PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 21


__ADS_3

"Sore paman, apakah keponakanmu ini mengganggu?"


"Tentu tidak Rey, mari masuk"


Daniel merangkul anak dari kakak lelakinya itu, sudah lama mereka tidak bertemu di karenakan kesibukan masing-masing


"Bagaimana kabar orang tua mu? sudah lama aku tidak mengunjungi mereka"


"Mom sama dad baik-baik saja paman, mereka berdua juga pasti sangat merindukan paman"


"Mungkin akhir pekan aku akan berkunjung kesana"


"Pastikan paman tidak lupa membawa bibi Lucy serta Angel" canda Rey


"Hahaha... tentu saja, aku tidak mau lagi mendapat hukuman dari bibimu itu hanya karena tidak mengajaknya bertemu dengan kakak iparnya"


Daniel terkenang sewaktu dulu pernah dengan sengaja berkunjung kerumah saudaranya itu tanpa memberi tahu istrinya, sepulang dari sana ia mendapati istrinya itu dengan wajah masam menyambutnya


Istrinya merajuk dan melarangnya tidur di kamar. Semula ia tidak mengerti kenapa istrinya marah seperti itu, ternyata sehari sebelumnya istrinya itu sempat memintanya mengantarkannya kerumah orangtua Rey dan saat itu ia sedang mengandung anaknya. Sialnya Daniel terlupa akan janjinya dan berakhir tidur di luar kamar selama beberapa hari


"Ah paman sampai lupa menawarkanmu minum, kau mau minum apa Rey?"


"Kopi hitam saja paman"


Daniel meminta sekertarisnya untuk menyiapkan kopi untuknya dan Rey, tak berselang lama kopi pun di hidangkan oleh sekertaris itu


"Oh ya Rey, ada hal apa yang membawamu sampai kesini?"


"Aku dengar paman memiliki saham di perusahaan Adiaksa" Rey menyeruput kopinya sambil menunggu pamannya mengingat nama perusahaan yang ia maksud

__ADS_1


"hmm... Adiaksa, seingat paman memang paman pernah menanam saham disana tapi paman lupa seberapa besar saham milik paman disana"


"aku juga memiliki saham disana paman cuma sekitar 30% saja dan menurut asistenku saham paman yang terbesar disana"


"Sepertinya kau tertarik dengan perusahaan itu Rey, apa ada yang bisa paman bantu?"


Rey tersenyum senang, pamannya ini memang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap suatu hal tak heran usahanya pun bisa di bilang meningkat karena hal itu


"Bagaimana kalau paman menjual saham paman itu padaku? aku berencana untuk memiliki perusahaan itu?"


"Kenapa tiba-tiba kamu sangat menginginkan perusahaan itu Rey?"


Daniel menatap ponakannya itu, ia sudah sangat mengerti akan sifat Rey namun ia ingin mengetahui alasan yang membuat Rey bersikeras ingin memiliki perusahaan yang bergerak di bidang yang berbeda jauh dengan perusahaan miliknya itu


"Rey hanya ingin memberi pelajaran kepada anak tuan Adiaksa kalau ia sudah salah memilih lawan"


"Kalau cuma masalah seperti itu, tidak seharusnya kamu melibatkan orang tuanya Rey. Tuan Adiaksa orang yang baik, kasian kalau mereka harus menanggung akibat dari ulah anaknya"


"Hhhh... Baiklah kalau itu sudah keputusanmu, besok paman kirimkan surat-surat yang kamu butuhkan"


"Terima kasih paman, sebagai balasannya Rey akan berikan pulau milik Rey yang selama ini paman inginkan"


Mata Daniel berbinar kala Rey menyebut pulau kecil miliknya yang berdekatan dengan Pulau Bali sebagai bayarannya. Sudah lama ia tertarik dengan pulau itu, karena selain indah pulau itu bisa menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan ketika di jadikan lokasi wisata


Kesepakatan pun terjalin antara keduanya, Rey lalu pamit untuk kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya


***


Rey sudah sampai di ruang kerjanya, ia tidak menyangka hari ini keberuntungan sedang berpihak padanya

__ADS_1


Besok ketika surat-surat yang di kirimkan pamannya tiba, ia akan langsung melaksanakan rencana yang sudah ia susun


Di matanya sudah terlihat kehancuran perusahaan milik Adiaksa serta kepergian Clara dari kehidupannya


Rey teringat akan orang tuanya, ia harus mulai rencananya dengan berpura-pura mengikuti keinginan dari orang tuanya tersebut. Ia lalu mengambil telepon genggamnya dan menghubungi ibunya


"Halo Mom, bagaimana kabar Daddy?"


"Seperti yang kau tau Rey, kemaren sakit jantung Daddy kambuh beruntung setelah minum obat keadaannya sudah lebih baik"


"Maafkan aku Mom"


"Tidak apa Rey, mommy mengerti perasaanmu"


"Mom, aku ingin meminta bantuan"


"Apa itu nak?" nyonya Oliver tersenyum senang, baru kali ini anaknya itu meminta bantuannya meskipun ia tidak tau apakah bisa membantu atau tidak


"Tolong Mom bujuk Daddy untuk tidak segera menikahkan aku dengan Clara. Tapi kalau dad mau aku tidak keberatan kalau harus bertunangan dulu dengan Clara"


"Apa kau serius dengan ucapanmu itu Rey?"


"Rey serius Mom, Rey hanya ingin mencoba lebih mengenal lagi pribadi calon istri Rey"


"Baiklah nak, Mom akan bicarakan ini dengan Daddy. Pasti ia akan senang mendengar kabar baik ini"


"Thanks Mom. sampaikan salamku pada Rebecca"


Sambungan telepon pun terputus, Rey hanya tinggal menunggu kabar dari ibunya itu. Ia sengaja memilih alasan seperti itu biar orang tuanya tidak curiga dengannya yang tiba-tiba berubah pikiran

__ADS_1


"Sebentar lagi kita bertemu sayang, aku pastikan kau akan menjadi milikku selamanya" gumam Rey sembari mengingat wajah gadis yang diam-diam sudah mengisi hatinya


__ADS_2