Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Kejutan


__ADS_3

"Jemimaaaaaa........" suara teriakan dari dalam mobil mengagetkan bayi yang sedang digendong oleh Jemima dan membuatnya menangis.


"Alyyyyyaaaaaa" dibalas dengan Jemima yang terkejut dengan kedatangan Alya serta Bu Retno


"Bu Retno......" Jemima menghampiri dua penumpang wanita yang baru saja turun dari mobil Avanza warna hitam itu.


"Je bagaimana kabar kamu?" tanya Bu Retno sambil memeluk dirinya dan anaknya.


"Baik Bu" kata Alya senang dengan kedatangan mereka.


"Alll gimana kabar lu" 2 sahabat ini yang sudah terpisahkan beberapa bulan akhirnya bertemu. Mereka berpelukan dengan erat.


"Gemmesss sama baby Dira" Alya dan Bu Retno memandang ke anak yang sedang digendong Jemima. Hingga suara deheman Abram mengalihkan perhatian 3 wanita tersebut.


"Pak Abram" ucap Bu Retno yang kaget akan sosok itu dibelakang tubuh Jemima.


Abram hanya tersenyum tanpa menunjukkan giginya.


"Hai Bu Ret" sapanya


"Tuh kan bener Bu itu tadi Pak Abram, kan saya bilang juga apa dia naik pesawat yang sama dengan kita" ucap Alya dengan antusias


"Ternyata Bapak kesini juga tahu gitu bareng ya" ucap Bu Retno.


"Masuk dulu yuk" ajak Jemima ke para tamu yang datang saat ini.


"Je jelasin ke gue kenapa Pak Abram ada disini" Alya langsung menempel ke Jemima untuk segera meminta penjelasan.


Mereka sampai di lantai 2, duduk dibeberapa kursi plastik yang ada diruangan tersebut.


"Maaf cuma ada kursi seadanya" ucap Ibu Jemima yang menyalami Bu Retno dan Alya yang tiba-tiba datang berkunjung.


"Gak apa-apa Bu" ucap Alya


"Bu Retno saya mau ucapkan terimakasih atas bantuannya, kami boleh tinggal disini"


"Sama-sama Bu, pakai saja daripada kosong malah jadi rusak " jawab Bu Retno.


"Sudah pada makan? Makan dulu yuk, kami cuma jualan masakan sederhana saja yang penting cepat laku" ucap Ibu lagi

__ADS_1


"Boleh Bu mau coba masakan Jemima katanya udah pintar masak sekarang" ledek Alya, karna ia tahu Jemima tidak bisa masak sama sekali.


"Sebentar Ibu suruh Bude untuk bawa makanan kesini, nak Abram makan juga ya"


"Iya Bu boleh" Abram daritadi hanya diam saja menyaksikan pertemuan mereka, ia jadi bingung harus berlaku apa.


"Mas aku nyusuin Dira dulu dikamar ya, yuk Al ikut kekamar" Abram hanya mengangguk dan Alya langsung berdiri dari kursinya dan segera mengikuti Jemima.


Pintu kamar Jemima baru saja tertutup dan Alya sudah memberondongnya dengan pertanyaan.


"Jadi kenapa ada Abram disini?"


"Dari kapan dia tahu soal kondisi lu?"


"Kalau Abram tahu berarti Darwin juga tahu dong?"


"Terus gimana respon Darwin tahu tentang Dira"


"Busyeetttt gede amat tete lu" Alya tiba-tiba berteriak saat Jemima mengeluarkan sumber susunya dan segera Jemima memukul bahu Alya yang tiba-tiba berteriak kencang itu, pasti orang-orang diluar mendengar teriakannya itu.


"Kamprett lu Al, malu gue. Ya gede lah kan nyusuin ,makanya lu hamil terus nyusuin sana kalau mau gede natural kaya gini" Jemima dengan bangganya memamerkan asetnya yang saat ini sedang dikuasai oleh anaknya.


"Hehhhh gak kapok lu ya, gak takut jadi kaya gue, nih contoh didepan nyata, kalau sampai Reno gak tanggung jawab nasiblu sama kaya gue" Jemima memarahi Alya dengan mata melotot


"Tenang say, cuma batas atas aja , bawah masih terjaga" Alya menyilangkan kedua tangannya di bagian bawahnya.


