
"Sorry Nilam telah membuatmu kaget!" kata Restu minta maaf memperbaiki duduknya
"Kenapa kakak terkejut!" Nilam tersenyum nyengir seakan-akan mengejek Restu yang tampak panik sampai tidak sadar menghempas duduknya begitu keras.
"Entahlah aku tidak tahu!" tatap Restu malu.
"Mungkin kakak suka sama aku iya...," kata Nilam candain Restu.
"Mungkin!" jawab Restu, membuat wajah Nilam kemerah-merahan. Berbarengan dengan itu handphone Restu berdering.
"Handphone kakak bunyi dari tadi tu..." tegur Nilam.
"Oh, kenapa tidak terdengar ya...," celetuk Restu sambil merogoh kantung celananya meraih handphone nya.
"Halo Nadira!" sapa Restu seraya beranjak keluar meninggalkan Nilam dengan mengangkat tangan kanannya meminta Nilam menunggu sebentar.
"Lagi sibuk ya...."
"Iya Dir, lagi interview karyawan baru!"
"Ow, maaf. Sorry dah kalau gitu kak! Okey dah kak, aku tidak lama-lama. Kalau kau pulang nanti kita boleh endak ketemuan di cafe Nusantara!" tanya Nadira mengajak Restu.
"Kalau boleh tahu, penting ya?" tanya Restu.
"Cuman ngajak kamu makan doang!"
"Ntar kita lihat nanti, nanti ku hubungi!" jawab Restu tidak berani memberi kepastian.
"Ya dah, aku tunggu ya?" jawab Nadira tidak tersinggung atas jawaban Restu. Sebab dia pikir Restu sedang sibuk.
Restu kembali masuk menemui Nilam ke ruang kerjanya untuk mengajak Nilam makan bareng sebab pulang nanti Nadira akan mengajaknya makan. Setelah mengantar Nilam pulang baru dia akan menemui Nadira.
"Nilam ikut aku yok!" ucap Restu sambil merapikan ruang kerja.
"Baik!" jawab Nilam walau tidak tahu Restu ngajak nya ngapain.
Restu keluar meninggalkan ruang kerjanya mengajak Nilam makan. Beberapa mata para karyawan terlihat iri melihat bosnya keluar menggandeng Nilam.
Vito mengatakan dalam hati, pasangan yang pantas dan layak. tatapan matanya tak mau lepas melihat Restu dan Nilam yang berjalan sejajar meninggalkan ruangan kantor.
sedang bram,
Dasar buaya mentang mentang ceo, orang baru di embatnya. Geram hatinya tidak suka atas perlakuan bosnya mengajak karyawan baru sesukanya.
__ADS_1
beda dengan Rita dan Liu yang sudah menaruh hati pada Restu.
Rita,
uwaaah belum kerja sudah minta bikin masalah ama gw. Awas kau orang baru, jangan coba-coba sok cantik di kantor ini. Gumamnya didalam hatinya.
Liu,
Sedang Liu hanya menatap sedih langkah kaki Restu dan Nillam. yang berjalan berdampingan dengan mesra. Dan gagal menarik perhatian Restu.
Semua karyawan yang bekerja di Satria corp, tampaknya mulai tertiup angin tak sedap. Dengan munculnya dua karyawan baru.
sesampai di luar Nillam langsung nyamperin pak Amin, yang lagi ngobrol dengan security.
"Pak Amin! Bapak boleh pulang duluan, bilang sama bapak! Nanti kak Restu yang antar aku pulang!" suruh Nillam pada sopirnya sambil nitip salam kepada orang tuanya agar tidak kepikiran.
"Baik non, kalau begitu saya segera pulang!" sahut pak Amin tanpa tanya kepada Nillam mengapa tidak pulang diantar sopir. Pak Amin langsung beranjak meninggalkan kantor.
Tidak lama Restu dan Nillam menyusul meninggalkan perusahaan.
Toni,
semenjak pertamakali melihat Nillam, Toni langsung jatuh hati. Berhari-hari dia melamunkan Nillam. Berhari-hari pula Toni mencari keberadaan Nillam.
Hari ini seperti biasa. kalau kemana mana Toni pasti dikawal oleh body guard nya. Disamping mencari keberadaan Nillam, dia juga setiap hari mencari keberadaan Ghazan dan Winda. dendamnya pada dua penjahat ini tak akan hilang sebelum dipenjarakan atau dibunuhnya.
