
Leo kembali meretas CCTV di apartemen Rey guna mencari waktu yang tepat untuk menculik Serena, ia menunggu saat disana hanya ada Serena saja karena menurut pengamatannya menjelang siang asisten rumah tangga Rey biasanya akan keluar berbelanja
"Sekarang!!" Leo memerintahkan dua orang bawahan untuk menjalankan rencananya setelah melihat Bu Inah sudah pergi berbelanja
tok!!tok!!tok!!
Serena terbangun sedikit terlambat karena semalam ia kelelahan setelah menumpahkan air matanya, hingga saat bisa Inah akan pergi berbelanja ia masih berada di kamar mandi
Dengan malas, Serena beranjak dari sana lalu mengenakan pakaiannya saat mendengar suara pintu di ketuk
"Siapa kalian??!" tanya Serena terkejut mengetahui yang mengetuk pintu bukan Bi Inah ataupun Indra seperti dugaannya namun dua orang pria berpakaian hitam
Kedua pria itu tidak menjawab justru bergerak maju mendekati Serena, karena gerakannya yang lambat belum sempat ia menutup pintu kedua pria itu sudah lebih dulu menahan tangan Serena lalu membekap mulutnya hingga ia tidak lagi mengingat apa-apa.
Mereka pun membawa Serena ke tempat dimana Leo sudah menunggu kemudian membawa Serena kesebuah tempat yang mereka sebut mabes Leo
"Akan kita apakan perempuan ini bos??"
"Jangan lakukan apapun, cukup ikat dia di kursi"
"Baik bos" dengan cekatan keduanya pun melakukan sesuai yang bosnya itu perintahkan
Leo mengambil ponsel lalu menghubungi Clara yang sedari tadi sudah menunggu kabar keberhasilan rencananya
"Apa kau berhasil??!"
"Tentu saja sayang, perempuan itu sekarang sudah berada di markasku"
"Cepat kirimkan gambarnya sebagai bukti, aku tidak mau kau menipuku"
"ckckckck.. kau sungguh tidak sabaran sayang, tunggu lah nanti akan aku kirimkan fotonya padamu"
"Baiklah, sekarang aku sibuk tapi jangan lupa untuk mengirim fotonya padaku lalu pastikan perempuan itu tidak bisa kemana-mana"
Sambungan telepon terputus, Leo segera mengirim foto-foto Serena yang sudah ia ambil sebelum menghubungi kekasihnya itu
"Kau memang bisa di andalkan" batin Clara sembari tersenyum penuh arti saat melihat foto-foto yang di kirim Leo padanya
***
__ADS_1
Bu Inah sudah pulang berbelanja namun saat tiba di rumah ia heran karena tidak juga melihat nonanya disana padahal hari sudah siang, bahkan makanan yang sudah ia siapkan tadi pun masih utuh
Ia penasaran lalu melangkah menuju kamar tuannya itu. Setelah berkali-kali ia mengetuk tapi Serena tidak kunjung keluar, ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar itu
"Non..."
Bi Inah berkeliling mencari serena di setiap sudut kamar namun nihil karena serena tidak nampak disana begitu juga saat ia berlari mengelilingi apartemen itu masih juga Serena tidak terlihat
"Ya Allah non Serena kemana?? semoga non tidak apa-apa" bi Inah bingung bagaimana caranya menghubungi Rey karena ia tidak memiliki ponsel, kemudian ia ingat tadi sewaktu di kamar ia melihat ponsel Serena tergeletak di atas nakas ia pun buru-buru mengambil benda pipih tersebut beruntung Serena tidak memberi kata sandi pada ponselnya sehingga bi Inah bisa langsung menghubungi tuannya itu
Puluhan kali bi Inah menghubungi Rey namun tidak ada jawaban dari tuannya itu, semakin panik bi Inah akhirnya menghubungi Indra karena memang di ponsel Serena hanya ada beberapa nomer handphone saja
"Ya nona Serena, ada yang bisa saya bantu??!"
