PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 83 (Posesif)


__ADS_3

"Kak Sere!!! huhuhu...aku rindu kakak" Rebecca memeluk Serena yang sedang duduk dan bermain dengan putranya


Saat ini Serena telah di pindahkan ke ruang perawatan karena kondisinya yang kian membaik, bahkan bila kondisinya terus stabil beberapa hari lagi juga ia sudah boleh pulang kerumah


"Lepaskan tanganmu itu.." Rey yang juga berada di samping istrinya menarik tangan adiknya hingga terlepas dari tubuh Serena​


"Iiisshhh..dasar pelit, memeluk saja tidak boleh"


"Tentu saja tidak boleh, hanya aku dan anakku saja yang boleh memeluknya"


Serena hanya menggeleng melihat pertengkaran dua orang kakak​ beradik itu, akhir-akhir ini memang suaminya itu terlalu berlebihan dalam memperlakukannya mungkin karena ia yang baru tersadar dari tidur panjangnya membuat suaminya itu takut kehilangannya lagi


"Sudah lah mas, Re hanya melampiaskan kerinduannya padaku lagipula dia kan adikmu"


"Tuh kan, kak Sere saja tidak keberatan aku peluk" Rebecca kembali mendekat kepada kakak iparnya namun Rey tetap saja tidak memperbolehkan adiknya itu memeluk istrinya


"Pokoknya tidak boleh!!! kalau kau masih mendekat juga, aku akan menyuruh Indra untuk menyeretmu keluar"


"Kak Sere lihat kelakuan kak Rey, tega sekali dia pada adiknya yang cantik ini" Rajuk Rebecca sembari mengerucutkan bibirnya


"haish... kamu ini mas, jangan keterlaluan pada adikku itu kasian kan dia jauh-jauh kesini hanya untuk menemuiku" Serena memukul lengan Rey yang sedari tadi tidak bergeming dari tempatnya


"Baiklah, kau boleh berbicara dengannya tapi jangan berani menyentuh Serena apalagi memeluknya"


"Oh ya ampun, nasibku malang sekali memiliki kakak lelaki seperti ini" ucap Rebecca memutar bola matanya malas, kemudian ia pun duduk di samping kakak iparnya itu


"Maklumi saja Re, kakakmu itu terlalu mengkhawatirkan keadaanku makanya ia begitu posesif akhir-akhir ini"


"Hhh...kak Sere pasti kesulitan memiliki suami seperti itu, aku doakan semoga kakak bisa sabar menghadapi sikap kekanak-kanakan kakakku itu" Re menggenggam tangan Serena bersimpati


Ehem!!!

__ADS_1


"Aku masih bisa mendengar ucapanmu anak nakal" Rey sengaja tetap berada di ruangan itu untuk memantau pergerakan adiknya


"Upppsss..aku sampai lupa kalau daddymu itu masih ada disini" bisik Rebecca di telinga keponakannya yang berpipi bakpau itu


Serena tergelak mendengar ucapan Rebecca, tidak ada yang berubah dari keduanya. Mereka masih saja seperti kucing dan tikus kalau bertemu tapi saling merindukan ketika berjauhan


"Bagaimana kabar Mom dan daddy Re?!" pertanyaan yang sama yang ia sempat tanyakan pada Rey namun tidak di jawab oleh suaminya itu


"Hmm..mereka baik-baik saja kak" jawab Re hati-hati sembari melirik ke arah Rey yang seakan berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Serena


"Syukurlah kalau begitu, bila terjadi sesuatu pada mereka jangan sungkan untuk menghubungi kami ya Re"


(Pantas saja kak Rey begitu mencintai kakak, tidak hanya cantik tapi kakak juga memiliki hati yang begitu baik) batin Rebecca


"I-iya kak" Rebecca terdiam, ia takut salah berbicara dan berujung Rey akan marah padanya


"Apa yang terjadi selama aku tidak sadar Re?!"


