PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT
EPISODE KE ENAM PULUH SEMBILAN: KASIH SAYANG IBU.


__ADS_3

Bu..., air matamu itu tak akan berhenti mengalir, bila putramu tidak ada di hadapanmu. Lihatlah aku Bu, air mata ini tumpah karena tidak tega melihat penyesalanmu.


Aku berjanji Bu, Janji akan mencari putramu. Jangankan di bumi ini di planet lainpun akan ku susuri. Tanpa di sadari Restu menyumpah dirinya saking tidak kuatnya melihat penderitaan Bu Marisa yang terbaring berlinang kan air mata.


Restu segera menghapus air matanya melangkah masuk kembali menemui ibu Marisa. Ada senyum di bibir Bu Marisa melihat kehadiran Restu.


Dada Restu berdebar kuat melihat ibu Marisa tersenyum, ini berarti pertanda baik bagi perkembangan kesehatannya. Hati kecil Restu memohon pada yang kuasa, agar Bu Marisa di beri kekuatan. Tabah menghadapi kenyataan yang ada.


Restu melangkah perlahan mendekati Bu Marisa yang menatapnya dengan mata lembab. Bu Marisa memberi isyarat agar Restu duduk didekatnya. Restu mengangkat tubuh Bu Marisa yang lemah.


"Kam... mu tet... tap dis...sini! ucap Bu Marisa terbata-bata. Bu Marisa melihat mata Restu merah seperti baru selesai menangis, dia hanya bisa menatap tapi tak kuat berbicara.


Restu berusaha tegar, dia tersenyum menatap Bu Marisa, "Saya akan jaga ibu di sini!" ucap Restu memberi kekuatan pada Bu Marisa.


"Bu..., ibu jangan sedih seperti ini. Roman itu hanya mengasingkan diri untuk menenangkan hatinya!" ucap Roman hati-hati sekali. Sebab dia takut ucapannya membuat Bu Marisa kembali down.


"Roman sangat menyayangi ibu. Dia tekun mencari tahu sesuatu hal yang sangat sulit. Selama kami kuliah di Chicago, dia adalah lulusan terbaik disekolah itu!" kata Restu menceritakan pengalamannya bersama Roman.


Tampak Bu Marisa bersemangat mendengar cerita pengalaman Restu dengan putranya Roman. "Ratusan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai negara di kalahkan! Nilai ini kupersembahkan untuk mamaku!" Lanjut Restu meneruskan ceritanya.


Marisa menangis 😂bahagia mendengar cerita Restu. memancar raut cahaya kebahagiaan di wajah Bu Marisa.


Senyum Bu Marisa adalah obat yang paling mujarab untuk mengikis luka di hatinya, tubuh yang lemah akan menegakkan akar-akar semangat menjadi pulih kembali.

__ADS_1


Tersenyumlah Bu Marisa, tersenyumlah agar hidupmu yang dulu kembali terang lagi, jerit hati Restu dalam hati.


"Ma..., jikalau mama sehat, maka ketika Roman pulang nanti. Dia tidak akan terkejut!" kata Restu memberi dorongan kepada Bu Marisa.


"Roman kan hanya mencari ketenangan? Ma...," lanjut Restu.


Restu berusaha mencari ungkapan yang bisa membuat cair hati 💙 Bu Marisa.


"Mem... mang nnya Rom... man ppu... pu..lang," tanya Bu Marisa menatap Restu.


Restu tidak tega menatap Bu Marisa yang tampak pucat tidak bersemangat. "Tentu saja dia pulang ma! Mamanya kan cuman Bu Marisa? Dia pergi hanya untuk move on agar bisa melupakan apa yang dia rasakan saat ini!" ucap Restu.


"Ma..., biarkan Roman move on dulu.... memangnya mama mau lihat dia sakit?" tatap Restu.


"Suara mama keluar! Aku yakin, kalau mama tambah semangat, mama akan sembuh!" ucap Restu kegirangan.


Saking senangnya Restu, dia tidak sadar pak Rifky dari tadi berdiri. Pak Rifky tampak antusias melihat keberadaan Restu di rumahnya.


"Eh, bapak! Bapak sudah pulang?!" Restu tersentak kaget ketika menoleh melihat ada pak Rifky berdiri di sampingnya. Dan Restu berdiri menyalami pak Rifky.


Terpancar kebahagiaan keluar dari rona wajah tua pak Rifky. tampak cairan bening memenuhi kelopak kedua bola matanya yang mulai keriput.


Kebahagiaannya datang, ketika tampak di mata tuanya kehadiran teman kecil, teman sekolah anaknya, yang kini sedang menyendiri entah dimana dia tidak tahu.

__ADS_1


"Aku berharap dan berdoa muncul ke ajaiban, ke ajaiban itu kini telah datang. Disaat ke putus asaanku, kamu datang menyirami hatiku yang kering. Marisa telah menyesali kesalahannya, tapi aku tidak mampu berbuat apa-apa!" kata pak Rifky sedih menahan cairan bening yang mau keluar dari kelopak bola matanya.


Pilu menghujani perasaan Restu mendengar tutur kata penderitaan pak Rifky, Restu memeluk pak Rifky, "Ya Allah..., pelihara hati mereka, beri kekuatan keluarga ini..." rintih Restu dalam hati lagi.


Ternyata pak Rifky juga mengalami ke guncangan jiwa melihat ke tidak berada. putranya. Restu memohon kepada sang Kholik, berdoa agar cobaan yang diberikan kepada kedua orang tua sahabatnya ini di beri kekuatan untuk menjalaninya.


Tidak lama muncul Hadi bareng Nadira, Nadira terkejut melihat keberadaan Restu di rumah pak Rifky, "Kamu tidak memberiku kabar pulang ke Indonesia?!" ucap Nadira melototi Restu.


"Aku yang menjemputnya di bandara!" ujar Hadi terus terang kepada Nadira. Nadira melototi Hadi kecewa.


"Dia yang meminta aku tidak memberitahumu!" kata Hadi meminta maaf kepada Nadira yang memandangnya tidak senang.


Nadira marah, kesal merasa dirinya sudah tidak di anggap lagi.


"Nadira, aku minta maaf, aku telah minta alasan Restu. Tetap..." Hadi tidak meneruskan penjelasannya karena di potong Restu.


"Aku yang minta agar dia tidak memberi tahumu!" ucap Restu memotong penjelasan Hadi. Kemudian Restu menjelaskan alasannya kepada Nadira. Tapi Nadira tetap kecewa.


Marisa dan pak Rifky yang mendengar perdebatan teman-teman putranya sedikit terhibur. Betapa akrabnya mereka, hingga kepulangan satu sahabatnya yang tidak di kabarkan menjadi pertengkaran hebat bagi kedua orang tua Roman.


Bukan pertengkaran yang mendatangkan masalah, tapi pertengkaran keakraban saling menyayangi.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2