
Posisi terikat serta tidak di beri makan dan minum membuat Serena merasakan pusing dan mual membuat ia terjaga semalaman
Bukan ia menolak makanan dan minuman yang di berikan para penculik itu tapi ia tidak mau sampai terjadi sesuatu padanya disaat ia tidak sadarkan diri
Semula ia yakin tidak butuh waktu lama bagi Rey untuk menyelamatkannya namun hingga hari sudah berganti Rey bahkan belum juga menemukannya
"Hhh.. ini kan hari pernikahannya, tidak mungkin ia akan memperdulikanku"
Serena sudah pasrah dengan keadaannya, apa ia akan keluar dari sini dalam keadaan hidup atau mati ia sudah tidak peduli toh kepergiaannya tidak akan ada yang menangisi
BRAAKkk!!!
Pintu ruangan itu di dobrak oleh sekelompok orang, lalu muncul seorang pria blasteran yang cukup tampan masuk lalu mulai memukuli pria yang berjaga disana
Serena hanya memejamkan matanya tak berani menatap perkelahian yang cukup sengit di hadapannya hingga seseorang melepaskan ikatan yang mengikat kaki serta tangannya
"Hentikan atau aku akan melukai perempuan ini!!"
Serena semula mengira ia akan di selamatkan tetapi justru ia malah di jadikan sandera oleh pria berpakaian hitam itu.
Mike yang datang bersama anak buahnya menghentikan perkelahian saat melihat di leher Serena ada pisau milik salah seorang lawannya
Serena bisa merasakan tajamnya pisau yang melekat di lehernya karena cuma menempel saja pisau itu sudah melukai lehernya hingga ia merasakan perih akibat luka yang di timbulkan
"Cepat angkat tangan kalian, lalu menghadap ketembok sekarang juga" teriak pria berpakaian hitam itu.
"Sudah kami lakukan, sekarang lepaskan wanita itu" Mike memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti perintah pria itu demi keselamatan istri sahabatnya yang hanya bisa memejamkan mata karena ketakutan
"Letakkan semua senjata kalian, kalau ada yang masih memegang senjata aku pastikan wanita ini akan mati"
Mike terpikirkan salah satu ide yang bisa menyelamatkan Serena tapi memiliki resiko yang sangat besar karena kalau meleset sedikit saja bisa jadi Serena yang akan celaka untuk itu ia harus benar-benar berkonsentrasi sebelum bertindak
__ADS_1
Mereka semua mulai meletakkan senjata yang mereka bawa ke lantai begitu pula dengan Mike, namun begitu melihat pandangan pria yang menyandera Serena teralihkan ia dengan cepat menyambar senjata yang ia letakkan tadi kemudian membidik lengan pria tersebut
Dorrr!!! dooorrr!!
"Arrghhhh!!!" suara teriakan kesakitan serta teriakan terkejut dari Serena terdengar memenuhi ruangan itu
Pisau yang di pegang pria itu terjatuh saat ia mengerang kesakitan begitu pula pegangan pada tubuh Serena, perkelahian pun kembali terjadi dan tidak butuh lama hingga seluruh anak buah Leo berhasil di kalahkan oleh Mike dan pasukannya
Bau anyir darah serta luka yang terus mengeluarkan darah di lehernya membuat Serena tak kuasa mempertahankan kesadaran, ia pun ambruk di tempat semula ia berdiri mematung melihat semua yang telah terjadi.
***
Rey sudah duduk di depan penghulu tinggal menunggu Clara untuk duduk di sampingnya barulah acara ijab qobul itu akan di laksanakan, ia masih percaya bahwa keajaiban akan datang padanya karena itu ia selalu membawa ponselnya kemanapun ia pergi
"Baiklah semua sudah berkumpul kalau begitu acara akan kita mulai" ucap penghulu kepada semua yang ada di ruangan itu
Tangan Rey dan papa Clara saling bersalaman, kemudian papa Clara mulai mengucap ijab qobul yang nantinya akan di ikuti oleh Rey
Drrrrttt!!! drrrrttt!!!
