PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT

PREMAN JALANAN PUTRA KONGLOMERAT
EPISODE KE TIGA PULUH TUJUH: PENCULIKAN IX.


__ADS_3

Roman mencoba untuk mengendalikan dirinya, Namun melihat Toni yang tampak meremehkannya ditambah lagi tak ada rasa takut sedikitpun padanya akhirnya tanpa ampun,


Braaak...,


Toni di banting ke arah Ogang yang berdiri di samping kanannya. Toni meraung kesakitan merasakan punggungnya.


Aduuuh....,


Yayan segera membantu Toni berdiri dan menjauh dari pertarungan. Melihat bosnya di banting, tanpa pikir panjang Tarzan menerjang Roman.


Nadira yang melihat Tarzan menerjang Roman, segera melepaskan tendangan keras ke dada Tarzan dan,


Pueees ...., tendangan Nadira mengenai sasarannya karena Tarzan hanya pokus menerjang Roman tanpa melihat lawan.


Bruuuk....,. Tarzan ambruk kelantai. Tarzan yang tubuh tinggi besar dengan otot kekar di seluruh tubuhnya ini bangun kembali dengan murka memandang Nadira.


Demikian pula dengan Ogang dengan kepala plontos, tubuhnya hampir sama dengan Tarzan. Namun bedanya Tarzan lebih berotot dan tinggi.


Kedua-duanya siap membalas menyerang. Ogang menatap Roman dengan bengis, mukanya meraung ingin menelan Roman mentah-mentah.


Perkelahian tak dapat di hindarkan. Pemilik cafe tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya menelpon polisi.


Hyaaat...., mata merah meringis menerjang Roman. semua serangannya terarah dan mematikan. Tapi Roman adalah juara international karate KA juga menguasai bela diri kungfu yang tidak terkalahkan. Jadi jenis bela diri di kuasai dengan sempurna.

__ADS_1


Untuk menghadapi preman sekelas anak buah Toni cukup Hadi dan Nadira yang melayani. Tapi karena tujuan utama membebaskan Morrin sesegera mungkin maka dia tidak mau berpangku tangan.


Kembali tendangan Nadira memakan korban, saat Ogang pokus menyerang Roman dia tidak melihat Nadira yang berdiri bebas. Ogang yang terus mendesak Roman tidak melihat Nadira yang siap-siap akan menyambar kepalanya dengan tendangan kanannya yang keras.


Iyaaat ... iyaaat.... iyaaat!


Pueees...., Nadira memutar kaki kanannya ke arah kepala Ogang yang asik terus mendesak Roman. Dan,


Plaaak...., benturan keras seperti balok sebesar paha menghantam kepala Ogang.


Bruuuk...., Ogang tidak sadarkan diri ambruk akhirnya dikaki Nadira.


Tarzan yang tadinya akan membalas menyerang Nadira sebelum ogang roboh di hadang Hadi.


Hadi menundukkan kepala kepalanya menghindari tendangan maut yang mematikan dari kaki kanan Tarzan


Merasa tendangannya dapat di hindari dan hanya menendang tempat kosong Tarzan tambah beringas.


"Sekarang kamu pasti tak akan mampu menghindari ini!" ancam Tarzan tak mau main-main.


Heit..., Hup..., ssttt...,


Roman yang melihat Tarzan sedang mempersiapkan sebuah serangan dengan tenaga dalam, segera menyelamatkan Hadi. Karena dia tahu jurus tenaga dalam seperti itu.

__ADS_1


"Hyaaat...," Tarzan melepaskan pukulan tenaga dalam kearah Hadi.


"Hait...," Roman memutarkan badannya salto di udara mencegah serangan yang terlihat kejam.


Plaaak....,. Buuuk....,


"Aaaaaaghk....," Tarzan yang terpental dengan hadangan tenaga dalam yang dilepaskan Roman.


Tarzan langsung jatuh telungkup tak bangun lagi. Bolang dan Toto berlari nyamperin Tarzan, "Dia pingsan to!" ujar Bolang memandang Toto.


"Udah biarkan, kita selesaikan bajingan ini dulu!" ucap Toto mengajak Bolang menyerang Roman.


"Hati-hati To, anak muda itu berbahaya!" bisik Bolang mengingatkan Toto.


Semua anak buah Toni dapat di atasi oleh Roman, Hadi dan Nadira. Mereka tidak berkutik dengan ketangguhan tiga sekawan ini.


Sebelum polisi datang. Roman, Nadira dan Hadi berhasil membawa Toni ketempat yang aman untuk di interogasi.


Sementara Roman menginterogasi Toni, mari kita lihat Morrin di penyekapannya. Morrin masih belum merasakan hal-hal aneh di tubuhnya. Ini dikarenakan ketiga pekerja berusaha menjauh dan menjaga agar penyakit mereka tidak menular ke tubuh Morrin.


Semua pakaian, makanan dan minumannya di jaga betul oleh ketiga perempuan itu, sebagai mana yang telah di ajarkan oleh petugas covid di penampungan mereka.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2