga tetapi tidak bisa.


"Oh ternyata Jemima sudah punya anak, saya pikir masih single, Jemima ini kerja sama anak saya jadi sekretarisnya ya kan Ger. Hai Je apa kabar??" Jemima diam tidak bisa menjawab apapun ucapan Sela.


"Oh ya, wah pas banget ya Sel , aku baru tahu, dunia sempit banget ternyata Sel" ucap Magda sedikit tersenyum menanggapi ucapan Sela yang diabaikan oleh Jemima.


"Mama itu bos Mama yang galak ya? Mukanya seram ya Ma, bos Mama marah sama Mama ya karna Mama gak kerja" tanya Dira dengan sedikit berbisik tetapi masih terdengar oleh Gerry.


---------


Hai hari ini aku sudah update 3 bab,, fiuhhhhh


Jangan lupa like, komen dan lain-lainnya ya gaes.

__ADS_1


Maaciihh gaes.


__ADS_2