
Jemima dan Gerry sampai disebuah restoran dimana tempat pertemuan dengan kliennya. Gerry sudah membuka pintu mobilnya dan sekilas Jemima melihat ada noda coklat diujung bibirnya.
"Pak sebentar" Gerry menoleh ke Jemima yang menahan lengannya dan mengambil selembar tisue kemudian membersihkan sisa selai coklat dari roti yang dimakan Gerry.
"Okey udah bersih Pak" Jemima tanpa canggung membersihkan sudut bibir Gerry dan menepuk-nepuk baju Gerry agar tidak ada sisa roti yang tertinggal dipakaiannya. Gerry yang diperlakukan mendadak seperti itu membuat jantungnya berdetak cepat. Sedang Jemima tidak merasakan apapun dihatinya.
"Pak ayok koq diem saja disana" Jemima mengajak Gerry yang melamun dan tidak bergerak dari bangkunya.
"Eh i i i ya Je" segera Gerry turun dari mobilnya kemudian berjalan didepan Jemima memasuki restoran Sunda.
"Selamat siang Pak untuk berapa orang" tanya seorang pelayan saat Jemima dan Gerry masuk kedalam ruangan.
"2 tapi saya sudah ada janji dengan Pak Harmoko" ucap Gerry.
"Baik saya antarkan ke ruangan" pelayan berjalan lebih dulu menunjukkan ruangan VIP dimana klien yang akan ditemui oleh Gerry berada.
"Silahkan" ucap pelayan tersebut sambil mendorong pintu kayu ruangan VIP tersebut.
"Siang Pak Harmoko" sapa Gerry kepada seorang Bapak-bapak yang sedang menikmati sajian didepannya.
"Masuk Ger duduk sini" Harmoko melambaikan tangannya dan menunjuk 2 bangku didepannya yang kosong agar Gerry dan Jemima duduk disana. Jemima dan Gerry mengikuti arahan Harmoko dan Gerry duduk persis didepan Harmoko sedang Jemima disebelahnya.
"Baru nih" ucap Harmoko sambil melirikkan matanya ke Jemima.
"Iya Pak sekretaris baru, namanya Jemima, kenalkan" Gerry menatap Jemima untuk bersalaman dengab Harmoko.
"Selamat siang Pak kenalkan nama saya Jemima" Jemima bersalaman sambil memberikan senyumannya yang manis dan ia merasa risih karna bapak-bapak berumur itu mengusap-usap tangannya.
"Kalian mau makan apa pesan dulu baru kita bicara" kemudian Harmoko memencet tombol dimeja untuk memanggil pelayan.
"Saya kopi aja Pak" ucap Gerry tanpa melihat menu, kemudian Jemima segera memandang bosnya heran karna tidak memesan makanan.
"Pak lupa ya" ucap Jemima sambil mencolek lengan Gerry
"Apa?" tanya Gerry heran dan mengerutkan alisnya.
__ADS_1
"Tadi kan bapak belum makan koq sekarang cuma minum kopi" jelas Jemima dengan suara berbisik.
"Kan tadi udah makan roti Je" Jemima kembali melotot kearah Gerry tidak senang dengan jawaban Gerry.
"Pokoknya saya pesankan Bapak harus makan" ucap Jemima lagi sambil membolak-balikan menu didepannya memilihkan makanan untuk dirinya dan Gerry. Tak lama pelayan datang dan sudah siap dengan catatan yang dibawanya.
"Jadi saya pesan 1 sop daging pakai nasi dan nasi goreng 1 ya Mbak, minumnya caffe late dan 2 air mineral" ucap Jemima sembari menutup buku menu dan menyerahkan ke pelayan tersebut yang langsung pergi setelah menuliskan pesanan.
"Perjalanan berapa lama bro?" tanya Harmoko
"Hampir 3 jam saat masuk kesini agak macet ternyata"
"Nanti malam saya ajak ketemu beberapa kolega saya biar tambah lancar urusan kamu" ujar Harmoko
"Lagi kenapa usaha sekeras ini, pakai nama Bapak mu juga beberapa pengusaha akan paham koq"
"Wah jangan Pak saya ingin usaha sendiri dulu. Saya ingin orang-orang tahu bahwa saya memang pantas bukan karna nama Papa saya"
"Idealisme masa muda, mirip dengan saya dulu" Harmoko menyenderkan dirinya dan memandang sinis semangat Gerry
"Baik Pak terimakasih atas waktunya nanti malam saya akan menyusul ketempat yang bapak sebut" mereka berpisah didepan restoran tersebut, Harmoko yang sudah dijemput oleh supirnya kemudian pergi meningglkan Gerry dan Jemima yang tak lama mereka juga berjalan menuju mobil mereka terparkir.
