
Belum selesai Nadira berpikir tentang Toni yang hanya di temani Yayan, si kurus kerempeng yang memiliki mental baja. Apalagi ketika berjalan menghampiri Nadira, gaya langkah kakinya di atur sedemikian rupa di hadapan Nadira.
...Nadira berpaling ke arah lain sambil menahan tawanya melihat gaya langkah kaki Yayan dan tanpa sengaja matanya melihat sebuah mobil berhenti dibelakang mobilnya....
Nadira kini sadar kalau Toni tidak sendirian begitu melihat segerombolan preman turun dari sebuah mobil mini bus warna hitam.
...Hihihi ... Nadira tertawa kecil sambil tersenyum, seolah-olah mengejek Toni. "Hebat..., hebat, hebat!" ucap Nadira memandang Toni menepuk-nepuk kedua tangannya....
"Iyah! Aku memang hebat! Aku bisa bayar mahal preman untuk membuatmu kapok!" timbal Toni.
"Hebat apaan, itu namanya banci! Tahu?" ejek Nadira nyindir Toni.
...Mendapat sindiran seperti itu, akhirnya Toni gengsi dan nantang Nadira duel. "Okey kalian tidak usah ikut campur!" ucap Toni menoleh kearah anak buahnya mengangkat tangannya memberi isyarat untuk menahan mereka....
..."Majulah! Hari ini aku akan membuatmu menyesal," seru Toni menantang Nadira duel satu lawan satu sambil membuka jurus dengan kuda-kuda yang salah, membuat Nadira semakin menahan tawanya....
Melihat Nadira menutup mulutnya menahan tawanya, Toni menjadi berang tak mampu menguasai amarahnya.
..."Dasar betina sok cantik! Sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut dihadapan ku! Lalu akan menjadi santapanku diatas kasur yang empuk!" ancam Toni geram sambil menerjang Nadira....
Hyiaaat..., uweees...
Toni menerjang Nadira membabi buta. Tampak sekali dia sangat bernafsu untuk mengalahkan Nadira.
"Di otakmu itu, yang ada hanya pikiran kotor! itu sebabnya tak ada wanita yang mau sama kamu!" timbal Nadira menunggu serangan Toni.
Begitu serangan Toni sudah dekat, hanya dengan memutar satu kakinya tanpa banyak melakukan gerakan apa-apa, Toni sudah di buat tidak berdaya.
Heit,
plak!
Kepala Toni seperti terkena benturan balok kayu menghantam kepalanya, matanya langsung berkunang-kunang mengitari apa yang ada didepannya dengan rasa pusing bagai dunia berputar mengelilingi tempatnya berdiri.
Aaaagkh ...
Tubuhnya langsung terlontar kebelakang beberapa meter, meringis menahan sakit.
"Uwah ... bos kena!" seru Toto tak sadar.
__ADS_1
Melihat bosnya tidak berdaya, Toto tanpa di perintah langsung berteriak merintahkan anak buahnya menyerbu Nadira.
Sikaaaat ...
Nadira di kepung dari berbagai arah oleh anak buah Toni. Nadira berpikir keras untuk mengatasi para preman yang mengepungnya.
"Menyerah lah cantik! Sayangi tubuhmu yang indah!" pinta Toto menyarankan Nadira.
"Biarkan bosku mencicipi mu!" tambah Toto.
Wajah Nadira tampak memerah mendengar seruan mulut Toto yang kotor.
"Dasar preman! Tak kan kubiarkan tubuhku tersentuh oleh kaki tangan kotor mu!" timbal Nadira.
"Tak usah salahkan kami, karena itu kemauanmu!" seru Toto langsung menyergap Nadira.
Huuups....
Eits, plak ...
Nadira menggeser kaki kirinya kebelakang menghindari sergapan Toto sambil melepaskan jotos tangan kanannya kearah pipi kiri Toto.
