
Sambil melipat dua tangan di dadanya Nadira nyamperin Toni dan Yayan. "Kasihan..., cinta di tolak sewa pembunuh bayaran!" ejek Nadira balik tak mau kalah sambil tersenyum sedikit mainkan mata dengan tujuan menghina Toni.
Toni yang di ejek begitu terpancing kemarahannya. "Tentu saja cintaku di tolak karena kau yang menghasutnya!" jawab Toni dengan mata melotot memandang Nadira dengan melipat tangan di dadanya mengikuti gaya Nadira untuk memancing kemarahan Nadira lagi.
"Ooo aku yang hasut atau mata Morrin yang muak melihat wajah busuk mu!" timbal Nadira menaikan alisnya sambil memutar-mutar kunci mobilnya.
Malah Toni yang terpancing kemarahannya mendengar ucapan mulut Nadira. "Jaga mulutmu perempuan busuk!" bentak Toni tak mampu mengendalikan emosinya.
Toni langsung menghajar Nadira dengan melayangkan tamparan keras kearah wajah Nadira,
Wueees...,
Hanya dengan menarik sedikit kepalanya kebelakang, tamparan Toni luput tidak mengenai sasarannya.
Toni tambah marah ketika tamparannya tidak mengenai wajah Nadira. Dia kembali menyerang dengan tambah garang.
Tahu dirinya akan diserang lagi, Nadira memutar tubuhnya seperti roda tiga kali ketempat yang agak luas.
Dengan tenang Nadira melayani serangan Toni yang membabi buta. Mendapat serangan seperti itu Nadira jadi tersenyum memandang Toni yang tidak bisa bela diri.
__ADS_1
Nadira yang sudah tahu kemampuan bela diri Toni dengan mudah mematahkan serangannya, hingga ketika ada kesempatan dia menangkap tangan Toni,
Hep..., iyaaat..., krak. Nadira langsung mematahkan tangan Toni.
Aaaak...., Toni berteriak kesakitan.
Lalu Nadira mengayunkan tangan kanan ke arah pipi kiri Toni sambil memutar membalikan tubuhnya melepaskan tendangan kearah lambung Toni.
Buuuk...,
Tak ampun lagi Toni terjerembab jatuh ketanah dan tak bisa bangun. Yayan yang melihat bosnya tak bisa bangun segera berlari mendekati bosnya.
"Aduuuh...!" ringis Toni kesakitan memegang perutnya sebentar lalu mengangkat tangan kanannya yang patah.
"Ayo bos! Bangun, aku bantu berdiri." kata Yayan membantu Toni bangun berdiri.
Sambil meringis kesakitan Toni menunjuk Nadira dengan tangan kirinya. "Tunggu iya pembalasanku!" ancam Toni jalan tertatih-tatih di papah Yayan masuk kedalam mobilnya.
"Dasar mulut besar, pengecut! Paling-paling bisanya sewa orang!" umpat Nadira yang masih berdiri memandang Toni yang masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Mampus kau!" ucap Nadira dalam hati sambil berjalan menuju cafe.
Inilah yang dinamakan, melempar kepala orang dengan sebuah bola..., yang kena kepala sendiri. Bermaksud menyindir orang yang kena diri sendiri.
Sore hari Nadira berkelahi dengan Toni. Pada malam harinya, kira-kira pukul 02:15 pagi waktu Indonesia barat pada tengah malam ada bayangan bergerak di dua tempat berbeda. Pas pada saat semua orang terlelap tidur beristirahat.
Seorang laki-laki berbadan tinggi besar yang tiada lain adalah Ghazan sedang menyusup masuk di Wisma atlet yang di jaga ketat oleh TNI dan Kepolisian.
Mereka mengenakan pakaian anti virus, pakaian hitam bercadar. Bayangan Empat orang berlari menuju ke tempat Ghazan dan kawan-kawannya menunggu.
Ternyata pak Bisri telah berhasil mencuri istri dan dua orang perempuan lainnya dari penampungan perawatan orang-orang yang terpapar covid virus 19 dari dalam Wisma atlet.
"Ayo pak Bisri ajak mereka masuk kedalam mobil yang sudah ditentukan!" kata Ghazan memerintahkan pak Bisri.
"Siap bos!" timbal pak Bisri bergerak cepat mengajak istrinya dan dua perempuan lainnya menuju mobil yang telah Ghazan dan Winda tentukan.
Ternyata ini yang dibisikkan Winda kepada Ghazan. Mereka menyusun rencana penculikan terhadap orang-orang yang terpapar virus.
Ini adalah sebuah rencana kejahatan yang dilakukan dua mahluk manusia demi untuk mencapai tujuannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.