"Mas Indra ini bibi mas, non Serena mas tolong mas.."
"Nona Serena kenapa bi?!"
"Nona Serena hilang, tadi saya tinggal belanja tapi begitu saya pulang non sudah tidak ada di rumah"
"Nona hilang bi??!" mungkin nona Serena keluar sebentar bi tapi lupa kasih tau bibi"
"Tidak mungkin mas, non selama ini kalau pergi paling cuma sama tuan saja"
"Saya sudah telepon tuan tapi tidak diangkat, tolong ya mas bibi khawatir sama non"
"Ya sudah bi, nanti saya telepon lagi kalau ada kabar"
Indra segera melajukan mobilnya menuju ke kediaman Oliver, saat ini menghubungi Rey sama susahnya dengan mencari keberadaan Serena untuk itu ia memilih datang kesana dan menyampaikan langsung kabar hilangnya serena
***
Sudah dari pagi rumah orang tua Rey di padati dengan orang-orang yang sibuk menyiapkan acara pernikahannya besok, segala adat istiadat pun tidak luput di gelar sehari menjelang pernikahannya itu
Rey yang terpaksa mengikuti semua keinginan mommynya hanya bisa menghela nafas kasar, ia sudah seperti robot hidup yang hanya bergerak ketika di suruh
"Permisi tuan muda, mas Indra datang katanya ingin bertemu dengan tuan muda" ucap salah satu ART di rumah orang tuanya saat ia sedang menunggu waktu untuk melakukan acara siraman
"Bilang padanya, setelah selesai siraman aku akan menemuinya"
__ADS_1
"Baik tuan muda"
Prosesi adat ternyata memakan waktu lama, sekitar dua jam kemudian baru Rey bisa menemui Indra yang sudah sangat mengkhawatirkan istri bosnya itu
"ada perlu apa menemuiku?? bukankah kamu masih harus menyelesaikan yang aku perintahkan"
"Maaf tuan, ada hal penting yang harus saya sampaikan mengenai nona Serena"
"Serena?? ada apa dengan dia??"
"Hmm..nona Serena hilang tuan"
"Hilang!!! apa kau sudah mengecek di apartemen??"
"Bi Inah sudah mengelilingi apartemen untuk mencarinya tapi tidak ketemu juga tuan"
Rey langsung berlari ke dalam kamarnya, ia mengambil ponselnya berniat untuk melihat CCTV apartemennya dan disana ia melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari nomer handphone Serena
"Sial**!!!" Rey memaki kebodohannya yang tidak memperketat penjagaan terhadap Serena sehingga istrinya itu berhasil di culik
"Cepat sebar semua anggota kita untuk mencari Serena, kalian harus menemukan Serena malam ini juga"
"Siap Tuan"
Indra undur diri dari hadapan Rey sedangkan Rey sedang menghubungi seseorang meminta bantuan agar istrinya itu cepat di temukan
"Kau dimana??"
"Aku di tempat biasa. Ada apa Rey?? bukan kah kau sedang sibuk sekarang"
"Istriku di culik dan aku minta bantuanmu untuk mencarinya"
"Istri?? Clara maksudmu??!"
"Serena, istriku Serena!! aku tidak bisa menjelaskannya sekarang tapi tolong bantu aku mencarinya"
"Ok, kau tenang dulu. Sekarang kirim foto Serena supaya anak buahku bisa mencarinya"
"ya..akan aku kirimkan, secepatnya kabari aku kalau kau sudah menemukannya"
__ADS_1
Sambungan telepon lebih dulu di putuskan Rey padahal Mike bahkan belum selesai berbicara. Sebenarnya Mike ingin mempertanyakan banyak hal tapi situasi yang tidak memungkinkan membuat ia mengurungkan niatnya.
"Ternyata gadis ini sangat cantik, pantas saja kau begitu mengkhawatirkannya" gumam Mike sambil memperhatikan wajah Serena dari foto yang baru saja di kirimkan Rey padanya