Tubuh Toto hampir terjatuh setelah mendapat pukulan tangan kanan Nadira.
"Buih! brengsek!"
Toto marah bukan main memandang Nadira yang telah menghantam pipi kanannya, Toto pun segera memberi isyarat kepada semua teman-temannya agar segera menyergap Nadira.
"Kawan-kawan tangkap dia!" seru Toto kepada semua temannya sambil menahan air liurnya menahan nafsu atas kemolekan tubuh cantik Nadira.
Para anak buah Toni mengepung dan menyergap tubuh Nadira dari segala arah, namun Nadira dengan gesit dan lincah menghindari sergapan itu. Dengan ringan tubuhnya salto memutar ke kiri dan ke kanan sambil memberi serangan balasan.
Semua serangan yang dilancarkan para preman yang mengeroyok Nadira luput dan tak satupun yang mengenai sasaran. Malah Nadira melihat ada celah untuk melepaskan satu pukulan keras ke salah satu preman.
Buuugkh....
Toto melihat temannya terjungkal terkena pukulan telak Nadira dan menyusul lagi satu pukulan yang sangat keras menghantam teman Toto yang lain.
Buuuagkh....
__ADS_1
Dua tiga tendangan memakan korban dari kedua kaki Nadira,
Praaaghk....
Plaaaghk....
Bergelimpangan dua tiga orang berjatuhan terkena tendangan Nadira.
Mereka meringis menahan kesakitan, hanya Tarzan dan Ogang yang tersisa.
Bolang dan Toto serta di bantu Tarzan sangat sulit di taklukan oleh Nadira, maka Nadira terus memutar otaknya untuk dapat menaklukan mereka bertiga.
Sementara Toni yang telah lebih dahulu di bantai Nadira kini telah pulih. Toni bangkit berdiri dan melangkah menghampiri ketiga anak buahnya, "To! dan kamu berdua segera tangkap dia dan bawa ke penginapan!" ucap Toni kepada ke tiga anak buahnya yang sedang mengepung Nadira.
"Siap! bos!" timbal Toto.
Toni lalu melangkah menghampiri anak buahnya yang lain yang lagi menahan sakit tubuhnya yang terluka.
"Hayo! Bangun, bangun! Bantu temanmu?" bentak Toni menghardik anak buahnya yang menahan sakit.
"Iya bos ...," timbal mereka satu persatu bangkit berdiri sambil menahan sakit melangkah kearah perkelahian.
🌟🌟🌟🌟🌟
Kita tinggalkan Nadira yang sedang di keroyok Toni dan anak buahnya. Mari kita menuju plaza city melihat Restu dan Nilam yang sedang makan siang bersama.
Restu duduk berhadapan dengan Nilam, pada tempat yang telah di boking oleh mereka berdua. Jantung Nilam turun naik, mendapat tatapan Nakal mata Restu.
Ini adalah pertama kalinya Nilam makan bareng dengan seorang pria dan pertama kalinya pula jalan dengan pria didalam hidupnya yang telah menginjak remaja.
"Jangan tatap terus ah, malu!" tangan Nilam menepis tatapan Restu dengan tangannya sambil tersenyum malu.
"Kamu cantik, sih!" tatap Restu tak bergeming dengan tetap terus tersenyum menatap Nilam. Senyum nakal yang membuat Nilam jatuh tak berdaya.
Benih-benih cinta mulai tumbuh dihati Nilam dan Restu, Nilam tak kuasa menolak tatapan binar mata Restu. Begitu pula dengan Restu. Wajah cantik gadis yang dulu masih kecil dan lincah, kini telah membuatnya hanyut dalam halusinasi cinta.
Restu dan Nilam sekarang telah terikat cinta, walau belum terungkap lewat pernyataan resmi dari mulut mereka berdua. Tapi perasaan hati mereka yang telah mengirim sebuah isyarat adanya benih cinta.
BERSAMBUNG.
__ADS_1