
Setelah membaca ta'awuz dalam hati, Roman melafalkan basmallah secara perlahan, yang bikin bulu kuduk merinding. Baru baca basmallah saja pak Kholik langsung bergetar mendengar suara Roman. setiap ketukan baik tasdidnya, panjang pendeknya harakat fathah kasrah sesuai dengan tajwidnya dan sangat sempurna sekali.
Kembali jamaah sholat subuh dibuat terbuai oleh lantunan indah alfatihah yang diperdengarkan Roman. semua jamaah sepi menikmati merdunya alfatihah tersebut.
Puncaknya, terjadi deraian air mata sampai haji Kholik tak kuat menahan kesedihannya ketika Roman melantunkan surat qaf ayat dua belas sampai tiga belas.
Dalam surah tersebut Qur'an mengisahkan kaum Rass dan kaum Samud. Kaumnya Fir'aun, kaumnya Luth, dan kaum tubba dari penduduk Aikah yang menolak Allah dan rasulnya. Dan mereka yang menolak akan mendapatkan pedihnya azab api neraka.
Pak Kholik terduduk lemas, dari mulutnya terdengar rintihan tangis yang sangat memilukan. saking indahnya ayat itu dilantunkan Roman.
Singkatnya sholat telah usai. Ternyata banyak jamaah sholat subuh yang mengelap air matanya. Dari sinilah akhirnya banyak yang mengenal Roman.
Haji Kholik segera nyamperin Roman, karena penasaran tidak pernah melihat Roman sebelumnya.
"Assalamualaikum!" sapa haji Kholik.
"Wa'alaikumussalam pak haji!" jawab Roman menyalami dan mencium tangan haji Kholik.
"Maaf nak! aku tidak pernah melihatmu! Kamu tinggal dimana?" tanya haji Kholik.
__ADS_1
Roman tampak bingung tidak bisa memberi jawaban pertanyaan haji Kholik. Karena dia tidak tahu nama kampung pak Bisri tempat dia tinggal sekarang. Roman sempat menanyakannya.
"Saya temannya pak Bisri, saya baru datang dari Jakarta!" jawab Roman menjelaskan pak haji Kholik.
"O..., orang Jakarta rupanya. Pantas saja wajahmu asing disini!" seru haji Kholik anggukan kepalanya.
"Kamu mampir di rumah! Kita sarapan bersama!" ajak haji Kholik.
"Aku beri tahu teman-teman dulu pak haji!" timbal Roman tidak enak menolak ajakan haji Kholik.
"O, iya kita belum kenalan. Kenalkan aku haji kholik!" kata pak haji Kholik memperkenalkan diri.
"Kamu tetap saja duduk disini! Biar pak Amin yang panggil teman-teman mu!" ucap haji Kholik menahan Roman.
Pak Kholik minta tolong kepada pak Amin untuk memanggil teman-temannya Roman yaitu pak Bisri dan Saipul.
Tidak lama pak Bisri dan Saipul datang. Mereka berdua melihat Roman dan haji Kholik yang sedang berbincang-bincang.
"Assalamualaikum pak haji!" sapa Saipul dan pak Bisri menyalami haji Kholik.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam!" jawab haji Kholik memperhatikan Saipul dan pak Bisri.
"Yang ini kawan-kawan mu Roman!" tanya haji Kholik.
Roman anggukan kepala. haji Kholik Pun bangun berdiri dari tempat duduknya mengajak Roman dan kedua temannya kerumahnya,
"Mari semua! Kita sarapan di rumah!" kata haji Kholik mengajak mereka bertiga.
Inilah pengalaman pertama Roman yang belum satu hari tinggal di Lombok. Dia diajak sarapan dirumah yang baru saja dikenalnya. Memang itulah kelebihannya kita menjadi orang Sholeh.
Sementara dua temannya di Jakarta. yang sedang duduk di cafe Sarinah juga sedang sarapan. Tapi wajah mereka tetap diselimuti kesedihan.
Kesedihan mereka tak akan bisa luntur sebelum Ghazan dan Winda di jebloskan di penjara.
"Kita perlu pikiran yang tenang dan badan yang segar agar kita bisa memperoleh ide menemukan Ghazan dan Winda. Juga keberadaan Roman!" ucap Restu ditengah-tengah kegalauan Hadi yang terus bekerja tanpa perduli dengan pisiknya yang mulai kendur.
"Terima kasih telah memberikan masukan positif padaku!" jawab Hadi.
"Kamu tampak lelah! Sebaiknya kamu pulang dan istirahat yang cukup. Agar kita bisa bekerja dengan baik dalam menyelesaikan masalah ini." desak Restu menyuruh Hadi beristirahat.
__ADS_1
BERSAMBUNG.