PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT
EPISODE KE EMPAT PULUH SATU: BERHASIL KABUR DARI SEKAPAN.


__ADS_3

Terlihat semua anak buah Ghazan tertidur nyenyak, mereka tidak menyadarkan diri karena mabuk. Tampak pak Bisri dan Oleng pun juga tertidur.


Didekat mereka berserakan botol-botol minuman keras, aneka makanan dan putung rokok. Morrin lalu berlari meninggalkan tempat penyekapan sejauh-jauhnya sampai tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan ditengah jalan.



Terjatuhnya morrin pingsan langsung kontak ke jantung hati kedua orang tuanya, Seakan-akan telah terjadi sesuatu kepada putrinya, dan juga kontak di hati Roman sebagai kekasihnya.


Sedangkan Marisa ibunya Roman masih kokoh dengan pendiriannya. Dia tetap menolak putranya berhubungan dengan Morrin.


Kebencian Marisa memuncak dengan jarangnya Roman di rumah. menurut informasi yang didapat dari Winda, Morrin adalah biang keladinya Roman jarang di rumah.


Winda memperlihatkan foto-foto mesra Morrin dan Roman. Padahal semua itu rekayasa Winda, semua foto itu sengaja di edit oleh Winda sendiri.


Marisa merasa kebahagiaannya dengan Roman putra semata wayangnya telah di rebut oleh morrin. Roman lebih mencintai Morrin daripada ibu kandungnya sendiri.


Pak Rifky bapaknya Roman tampak tidak perduli melihat pertengkaran Marisa istrinya dengan putranya itu.

__ADS_1


Sudah berulang kali pak Rifky menasehati Marisa agar membiarkan Roman menentukan pilihannya sendiri, namun Marisa keras kepala tidak mau mendengarnya.


"Anakku putra bangsawan, hartanya melimpah, berhubungan dengan wanita biasa, aku tidak rela!" ucap Marisa bicara sendiri di depan suaminya.


Pak Rifky tetap cuek pura-pura tidak mendengar Marisa yang ngeyel bicara sendiri. Malah pak Rifky asyik mencari berita di hand phonenya. Mata pak Rifky melebar melihat ada berita wanita tewas terpapar covid.


"Waduh..., Sebentar lagi kiamat!" seru pak Rifky tersentak kaget melihat berita online di hand phonenya.


Empat orang wanita terpapar virus covid 19 di sebuah apartemen. Ketiga wanita tersebut kabur dari penampungannya di Wisma atlet. Dan seorang lagi bernama Morrin meninggal karena tertular oleh tiga wanita yang kabur.


Tadinya pak Rifky menanggapi biasa saja berita tersebut. Tetapi lama-kelamaan wajahnya berubah pucat ketika melihat putranya mengamuk memohon agar di perbolehkan masuk.


Plaaak..., kontan Bu Marisa terkejut mendengar hand phone pak Rifky jatuh. di tambah lagi pak Rifky tiba-tiba pucat duduk tersandar di jok sopa kursinya.


Marisa lari memanggil Didin security rumahnya yang sedang asyik melihat group musik Amerika Stronger than moonshine pada hand phonenya.


"Iya nyonya...," sahut Didin segera berlari menghampiri Bu Marisa yang terlihat tampak panik.

__ADS_1


"Tolong bapak cepat! Cepaaat," teriak Bu Marisa gelisah.


"Bapak kenapa nyonya?" tanya pak Didin berjalan cepat masuk kedalam mengikuti Bu Marisa.


"Entahlah tiba-tiba saja dia lemas!" timbal Bu Marisa.


Wajah pak Rifky benar-benar pucat. Pak Didin yang baru masuk hendak memperbaiki duduk pak Rifky tapi di tolak oleh pak Rifky.


"Tak perlu, aku hanya tidak kuat apa yang akan terjadi pada Roman!" ucap pak Rifky.


Marisa yang mendengar suaminya menyebut Roman kontan jadi terkejut. "Ada apa dengan Roman pak! Ada apa? Cerita sama mama!" tanya Marisa khawatir.


Pak Rifky menarik napas dulu baru bercerita, "Morrin tewas terpapar covid!" jawab pak Rifky lalu diam tidak berkata-kata lagi.


Marisa langsung lega setalah mendengar cerita suaminya. Seulas senyum mengulum di bibirnya. Dia merasa sudah sudah terbebas dari bencana asmara yang di perankan putranya.


Roman datang terlambat ke tempat apartemen yang di tunjuk Toni. Ketika mereka berempat tiba, mereka sudah melihat ada polisi di tempat itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2