
Di Jakarta, Hadi yang baru saja kehilangan seseorang, yang sangat penting dalam mengungkap kematian morrin, sedang menunggu sahabat Roman yang bernama Restu, yang hari ini pulang dari Amerika.
Restu memutuskan pulang ke Indonesia dan berhenti kuliah karena kaget serta sok mendengar sahabatnya hilang dan tak tahu dimana keberadaannya.
Berita itu dia dapatkan dari berita televisi dan media Amerika seperti berita Viva news dan media online Viva news, juga dari orang tua Roman langsung yaitu pak Rifky bapaknya Roman.
Berita yang disiarkan langsung dari salah satu televisi swasta Amerika, memberitakan tentang meninggalnya seorang wanita yang bernama Morrin.
Morrin terpapar virus pandemi kekasih putra konglomerat berpengaruh di Indonesia yang bernama Roman Maulana Satria.
Kedatangan Restu yang menumpangi pesawat Singapure air lines pas bersamaan dengan mendaratnya pesawat lion air lines yang di tumpangi Roman dan pak Bisri ke Lombok.
Hadi membunyikan klakson memberi kode kepada Restu yang baru saja keluar dari bandara,
"Malam Hadi!" sapa Restu tersenyum melihat Hadi yang menunggunya dari dalam mobil.
"Malam!" jawab Hadi keluar dari mobil menyambut dan merangkul Restu.
__ADS_1
Hadi membantu Restu memasukkan koper kedalam bagasi dan meninggalkan bandara Soekarno-Hatta. Mereka berbincang-bincang didalam mobil membicarakan Roman.
"Saya melihat langsung berita hilangnya Roman dari berita televisi dan berita online di Amerika karena meninggalnya morrin!" kata Restu kepada Hadi.
"Berita ini membuatku sok dan stres. Lalu aku memutuskan untuk berhenti kuliah dan pulang ke Indonesia mencari Roman!" lanjut Restu dengan raut sedih dan tegang.
Hadi menarik napas dalam-dalam, tampak raut wajahnya juga sedih memikirkan Roman. Belum lagi ibu Marisa yang sekarang makin memprihatinkan, juga pak Rifky yang banyak diam dan melamun.
"Ceritanya panjang Restu, kejadian ini terjadi karena Marisa tidak merestui hubungan mereka. Lalu memperkenalkan Winda dan memaksa Roman untuk mencintainya. Tetapi Roman menolak ke inginan mamanya!" kata Hadi mengisahkan perjalanan asmara Roman sahabatnya dengan suara berat dan serak.
"Ceritakan lah kejadiannya, jangan kamu sembunyikan!" pintu Restu memohon pada Hadi yang juga tampak tegang.
"Aku sepertinya tidak sanggup untuk menceritakannya, karena setiap aku mengingatnya terbayang hati Roman yang hancur!" jawab Hadi dengan bola mata dipenuhi butiran yang tertahan.
"Ceritakan lah kepadaku, biar aku juga merasakan sakit yang dirasakan Roman!" desak Restu, yang makin lama semakin merasakan apa yang dirasakan Roman saat ini. Penderitaan yang teramat luar biasa.
"Baiklah, aku tak perlu bicara panjang lebar. Morrin terbunuh, yang membunuhnya adalah Ghazan dan Winda!" ucap Hadi singkat.
__ADS_1
"Siapa Ghazan?" tanya Restu menatap Hadi. raut wajah sedih yang menyelimuti wajahnya berubah menjadi merah.
"Dari cerita yang kudengar Ghazan adalah pacar Winda!" jawab Hadi sambil memandang jalan raya yang mereka lewati.
Mata Restu terbelalak menatap Hadi, dadanya berdebar-debar.
"Ini Wanita berani sangat! Pasti ada niat busuk yang mereka rencanakan!" kata Restu curiga. Yang di curigai Restu adalah orang ini pasti ingin menguras harta milik Roman.
"Apa ada bukti mereka yang membunuh Morrin!" tanya Restu ingin tahu, karena kebetulan dia dan Roman memiliki jurusan yang sama dalam bidang hukum.
"Tentu saja kita ada buktinya!" timbal Hadi.
"Katakan Hadi, katakan bukti apa yang kita pegang. Hingga kalian berani mengatakan, yang membunuh morrin adalah Winda dan Ghazan!" kata Restu penasaran ingin tahu. Dia tak sabar untuk dapat meringkus mereka semuanya.
Juga Restu tidak sabar ingin melihat seperti apa wajah Ghazan dan Winda yang begitu jahat membunuh morrin.
BERSAMBUNG.
__ADS_1