
Mendapat telpon dari Bu Marisa. Pikiran Winda jadi tidak stabil karena sedang mengejar Nadira untuk dibunuh.
Toni sudah membayarnya, maka dia harus menyelesaikan tugas yang telah diberikan.
Sekarang mobilnya sedang mengejar target yang akan di habisi, tapi tampaknya dia dan Ghazan dipermainkan oleh target yang dikejar. membawa mobilnya dengan piawai.
Sambil terus mengejar Hadi dan Nadira, Winda mendengarkan keluhan Bu Marisa.
"Kamu harus bisa membantuku memisahkan Roman dan Morrin!" pinta Bu Marisa cemas.
Seulas senyum merekah dibibir Winda mendengar perkataan ibunya Roman. sejuta khayalan memenuhi otak dan pikirannya yang rakus.
Rasanya apa yang diimpikan selama ini akan menjadi kenyataan.
"O..., itu ma. Gampang mah itu ma..., serahkan saja sama saya," jawab Winda tenang.
"Tolong ya, Winda! kayaknya Roman lebih percaya perempuan itu dari pada saya!" jelas Bu Marisa tambah sedih menceritakan Winda.
"Ma, saya mau menyelesai kan suatu urusan dan usai menyelesaikan urusan ini saya akan jumpa mama!" jawab Winda dengan suara manis.
__ADS_1
"Temui mama secepatnya iya...?" pinta Marisa memelas.
"Pasti ma..., pasti!" timbal Winda seraya mematikan hand phonenya.
Tiga mobil yang kejar mengejar sekarang telah berad di daerah yang sepi, dan sengaja Hadi mengarahkan dua mobil penjahat yang mengejarnya.
Semua para penjahat ini sudah diketahui kejahatannya oleh Nadira.
Ghazan adalah pembunuh bayaran yang reputasinya sudah mencapai tingkat internasional.
Sedangkan Nadira adalah mantan mafia yang pernah direkrut oleh Iran untuk memata-matai Israel dan Amerika.
Waktu itu Roman baru diawal awal menginjakan kakinya di Amerika. Dia melihat seorang gadis cantik dengan rambut pirang, memanjang melewati bahu.
Gadis itu ditemukan tergeletak bersimbah darah. Sebuah lubang peluru ditemukan disebelah kanan dadanya, kira-kira kurang lebih lima centimeter diatas *********
Timbul naluri kemanusiaan Roman untuk menolong gadis itu. Roman mengangkat dan membantu nya untuk dibawa ke apartemen kos penginapan nya sebelum minta bantuan Restu.
Restu yang mendapat Informasi dari Roman, merasa terkejut dan menasehati Roman agar tidak sembarangan memberi pertolongan kepada orang yang belum dikenal.
__ADS_1
Itulah awal mula perkenalannya dengan Nadira. Sampai Nadira dikirim oleh Roman untuk mengawal dan melindungi Morrin di Indonesia. Tanpa sepengetahuan siapapun termasuk Morrin sendiri.
Sepertinya kita tidak kesulitan untuk menghabisi perempuan itu, pikir Ghazan dalam hati. Padahal perempuan yang mau dilenyapkan itu ada yang mengawal.
Seorang pemuda lokal yang tidak punya pengalaman menghadapi penjahat sekaliber Ghazan dan Barra sempat mempermainkan nya.
Kalau saja Hadi mau, dia masih bisa lebih lama mengerjainya.
Dua anak muda keluar dari dalam mobil berwarna putih. Yang satu seorang gadis Turki dan seorang pemuda lokal asli Indonesia tapi wajahnya mirip pemuda Korea putih bersih dan tampan.
Sedangkan mobil yang memburunya, keluar seorang penjahat kaliber dunia dengan tubuh besar dan tinggi. Kulitnya putih mirip India Pakistan. Didampingi seorang wanita cantik asli Indonesia, tapi wajah dan hidungnya mirip seperti orang Eropa.
Ditambah lagi dengan sebuah mobil silver, keluar delapan laki-laki berwajah seram dan kejam. Tampaknya delapan anak buah Ghazan ini campuran antara Indonesia dan India Pakistan.
"Hey, anak muda. Aku tidak ada urusan dengan kamu, aku hanya butuh gadis itu!" tunjuk Ghazan kearah Nadira.
"Dasar pengecut. Kamu hanya berani terhadap wanita. Lihat! Berapa jumlah kalian yang menginginkan temanku ini!" timbal Hadi menggertak Ghazan.
BERSAMBUNG.
__ADS_1