"Iya kalau lu khilaf gimana" Jemima sungguh khawatir dengan sahabatnya satu ini.


"Udah-udah marahnya di tahan dulu, jawab pertanyaan gue tadi, cepetan Je" kata Alya tak sabaran.


"Eh jadi ceritanya waktu gue lahiran disalah satu rumah sakit di sini, enggak sengaja ketemu sama Abram. Ya dari situ terus kami lanjut komunikasinya. Kalau soal Darwin dia gak tahu mengenai Dira dan Abram berjanji gak akan kasih tahu mengenai Dira." Jelas Jemima dan Alya memandangnya dengan serius mendengarkan ceritanya.


"Ohh terus ngapain dia disini sekarang?" tanya Alya penasaran


"Main" hanya itu jawaban Jemima ia sebenarnya malu dan tidak berani menatap Alya.


"Mainnya jauh banget ya, main sama Dira atau sama Mama Dira nih" ledek Alya


"Sumpah ya kalah gue, pesona emak-emak beranak mengalahkan pesona gadis seperti gue, ketemu dikantor boro-boro dia lihat gue, melengos aja kalau papasan, nah ini bela-belain main ke beda kota pakai pesawat lagi" Alya menyerocos tidak jelas karna memang beberapa kali ketemu Abram laki-laki itu hanya menampakakan muka datar dan tidak menyangka ternyata dibalik sifat cool nya dia sosok yang perhatian.

__ADS_1


"Ihh gini-gini juga gue masih okey kali, tinggal turunin berat badan udah kaya anak gadis lagi" Jemima tidak mau kalah dan karna kehebohan mereka berdua membuat Dira terbangun dari tidurnya.


"Cup cup cup, bibi berisik ya Nak"


"Eh enak aja gue dipanggil Bibi. Onti Alya.." ucap Alya menolak dan mendapat sambutan tawa dari Jemima


"Yuk kita keluar, kayaknya Dira bosan" kata Jemima sambil merapikan pakaiannya.


"Emaknya kali yang bosan mau ketemu sama si ganteng nomor 2 " goda Alya lagi.


"Kenapa nangis cucu Uti" tanya Ibu sambil menggendong Dira


"Takut sama Alya Bu, berisik banget" goda Jemima.


"Ihh maaf ya keponakan Onty yang ganteng" Alya kemudian mengecup pipi Dira.


Makanan sudah tersaji dimeja makan, masakan sederhana yang dijual oleh keluarga Jemima.


"Maaf makannya cuma ada ini" ucap Jemima karna merasa tidak enak karna tidak menyiapkan makanan spesial untuk temannya.


"Gak apa-apa Je, makanan sederhana ini kan yang jadi sumber rejeki kamu" ucap Bu Retno kemudian mengambil sebuah piring dan menuangkan nasi panas yang baru saja dikeluarkan dari magic com.


"Mas makan dulu" ucap Jemima ke Abram ynag sedari tadi hanya diam saja dan terkadang memainkan ponselnya


"Iya Je, lapar juga nih belum sarapan" jawabnya.


"Enakk Je, gue pikir lu gak bisa masak, pasti Ibu yang masakin ya" ejek Alya


"Ye enak aja, masterchefnya gue. Penemu resep, ide dan kokinya nih" Jemima dengan bangga menepuk dadanya, menyombong didepan Alya bahwa saat ini kemampuan memasaknya sudah diatas rata-rata.


"Pak sampai kapan disini?" tanya Alya sambil menyuapkan nasi kemulutnya.


"Besok sore" jawab Abram singkat


"Ohh sering kesini ya Pak" tanya Alya lagin


"Gak koq baru ini aja setelah waktu itu ketemu dirumah sakit" Abram baru pertama kali juga mencoba masakan Jemima dan ia merasa masakannya enak sekali.


"Enak Je masakan kamu" puji Abram dan itu membuat Jemima tersipu malu dan salah tingkah seperti anak sekolah yang sedang kasmaran dan itu memancing Alya untuk menggodanya.

__ADS_1


"Asikkk Dira mau punya papa baru" celetuk Alya dan membuat Jemima melotot kemudian memukul bahunya sedangkan Abram yang sedang mengunyah makanan menjadi tersedak dan batuk-batuk.


__ADS_2