"Serena sudah selamat, sebaiknya cepat selesaikan urusanmu disana dan temui istrimu disini"
"baik. Terima kasih"
Rey akhirnya bisa bernafas lega, ia lalu menganggukan kepala kepada Indra kemudian memohon maaf kepada Daddy serta mommy yang sudah protes akan tindakannya yang menunda acara sakral ini
Baru acara akan di lanjutkan tiba-tiba Indra muncul membawa seseorang yang wajahnya penuh dengan luka di hadapan seluruh yang hadir membuat suasana menjadi ricuh karena pria itu mengatakan kebenaran yang membuat semua orang tercengang
"Saya menentang pernikahan ini karena mempelai wanitanya sedang mengandung anak saya"
"Bohong!!! pria itu berbohong, seseorang cepat usir dia dari sini" Clara berteriak histeris melihat Leo yang tiba-tiba ada di ruangan itu bersama asisten Rey yang menandakan rencananya gagal
__ADS_1
Suasana menjadi tegang saat keamanan hendak membawa Leo keluar namun Rey lebih dulu memutar sesuatu di layar televisi membuat semua orang mengalihkan pandangannya dari Leo dan Clara
"Katakan semua ini bohong Rey" mommy berteriak histeris saat menyaksikan fakta mengejutkan dari calon menantunya itu, sedangkan Daddy yang juga terkejut cuma bisa menenangkan istrinya itu
"Apa yang Leo katakan semuanya benar Mom, itulah kenapa aku tidak menyetujui pernikahan ini. Bukan kah paman Arnold sudah tau perihal itu?!" Rey melirik papa Clara yang tengah terdiam tidak ikut membenarkan ataupun menyalahkan semua yang Rey ucapkan
"Kenapa kau tidak mengatakan semua sedari awal Rey??!" Daddy ikut bersuara
"Bukankah Mom dan dad yang tidak mau mendengar apapun yang aku katakan, malah kalian memaksaku untuk melakukan pernikahan ini"
"Maaf kan kami Rey" ucap Mom di tengah isakannya
"Tidak apa-apa Mom semua sudah berlalu, sebaiknya sekarang kita pergi dari sini" Rey beserta keluarganya baru saja akan melangkah namun teriakan Clara membuat mereka menghentikan langkahnya
"Tidak Rey!!! kau tidak bisa melakukan ini padaku, kau harus menikahi ku Rey" Clara bersujud di kaki Rey kemudian berpindah ke kaki Mom dan Daddy memohon untuk melanjutkan pernikahan ini. Ia sudah membuang semua harga dirinya, asalkan Rey tidak meninggalkannya
"Lepaskan aku Clara!!"
"Aku mohon Rey, jangan tinggalkan aku Rey. Aku akan melakukan apapun untuk bisa bersamamu, aku janji akan berubah Rey"
"Lanjutkan hidupmu Clara,hanya Leo satu-satunya pria yang bisa membuatmu bahagia"
"Tidak Rey!!! aku cuma mau kamu, Reyyyyy!!!"
Plakkk!!! sebuah tamparan mendarat di pipi Clara membuatnya seketika bungkam dan hanya menatap penuh marah pada orang yang menamparnya
"Hentikan Clara!! sudah cukup mempermalukan papa di hadapan orang banyak"
"Apa yang kau lakukan pah??! Clara lagi butuh dukungan bukan tamparan" Evelin memeluk putri semata wayangnya menenangkan, ia hanya ingin menjadi kekuatan bagi anaknya yang saat ini sangat rapuh
"Ini lah yang terjadi kalau kau terus saja memanjakannya"
__ADS_1
"Dia putriku dan selamanya aku akan terus melakukan sesuatu untuk membahagiakannya"
Arnold tidak ingin memperpanjang perdebatan dengan istrinya serta menjadi tontonan orang-orang yang masih ada disana, ia pun pergi meninggalkan istri dan anaknya yang masih berpelukan itu. Begitu pula dengan Rey beserta keluarganya yang ikut pergi saat melihat keadaan sudah Semakin memburuk