Serena memandang sendu pria yang duduk tidak jauh dari mereka, saat ini ia percaya akan besarnya cinta yang suaminya itu berikan padanya mungkin tidak sebesar cinta yang ia miliki saat ini tapi ia berjanji akan membalas itu semua dengan cinta yang ia miliki


"Dia pasti sangat menderita karenaku Re"


"Kakak salah, kak Rey akan jauh lebih menderita lagi kalau sampai tidak bisa melihat kakak lagi. Setidaknya dengan melihat kakak masih ada di sisinya itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya tetap hidup"


"Aku berjanji untuk tetap hidup untuknya Re" ucap Serena tulus seraya tersenyum lembut pada adik iparnya itu


Rebecca yang sudah tidak bisa menahan keharuannya itu tanpa sadar memeluk tubuh kakak iparnya merasa bersyukur kakak lelakinya menemukan seseorang yang baik dan tulus untuk mendampinginya


"Serena harus beristirahat, pulang lah"


"Maaf kak aku lupa, kalau begitu aku pamit ya kak Sere. Semoga lekas sembuh biar kak Rey tidak lagi menjadi pria kesepian" Rebecca yang terkejut spontan melepas pelukannya dan secepatnya pergi sebelum kakaknya itu memberikan hukuman karena sudah melanggar perkataannya

__ADS_1


"Dasar anak nakal!!" Rey hendak menarik kuping adiknya, namun Rebecca sudah lebih dulu berlari keluar


Setelah Rebecca sudah tidak terlihat lagi, Rey lalu mendekati Serena yang sedang menyusui anaknya. Semenjak terbangun dari koma Serena memang meminta izin untuk memberikan ASI pada anaknya


Dokter anak serta dokter yang merawatnya menyetujui hal itu karena menurut mereka kedekatan emosional antara ibu dan anak bisa membuat kondisi Serena menjadi lebih stabil


"Apakah dia sudah tertidur?!"


"Hmm..dia baru saja tertidur, Re sudah pulang mas?!"


"Ya dia sudah menghilang padahal tadi aku belum memberinya hukuman karena sudah menghabiskan waktu bersamamu dan mengabaikanku"


"Iihhh..kau ini mas, jangan mengerjainya terus. Aku saja merindukannya​ pasti dia juga sangat merindukanku jadi aku bersyukur dia mau datang mengunjungiku disini"


"Aku malah sangat..sangat...sangat..merindukanmu tapi kamu malah merindukan orang lain" Rey merajuk, ia tidak mau di nomor duakan dalam hal apapun apalagi oleh istrinya


"Lihatlah boy, daddymu itu begitu posesif bahkan ibu tidak boleh sekedar merindukan aunty Re padahal tentu saja yang ibu rindukan sekali adalah dirinya" Serena menatap wajah mungil yang sedang tertidur di pangkuannya itu, wajah yang tampan menyerupai daddynya


Rey terkekeh, ia bahkan tidak bisa marah terhadap wanita itu sekalipun hanya berpura-pura. Ia lalu meletakkan putranya di sisi Serena kemudian memeluk istrinya itu


"Kamu hanya milikku dan aku tidak mau ada yang menyentuh milikku"


"Hmm..baiklah suami posesif ku"


"Kamu menyebutku apa bee?!" Rey melepas pelukannya lalu mulai menciumi setiap inci wajah Serena yang membuatnya terbahak karena merasa kegelian


"Masih mau memanggilku seperti itu lagi bee?!"


"Tidak sayang, aku akan memanggilmu suami tampanku saja kalau begitu"


"Tapi aku lebih suka di panggil 'sayang' olehmu"

__ADS_1


Rey menangkup wajah Serena kemudian mencium bibir ranum itu lembut. Keduanya begitu menikmati ciuman yang tidak saling menuntut namun memberikan kenyamanan, ciuman yang menjadi bukti penyatuan dua hati yang telah terikat satu sama lain


__ADS_2