PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 57 (Kesepakatan)


__ADS_3

"Hmmm... dimana ini??" batin Serena saat ia membuka matanya dan melihat sekelilingnya


Ia pun mengingat kejadian kemarin saat ia bertemu dengan dua orang pria yang tidak ia kenal dan setelah itu ia tidak tau apa-apa lagi


"Akhirnya kau bangun juga nona" ucap salah seorang yang berjaga mendekatinya


Serena berusaha berbicara namun karena mulutnya tertutup plester membuat apa yang ia ucapkan tidak jelas


""Baiklah aku akan membuka penutup mulutmu itu biar aku bisa mengerti apa yang kau ucapkan"


"Untuk apa kalian membawaku kesini??"


"Maaf nona kalau soal itu saya juga tidak tau, saya hanya menjalankan perintah bos saja"


"Lepaskan!!!" Serena menggerakkan tangannya berusaha melepaskan ikatan yang masih mengikat kedua tangannya


"Sudah nona jangan terlalu banyak bergerak atau kau akan melukai tanganmu itu"


" Apa aku akan terus duduk tenang disini dan tidak melakukan apa-apa?? kau pikir saat ini kita sedang piknik"


"Anggap saja seperti itu nona setidaknya itu akan membuat perasaanmu lebih baik"


"Hei bedeb** mau kemana kau?? lepaskan tanganku dulu" teriak Serena saat pria itu berbalik dan hendak pergi meninggalkannya namun hanya di balas oleh kekehan pria tersebut


***


Waktu terasa berjalan lambat bagi Rey, sudah seharian ia menunggu kabar tentang Serena namun hingga sudah menjelang tengah malam tidak ada satu pun orang suruhannya yang memberinya kabar


"aarrrgghhh!! apa yang mereka lakukan?? kenapa sampai sekarang Serena belum juga di temukan??"


Ia tidak berhenti mondar mandir di kamarnya, mengutuk ketidakberdayaannya​ yang tidak bisa mencari sendiri keberadaan istrinya itu.

__ADS_1


Segala pikiran negatif juga ikut meramaikan otaknya pasalnya ia tidak tau motif penculikan Serena serta apakah kondisi Serena dan calon anaknya baik-baik saja.


Saat pikirannya masih kacau, pintu kamarnya tiba-tiba saja terbuka dan munculah Clara yang berjalan dengan santai mendekatinya


"Apakah kau segitu gugupnya menghadapi pernikahan kita besok sayang??" tanya Clara mengejek sambil mendudukkan bokongnya di kasur Rey yang tepat berhadapan dengan pria itu


"Pergi dari sini!!" ucap Rey dingin, kehadiran Clara hanya membuat kepalanya menjadi dua kali ah tidak bahkan lima kali lebih pusing dari sebelumnya


""Segitu pentingnya kah perempuan kampung itu sampai membuatmu gelisah seperti ini"


"Apa maksudmu??!"


"Untuk apa bertanya kalau kau saja mengerti apa yang aku bicarakan sayang" Clara memperlihatkan foto-foto Serena yang sedang di ikat di kursi kepada Rey


"Cepat katakan dimana kau menyandera istriku Clara??!" Emosi Rey memuncak ia lalu mencengkram wajah Clara hingga posisi tubuhnya tepat di atas tubuh wanita itu


"Kalau kau menginginkan tubuhku tak perlu kasar seperti ini sayang, lagipula apa kau tidak takut kalau aku juga bisa menyakiti istri sirimu itu lebih dari yang kamu bayangkan" ucap cLara menepis tangan Rey dari wajahnya, ia pun bangkit lalu berjalan ke sofa di dalam kamar tersebut sambil menyalakan rokok yang di bawanya


"Kalau sampai kau menyakitinya aku pastikan kau beserta keluargamu akan merasakan akibatnya"


"Katakan alasan kenapa kau sampai menculiknya??! ini masalah kita dan dia tidak ada sangkut pautnya dalam urusan kita"


"Cih.. justru karena ada dia, kau pasti akan menyingkirkanku dari hidupmu dan aku tidak mau itu terjadi karena dirimu hanya milikku seorang"


"Aku tidak mau hidup selamanya dengan ular berbisa sepertimu jadi berhenti membual tentang cinta yang bahkan tidak kau mengerti maknanya"


"hahaha!! sepertinya kau sudah mulai berubah sejak bertemu dengan gadis kampung itu Rey. Entah apa bagusnya dia sedangkan aku jauh lebih hebat dari dia yang bahkan tidak tau asal usulnya dari mana"


"Berhenti mengata-ngatai istriku seperti itu, cepat katakan apa yang kau inginkan??"


"Ckckckck..kau memang tidak sabaran sayang. Baiklah Aku ingin membuat kesepakatan denganmu??"

__ADS_1


"Kesepakatan??"


"Ya.. aku akan melepaskan perempuan kampung itu asalkan pernikahan kita tetap terlaksana"


"Bukankah pernikahan kita memang akan dilakukan​ besok, jadi apa yang kau khawatirkan??"


"Aku bukan perempuan bodoh yang bisa kau tipu Rey, aku yakin besok pasti kau akan melakukan sesuatu untuk membatalkan acara itu"


Rey terdiam, ia memang mengira semua rencananya​ sudah berjalan dengan baik hingga ia tidak menduga akan berakhir seperti ini


"Aku terima kesepakatan ini, jadi lepaskan Serena sekarang juga"


"Setelah aku sudah resmi menjadi istrimu yang sah baru perempuan kampung itu akan aku lepaskan" Clara mengecup pipi Rey kemudian berjalan keluar dari kamar itu meninggalkan Rey yang menatapnya dengan marah


***


Rey mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas, ia lalu menghubungi Mike untuk memberitahukan bahwa Clara yang sudah menculik Serena supaya lingkup pencarian Serena hanya berkisar pada Clara dan orang-orang di sekelilingnya saja


"Maaf Rey, anak buahku belum juga menemukan istrimu"


"Tidak apa Mike, ada hal penting yang harus aku katakan. Clara yang sudah menculik Serena jadi kalian cukup mencari Serena di tempat yang mungkin bisa di jadikan perempuan itu untuk menyekap seseorang"


"Dasar wanita ular itu, aku harap kau tidak menikah dengannya Rey"


"Aku juga berharap seperti itu. Bagaimana dengan Leo?? apa kau sudah menemukannya??"


"Sudah, orang-orangku sekarang sedang membawanya kesini"


"kalau dia sudah tiba, cepat tanyakan dimana Clara menyandera Serena karena aku yakin dia juga ikut terlibat dalam rencana Clara"


"Kau tidak perlu khawatir, akan aku pastikan dia membuka mulutnya"

__ADS_1


"Baiklah, aku percayakan semua padamu"


Rey mematikan sambungan telepon lalu merebahkan tubuhnya di kasur, ia merasa sangat lelah namun matanya enggan untuk terpejam karena pikirannya masih saja tertuju pada istrinya itu


__ADS_2