
Toni memberi kode kepada anak buahnya. Satu persatu anak buah Toni keluar dari dalam mobil.
Tarzan keluar pertama kali dengan memamerkan tubuh kekarnya, semua otot-otot di seluruh tubuhnya di perlihatkan didepan Ghazan. Ditambah rambut panjang melewati bahu sedikit membuat ciut anak buah Ghazan.
Kemudian muncul Ogang dengan kepala plontosnya yang menyeramkan. Tubuh tinggi gendut dengan tinggi sedikit lebih pendek dari Tarzan.
Menyusul Bolang dengan tubuh hitam, rambutnya kriting asal Ambon. Dan terakhir Toto beserta puluhan preman yang di rekrut Toni di berbagai tempat.
Ghazan sudah terbiasa bertarung dengan orang-orang yang seperti ini. Akan tetapi Winda dan anak buahnya yang lain sedikit kecut nyalinya.
Tanpa pikir panjang Toni langsung merintahkan anak buahnya, "Habisi mereka...," perintah Toni.
Yayan yang berdiri disamping Toni, tertawa girang mendapat tontonan gratis secara langsung. Dari dua kelompok rombongan yang bertarung dengan anak buah yang tidak sedikit.
Yayan meloncat-loncat gembira sambil terus memberi semangat pada anak buah Toni bosnya.
Barra dan Zalu memperhatikan gerak gerik Yayan. Barra membisik ke telinga Zalu, Zalu anggukan telinga dan serentak mereka bergerak.
Toni terkejut mendapatkan serangan tiba-tiba dari Barra dan Zalu, "Eeit..., " Toni berkelit menghindari tendangan Zalu.
"Ho..., kau Zalu rupanya. Kamu tidak rela aku jadi penonton. Ayok maju!" tantang Toni.
__ADS_1
Zalu mulai cari siasat untuk menjauh kan Toni dengan si krempeng alias Yayan. Zalu menerjang Toni, tetapi Toni dapat mematahkan serangan Zalu dengan mudah. pada saat Toni hendak menyerang balik Zalu, Zalu berlari dan Toni mengejarnya.
Toni tahu kalau itu siasat Barra dan Zalu. Pada saat Yayan sendirian bertepuk tangan kegirangan menyaksikan orang-orang baku hantam, bahkan ada sudah yang babak belur.
Barra menepuk pundak Yayan dari belakang, "Hey...,"
"Hey juga!" balas Yayan memandang Barra tidak sadar bahaya mengancamnya saking senangnya menonton orang baku hantam secara gratis.
Barra tidak suka dengan perlakuan Yayan yang tertawa-tawa senang sementara yang lain saling hantam sampai terluka. Maka,
Duuuuk..., pantat Yayan di tendang oleh Barra. Maksud Barra hendak menendang punggung Yayan yang kena pantatnya karena saat Barra hendak menendang Yayan. Yayan meloncat-loncat tinggi kegirangan melihat Tarzan menghantam Ghazan dan balik Ghazan menghantam Tarzan.
"Aduh salah kena," ucap Barra dalam hati.
Yayan terjungkal ke depan. Tidak lama kemudian dia bangkit berdiri memandang Barra dengan bibir monyong kedepan.
"Ah, enggak asyik nonton sama lu. Kalau lagi senang nonton jangan pantat gua lu tendang!" tegur Yayan memarahi Barra.
Barra tambah jengkel.
Baghk..., satu hantaman menyambar mulut Yayan. Yayan terjerembab jatuh ke tanah.
__ADS_1
"Lu pikir aku bercanda iya!" tatap Barra bengis bertolak pinggang memandang Yayan.
"Kesalahanku apa? Sama kamu...," balas Yayan balik memandang Barra.
"Orang saling hantam kamu enak nonton!" ucap Barra melototi Yayan. Barra mengangkat tangannya hendak menghajar Yayan lagi.
Menyadari dirinya dalam bahaya, Yayan terbirit-birit lari. Tapi Barra tak membiarkannya begitu saja diapun mengejar Yayan.
Tidak jauh dari mereka Toni tampak menghajar Zalu bersama Toto dan anak buahnya yang lain.
Hyaaat..., deees..., Toto melayangkan pukulan tangan kanannya menghantam ulu hati Zalu.
Aaaghk...., Zalu terpental ke arah Toni.
Bluuus...., salah seorang anak buah Toni menghantam muka Zalu dengan lututnya.
Demikian pula Dengan Winda yang mendapat lawan yang sangat menyeramkan. yakni Ogang, yang tampak senang mendapat lawan gadis seksi dan cantik.
Ogang berusaha menerkam Winda dengan menyerang bagian tubuh yang sensitif milik Winda dan Winda bukannya malu malah semakin menggoda Ogang hingga Ogang tambah penasaran.
BERSAMBUNG.
__ADS_1