Aa..., itu milik Roman! ucapnya dalam hati. Aku harus mengikuti mobil itu, siapa tahu ada petunjuk keberadaan Nilam, lanjutnya dalam hati.
Mobil yang di kendarai oleh Restu dan Nilam mengarah ke cafe Sarinah. Toni terus mengikuti mobil itu sampai ke halaman parkir cafe Sarinah.
Betapa senang nya Toni melihat seorang wanita yang keluar dari dalam mobil itu adalah Nilam. Tapi Nilam tidak seorang diri. Dia ditemani oleh pria yang cukup tampan.
Dalam hati dia bertanya, siapa pria itu. Apakah pacarnya? Tidak mungkin Nilam punya pacar secepat itu! ucapnya dalam hati.
Sebelum memasuki cafe Sarinah, Toni berhenti dan menyuruh seluruh anak buahnya turun, "Kalian semua turun disini!" seru Toni menyuruh semua anak buahnya.
"Lo, kenapa kami turun disini? Ini kan jalanan!" protes Yayan.
"Ada apa ini!" seru Toto juga.
Semua anak buahnya terheran-heran kenapa dia di turunkan di tengah jalan.
"Kebiasaan ya! Kalau disuruh turun masih tidak ngerti juga! Dasar bodoh semua!" umpat Toni marah.
__ADS_1
Anak buah Toni Pun segera turun semua dari dalam mobil.
"Kalian tahu kan kenapa kalian ku suruh turun?" toleh Toni kebelakang.
"Tidak tau bos! Lupa!" jawab Toto.
"Itulah makanya kalian ku katakan bodoh semua!" kata Toni dengan Nada tinggi memarahi mereka.
"Kalian ingat endak Wanita cantik yang lari ketakutan karena melihat kalian!" kata Toni mencoba mengingatkan anak buahnya.
"Aa..., sekarang baru ingat bos!" timbal Toto.
"Sekarang dia didalam cafe itu!" tunjuk Toni ke arah Sarinah.
"Hayo turun semua! ikuti aku!" kata Toto menyuruh kawan-kawannya turun setelah mengerti tujuan Bosnya.
Cepat-cepat Toni menyusul mobil Restu dan Nilam setelah semua anak buahnya turun. Toni memarkirkan mobilnya ditempat yang agak jauh dari tempat parkir mobil Restu.
Sambil bersiul, Toni mengikuti Nilam dan Restu dari belakang menggunakan Kaos koplo warna pink menutupi kepalanya. Celana stelan jeans biru dia melenggang bebas tanpa gangguan pengawal, yang sering membuatnya jengkel.
Sesekali Nilam nengok ke arah Toni yang berjalan pas di belakangnya, ada rasa curiga di hatinya. "Ini orang kayak aku kenal!" ucapnya dalam hati.
Karena takut ketahuan, Toni berjalan menundukkan kepalanya sambil menghitung lantai yang di pijaknya seperti orang kurang waras.
Jelas Nilam jadi khawatir dan ketakutan. Melihat hal itu Restu segera merangkul pundak Nilam, "Udah..., tidak usah tengok belakang!" pinta Restu.
Bukan main terkejutnya Toni melihat pria yang menemani Nilam itu merangkul pundak Nilam. timbul dugaan kalau pria didepannya ini adalah pacar Nilam.
Sampai Toni tidak menyadari menabrak Restu dan Nilam yang berjalan di depannya saking gugup dan kecewanya.
"Eeit..., sorry bang!"
Toni kaget menabrak punggung Restu.
"Kenapa? Bang!" seru Restu kaget menoleh kebelakang ke arah Toni yang menabrak tubuhnya.
Restu dan Nilam menoleh kearah Toni barengan.
Toni tertunduk gelagapan takut di kenali Nilam, cepat-cepat berbalik kebelakang.
"Akh, kurang waras itu orang!" seru Restu mengawasi gerak-gerik Toni yang pergi menjauh.
"Kayaknya itu orang aku kenal!" tatap Nilam curiga.
__ADS_1
Toni mendengar ucapan Nilam yang mencurigainya, pura-pura tik tok menjauh. Orang-orang tertawa dengan tingkah lakunya.
BERSAMBUNG.