"Je sorry kayaknya kita harus menginap malam ini" ucap Gerry saat melajukan mobilnya keluar dari restoran tersebut.
"Tapi saya gak bawa baju Pak" seru Jemima dengan suara lemah, dalam hatinya bukan masalah baju yang menjadi masalah tetapi ia memikirkan Dira yang belum sempat ia beritahu.
"Gampang kita ke mall sekarang beli beberapa baju untuk tidur, malam ini dan besok pagi. Tenang saya yang bayar" ujar Gerry
"Cari di gooogle map, mall terdekat sini, kemudian pesan hotel daerah Setiabudi" lagi Gerry memberi perintah ke Jemima dan dijawab dengan anggukan.
Sampailah mereka di salah satu mall terbesar di Bandung.
"Bapak biasa beli baju merk apa?" tanya Jemima ke Gerry ketika mereka masuk ke department store dan berada di bagian laki-laki.
"Bebas lah malam ini acara agak santai mungkin bisa beli jeans dan kemeja saja" ucap Gerry
__ADS_1
"Ehm okey, sebentar ya Pak saya pilihkan" Jemima dengan sigap segera menuju le salah satu counter jeans ternama dan memilihkan untuk Gerry, ia belum bertanya ke Gerry berapa ukuran celana bosnya sehingga iya membawa beberapa ukuran. Diambilnya celana jeans berwarna cream kemudian ia berpindah tempat ke counter kemeja dan memilihkan kemeja lengan panjang berwarna navy. Ia membayangkan dalam pikirannya pasti Gerry akan sangat pas dan tampan saat mengenakannya.
"Ini pak dicoba dulu, saya bawakan beberapa ukuran" ucap Jemima yang menghampiri Gerry sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Gerry kemudian mengambil pakaian-pakaian tersebut dari Jemima dan masuk ke ruang ganti.
Jemima lupa bahwa ia belum menghubungi Dira karna sedari tadi ia selalu bersama bosnya itu, karna dilihatnya Gerry sudah masuk kedalam bilik ruang ganti ia segera menghubungi Dira.
"Sore sayang lagi apa?" tanya Jemima ke anaknya yang saat ini sedang menonton serial kartun bersama Bude Wati.
"Maaf ya sayang, mama malam ini ada kerjaan jadi tidak bisa pulang, mama akan minta Daddy untuk temani kamu dirumah ya" ucap Jemima penuh penyesalan. Karna baru kali ini ia meninggalkan Dira mendadak tanpa persiapan.
"Iya maaf ya sayang" sekali lagi Jemima mengucapkan maaf ke anaknya yang sedang protes di seberang sana.
"Maaaf sayang" suara Jemima semakin lemah .
"Ehemmmm" Jemima terkejut dengan suara Gerry yang ada dibelakangnya dan buru-buru mematikan sambungan teleponnya.
"Saya ambil ini" ucap Gerry menyerahkan 1 stel pakaian yang ukurannya pas dengan dirinya.
"Baik Pak"
"Saya mau cari baju untuk tidur sendiri, kamu cari pakaian kamu sendiri sana nanti kalau sudah selesai hubungi saya, jangan lama-lama" ucap Gerry malas kepada Jemima.
"Iya Pak" Jemima tersenyum dan segera pergi ke bagian wanita. Tidak butuh waktu lama Jemima langsung tertarik kepada Midi Dress Floran Elegant berwarna biru muda yang akan cocok jika dipakai disebelah bos nya. Kemudian ia mengambil 1 set piyama satin berwarna pink dengan tali spageti dan celana diatas lutut beserta diambilnya juga 2 set pakaian dalam.
"Aku rasa cukup" ucapnya dan menghubungi Gerry menanyakan keberadaanya.
"Pak saya sudah selesai, Bapak dimana? Baik pak saya susul kesana" kemudian Jemima berjalan cepat menuju ke Kasir dimana Gerry sudah menunggunya.
"Maaf Pak lama" ucap Jemima merasa tidak enak. Tadi ia sempat bingung memilih pakaian dalam yang mana karna hargnya terlalu mahal.
"Udah biasa" celetuk Gerry tanpa ekspresi.
Dalam pikiran Jemima pasti bos nya ini sudah sering kali menemani pacar-pacarnya yang sedang belanja dan terlalu lama untuk menunggu sehingga ekspresinya seperti itu.
----
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen