
Rey menyiram air ke wajah perempuan yang sedang terikat di hadapannya, menyadarkannya kalau saat ini bukan waktunya untuk menikmati mimpi karena sebuah janji pembalasan sedang menunggunya
Clara yang merasakan air mengenai wajahnya langsung terbangun namun seketika itu juga matanya terbelalak melihat Rey yang sedang memandang jijik kepadanya
"Breng*sek kau Rey, beraninya menculikku dengan cara pengecut seperti ini!!!" Clara memaki Rey namun karena mulutnya yang tersumpal sehingga apa yang perempuan itu ucapkan tidak terdengar jelas
Dengan gerakan mata, Rey memerintahkan pada Indra untuk membuka penutup mulut Clara dan membiarkan perempuan itu menumpahkan segala emosinya sebelum tidak ada lagi hari esok untuknya
"Lepaskan aku breng*sek!!!" Clara menggerakkan tangannya agar ikatan yang melilit di tangannya terlepas
"Usaha anda sia-sia saja nona, jadi sebaiknya anda diam sebelum tenaga anda habis" Indra mengingatkan
"Diam kau be*de*bah!! aku tidak ingin mendengar apapun dari mulut seseorang yang yang tak lebih buruk dari seekor an*ji**"
Indra mengepalkan tangannya, ia hendak memberi pelajaran pada perempuan itu namun tangan Rey sudah lebih dulu terangkat menahan gerakannya​
"Biarkan dia menghabiskan kata-kata buruk dari mulutnya itu sebelum malaikat maut datang mencabut nyawanya" Indra pun kembali ke tempatnya semula
"Malaikat maut katamu, hahaha!!! justru aku yang akan menjadi malaikat maut untuk istri serta anakmu"
"Jaga mulut anda, nona" Indra semakin geram apalagi melihat tuannya bahkan tidak bereaksi atas ucapan Clara padanya
"Apa sekarang kau dan tuanmu itu takut akan ancamanku?! hahahaha.. kalian hanya manusia yang berlindung di balik harta orang tua saja"
"Cih..anda sendiri tidak lebih baik dari perempuan ja*la*Ng di luaran sana yang menjual tubuhnya hanya untuk mencapai tujuannya" cibir Indra
"Kemari kau breng*sek biar aku robek mulutmu itu" Indra tersenyum sinis merasa senang bisa membalas ucapan perempuan ular itu
Sementara Rey melirik jam tangannya, sudah cukup waktu yang ia berikan pada perempuan itu dan kini waktunya ia membalas semua perbuatan perempuan itu pada Serena
"Sepertinya kau sudah terlalu banyak bicara, aku sudah muak mendengar semua yang kau ucapkan" Rey berdiri kemudian berjalan mendekat ke arah Clara
__ADS_1
"Aku tidak akan memaafkanmu kalau sampai kau berani menyentuhku"
"Apa sekarang kau sedang ketakutan Clara?! atau kau sedang memohon kepadaku untuk melepaskanmu?!" kekeh Rey sambil mencengkram wajah Cantik itu
"Cih...Sampai matipun aku tidak akan pernah memohon padamu" Clara berusaha meludahi Rey namun Rey sudah lebih dulu menghindar sehingga tidak mengenainya
"Aku akui keberanianmu tapi sudah cukup aku berbaik hati padamu"
Plakkk!! Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Clara menyisakan sketsa telapak tangan Rey yang tadi menyentuhnya
"Itu untuk keberanianmu melawanku"
Belum sempat Clara meringis sebuah tamparan kembali mendarat di pipinya yang bahkan tidak ia sadari
"Itu untuk kata-kata kasarmu padaku"
Belum puas hanya dengan menampar Clara, Rey kemudian melepaskan ikatan tangan perempuan itu dan mendorongnya hingga terjatuh dari kursi yang tadi ia duduki
"Pasti kau melihat apa yang kekasihmu itu lakukan pada istriku, bukan?! bagaimana kalau kita memulai semuanya seperti itu juga" mendengar ucapan Rey, Clara hendak melarikan diri namun tangan Rey lebih dulu menarik rambut panjangnya dan menyeretnya hingga ke ujung gudang yang luas itu
"Aaaarrrggghhhh...sakit breng*sek!!" Clara memukul-mukul tangan Rey namun Rey tidak menghiraukan pukulan yang seperti gigitan semut itu
Setelah puas Rey pun menghempas tubuh langsing itu ke lantai.
"Papaku akan membalas semua yang kau lakukan padaku Rey!!!" teriak Clara penuh amarah
"Bukannya paman Arnold sudah kau dan ibumu usir dari rumah?! apa kau yakin paman masih peduli padamu setelah semua yang kau lakukan padanya"
Clara menggeram, Rey juga tau permasalahan yang terjadi dalam keluarganya bahkan menjadikannya senjata untuk membalasnya
"Kau jangan senang dulu Rey, aku masih memiliki kekasih yang akan melakukan apapun untukku"
__ADS_1
"Hahahaha... kekasihmu itu akan segera menyusulmu ke alam baka"
"Kau hanya bisa menggertak saja Rey, kau pikir semudah itu untuk mengalahkannya"
Rey kembali mendekati Clara mencengkram tangan perempuan itu hingga bunyi tulang yang patah terdengar. Clara menjerit kencang, baru kali ini ia merasa rasa sakit yang teramat sangat membuat air matanya ikut mengalir
"Berteriak lah Clara, mungkin kekasihmu itu akan segera datang kalau mendengar jeritanmu" Seringai Rey sembari menatap dingin Clara yang masih menjerit kesakitan
Rey kembali melanjutkan aksinya, menarik rambut panjang Clara dan menyeretnya lagi hingga darah terlihat mengalir dari luka akibat teradunya kaki jenjang itu dengan lantai
Indra yang sedari tadi menjadi penonton tunggal dari pertunjukan Rey tersenyum puas melihat balasan yang di lakukan tuannya terlebih melihat wajah kesakitan perempuan itu sungguh pemandangan yang sangat indah untuk di nikmati
Rey mengambil pisau yang tergeletak di atas meja, ia ingin menuntaskan pertunjukan terakhirnya dan menghentikan penderitaan perempuan itu
Perlahan ia berjalan ke arah Clara yang terus memundurkan tubuhnya agar tak terjangkau oleh Rey, memohon kepada Rey untuk melepaskannya namun hanya seringai saja yang terlihat dari wajah tampan itu
Ketika jarak pisau dengan leher Clara makin dekat, pintu gudang tersebut terbuka terlihat Arnold dan istrinya serta kedua orang tua Rey berada disana
"Hentikan Rey!!! paman mohon jangan sakiti Clara lagi" Arnold secepatnya berdiri di depan Clara untuk menghalangi langkah Rey sedangkan istrinya sudah sesegukan memeluk putrinya yang berlumuran darah
Rey hanya terdiam di tempatnya, ia tidak menyangka akan kedatangan mereka semua kesana tapi ia juga bersyukur karena mereka lah niatnya untuk menghabisi Clara dapat di cegah
Plakkk!!! Daddy yang tidak menduga dengan perbuatan anaknya akhirnya melayangkan tangannya ke wajah Rey sembari menahan geram terhadap anak lelakinya itu
"Daddy tidak pernah mengajarimu berlaku kasar terhadap perempuan Rey!!!"
"Cih..kalau kalian tidak tau apa yang di perbuat perempuan itu pada istri dan anakku sebaiknya kalian diam saja"
"Reyyyy!!" daddy mengangkat tangannya lagi hendak memukul Rey namun segera di tahan oleh Mom yang berada di sampingnya
"Sebaiknya kita segera membawa Clara ke rumah sakit sebelum terlambat" Mom mengkhawatirkan Clara yang terlihat melemah karena kekurangan darah. Arnold pun menggendong tubuh putrinya dan membawanya ke rumah sakit terdekat
__ADS_1