PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 10


__ADS_3

Huueeekk...huekkk...


Seperti ibu hamil lainnya, Serena pun mengalami "morning sickness" di trimester awal kehamilannya


Beruntung selama sebulan bekerja, ia hanya beberapa kali mengalami mual dan masih dapat di atasinya namun ia juga sadar tidak selamanya bisa menyembunyikan kehamilannya yang semakin hari semakin membesar..


Meskipun kehamilan ini tidak di harapkannya tapi dia juga tidak sampai hati menolak rejeki yang sudah Tuhan titipkan padanya,sekiranya saat ini ia sudah berjanji untuk menjaga dan membesarkan anaknya sendiri meski tanpa ayah sekalipun


tok..tok..tok..


"Selamat pagi Chef, silahkan masuk.."sapa Serena setelah membukakan pintu rumahnya


"Sepertinya kamu sudah siap, apa sebaiknya kita berangkat bersama ke restoran?"


"kalau Chef tidak keberatan.."


"Tentu saja tidak, saya senang ada teman berbincang selama di jalan"


"hmm... kalau begitu saya ambil tas dulu"


Serena bersyukur awal bekerja semua terlewati dengan baik meskipun di awal ada kejadian tak mengenakkan namun ia tetap bersyukur memiliki team kerja yang selalu baik padanya


Terlebih ia sangat bersyukur bertemu untuk kesekian kalinya seseorang yang selalu menolong ketika ia kesusahan, ya chef di tempat ia bekerja merupakan orang yang sama yang menolongnya ketika ia tak sadarkan diri di taman


Keduanya terkejut ketika tau sama-sama bekerja di satu tempat, Serena yang semula canggung berbeda dengan chef yang justru begitu terlihat senang


"Apa ada yang kamu pikirkan?"tanya chef membuyarkan lamunan Serena


"Ah..tidak ada chef" jawabnya tersenyum canggung


"kalau ada apa-apa sampaikan​ saja padaku, mungkin aku bisa membantu"

__ADS_1


"saya tidak enak selalu merepotkan chef"


"aku tidak merasa di repotkan olehmu, aku sudah beberapa tahun disini tapi baru kali ini aku memiliki seorang teman wanita"


Serena hanya menunduk mendengar ucapan chefnya itu, ia tidak mengerti dengan maksud teman wanita seperti yang di ucapkan chef tersebut karena tiap negara memiliki pemahaman berbeda soal itu


"hhh... kau terlalu kaku padaku, apa aku begitu menakutkan sampai kau selalu saja menunduk seperti itu"


"bu...bu...bukan begitu chef, ha..hanya saja.."


"hanya saja...apa?"


"mmm...bukan apa-apa"


Serena memalingkan wajahnya, ia tidak mungkin mengatakan kalau ia masih tidak mengerti dengan ucapan chefnya tadi. Bukan berharap yang lain tapi ia justru tidak mau ada kesalahpahaman antara mereka berdua


"hahaha...kau ini polos sekali, tanpa berbicara pun semuanya sudah tergambar jelas di wajahmu"gelak chef dengan satu tangannya memegangi perutnya


"adik chef ada dimana, apa aku boleh bertemu dengannya?"


"hhh...ia sudah meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan"


Raut wajah chef seketika berubah sewaktu menceritakan perihal adiknya, Serena yang melihat itu meminta maaf karena merasa tak enak hati.


"yah tapi aku yakin iya sekarang baik-baik saja disana" ucap chef lirih


"aku pun yakin kalau adik chef sudah berada di tempat terindah di sisi Allah" hibur Serena seraya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih


"terima kasih" balas chef mengelus rambut​ Serena


Tidak terasa mereka sudah sampai di depan restoran, Serena segera turun dan mengucapkan terima kasih lalu buru-buru melangkah masuk takut ada yang melihatnya datang bersama chef dan tersebar gosip yang tidak mengenakkan

__ADS_1


***


Di sudut sebuah bar, terlihat seorang gadis yang sedang menikmati minumannya seorang diri


Seperti biasa kalau hatinya sedang tak enak, ia akan menghabiskan waktunya menikmati minuman yang di sajikan di bar itu


Saat ini ia sudah menghabiskan dua botol wine terbaik disana, sejak tadi ia terus meracau tak jelas bahkan berteriak marah dan menangis


"Breng*** kau Rey.." cercanya sembari menenggak minumannya


"beraninya kau mempermalukanku Seperti itu"teriaknya marah


"kau memang baji**** Rey....tapi bodohnya aku malah suka padamu" makinya


Pemilik bar yang merupakan teman kekasih wanita itu segera memanggil temannya untuk segera datang,Ia tidak mau pengunjung lain terganggu mendengar teriakan dari wanita mabuk itu


"sayang ayo kita pergi, kau sudah sangat mabuk"


Leo membawa kekasihnya itu keluar dan membantunya masuk ke mobil, sejujurnya ia sedih melihat kekasihnya itu berubah setelah mengetahui akan di nikahkan oleh seorang pengusaha muda yang namanya sangat terkenal itu


Orang tua Leo merupakan pemilik perusahaan bahan bangunan terbesar di negara ini, dari segi tampang pun ia termasuk menarik namun ternyata karisma Rey lebih kuat sehingga membuat Clara meninggalkannya


"aku tidak mau pulang.."


"hhh...aku akan mengantarmu pulang ke rumah" ucap Leo menghela nafas


"aku bilang tidak mau pulang..bawa aku kemana saja...aku tidak mau pulang"teriak Clara sembari menendang pintu mobil


Leo melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya, ia paham betul sifat buruk kekasihnya itu. Ia akan terus berteriak ketika keinginannya tidak di penuhi


sesampainya​ di apartemen, Leo menggendong tubuh Clara dan membaringkannya di tempat tidur. Baru akan beranjak, tiba-tiba Clara menarik tangan Leo hingga ia terjatuh tepat di atasnya

__ADS_1


Clara yang terpengaruh alkohol, mulai menyerang Leo. Awalnya Leo menolak namun kemudian ia pun membalas perlakuan Clara, berharap ada benih yang nantinya tumbuh yang bisa membuat Clara kembali lagi padanya


__ADS_2