
Malam itu ketika ia di usir dari apartemen Rey, dengan rambut acak-acakan serta wajah yang sudah tidak jelas bentuknya Clara menghubungi Leo untuk menjemputnya karena hari sudah larut malam sedangkan ia tidak membawa kendaraan
"Apa yang terjadi denganmu?! mengapa kau ada disini malam-malam begini?!" Leo membombardir Clara dengan banyaknya pertanyaan ketika melihat kekasihnya itu tidak seperti biasanya
"Tak usah banyak bertanya, cepat bawa aku ke tempat biasa. Suasana hatiku sedang buruk, cuma minuman yang bisa membuatku lebih baik"
"Dengan keadaanmu yang kacau begini?! kau yakin?!"
"Aku tidak peduli, bawa aku kesana sekarang!!"
Leo melajukan mobilnya namun bukan ke tempat seperti yang di tunjuk oleh Clara melainkan ke apartemen miliknya.
"Untuk apa membawaku kesini?! aku tidak mau ke apartemenmu Leo!! apa kau tuli, hah"
"Cepat turun.. katanya kau mau minum. Tanpa harus kesana, di rumahku juga mempunyai minuman seperti yang kau inginkan"
"Tidak!! aku tidak akan turun dari mobil ini sebelum kau mengantarku kesana"
"Apa mau ku gendong sayang?! katakan saja apa yang kau inginkan pasti akan aku turuti kecuali ke tempat yang kau inginkan tadi"
Clara hanya mendengus kesal, saat ini ia benar-benar merasa sangat buruk. Perlakuan Rey padanya sudah menghancurkan harga dirinya yang begitu tinggi
Melihat Clara yang hanya memanyunkan bibirnya, Leo segera mengangkat tubuh kekasihnya itu dan membawanya masuk ke dalam apartemen miliknya
"Ini minumanmu sayang" Leo meletakkan segelas jus jeruk di hadapan Clara
"Aku tidak mau itu!! berikan aku wine Leo"
"Tidak!! apa kau berniat membunuh anak kita?!"
"aku tidak menginginkan anak ini. Ia hanya menyusahkan ku saja"
"Apa maksudmu Clara?!"
"Aku menginginkan Rey, Leo!! aku mencintainya!! anak ini hanya akan menghalangiku mendapatkan hati Rey"
"Hentikan omong kosongmu itu clara. Anak itu tidak salah apa-apa. Bila Rey tidak menginginkanmu masih ada aku yang akan bertanggung jawab atas hidupmu dan anak kita"
__ADS_1
"Cih... aku tidak ada niat untuk menikah denganmu, Leo!! hubungan kita hanya sebatas untuk bersenang-senang saja"
Leo meradang mendengar ucapan Clara, selama ini ia memberikan seluruh hatinya untuk wanita itu tapi balasannya sungguh menyakiti hati Leo
"Kalau memang seperti itu, bagaimana kalau sekarang kita bersenang-senang sayang"
Leo Melu*** bi*** Clara sebelum wanita itu sempat menolaknya, ia ingin membuktikan bahwa ucapan Clara tidak sejalan dengan tubuhnya yang juga merespon tiap tindakan yang Leo lakukan padanya
Leo baru memahami maksud perkataan Clara saat ia melihat banyaknya tanda merah bekas perbuatan Rey yang berada di bagian atas tubuh kekasihnya itu membuat emosinya semakin meradang
Malam itu berkali-kali ia menyatukan dirinya dengan Clara seakan membuktikan bahwa hanya dia seorang yang bisa membuat Clara merasakan kenikmatan
***
Sudah beberapa hari Dani di rawat di rumah sakit karena kecelakaan saat berusaha menyelamatkan Serena
Ia mengalami patah tulang yang mengakibatkan ia harus menjalani operasi. Berbeda dengan Frans yang cuma mengalami memar dan luka di beberapa bagian tubuhnya
Begitu mengetahui kondisi Dani, Nisa begitu khawatir hingga tidak ada seharipun ia tidak menemani Dani disana
"Apa belum ada kabar tentang Serena?!" Sejak terakhir kali Dani tersadar selalu saja hal itu yang ia tanyakan, meskipun ia juga mengkhawatirkan sahabatnya itu tapi mendengar langsung dari mulut pria membuatnya tidak nyaman
"Hhh... aku hanya ingin tau bagaimana kondisinya setelah kecelakaan hari itu"
"Aku yakin dia baik-baik saja, malah kondisimu yang patut di khawatirkan"
"Kau seperti mamaku, akhir-akhir ini ucapannya juga selalu ketus setiap aku membicarakan Serena"
Nisa bisa mengerti perasaan orang tua Dani, mana ada orang tua yang tidak sedih begitu melihat anaknya yang bertaruh nyawa demi seorang perempuan yang ia sukai
Sekalipun mereka bisa memaklumi tapi kalau saat ini hubungan keduanya hanya sebatas pacaran rasanya mereka juga tidak rela kalau anaknya sampai harus seperti ini
"Hhh... kau terlalu banyak bicara. ini makananmu sudah datang, jadi cepat habiskan"
"Kau tidak mau membantuku nis?! tanganku baru selesai di operasi, jadi bagaimana caranya aku makan"
Nisa dengan senang hati menyuapi makanan ke dalam mulut Dani, entah hatinya selalu saja berdebar Setiap kali berada disisi kekasih sahabatnya itu
__ADS_1
Ehem!!Ehem!!!
"Sejujurnya kalian lebih cocok terlihat sebagai pasangan dari pada hanya sebagai sahabat"
Frans datang mengunjungi sahabat barunya itu untuk berpamitan karena besok ia sudah harus kembali untuk bekerja.
Tapi begitu hendak masuk ke ruang perawatan Dani, ia melihat pemandangan yang siapapun ketika melihatnya pasti bisa tau kalau gadis itu menyimpan perasaan pada Dani
"Hai Frans!! jangan berdiri saja disana, sini masuk" Nisa menyembunyikan rona merah di wajahnya saat mendengar ucapan Frans
"Tidak apa-apa, aku tidak mau mengganggu kalian berdua"
"Kau ini bicara apa Frans, dia hanya membantuku menghabiskan makanan ini" Dani tidak mau Frans salah paham atas kedekatannya dengan Nisa, bagaimana pun masih ada Serena yang mengisi hatinya
"Hahaha.. lucu melihat kalian berdua salah Tingkah begini"
Muka keduanya makin merona, Nisa menutupinya dengan membereskan bekas makan Dani sedangkan Dani hanya bisa tersenyum sambil memegangi tengkuknya
"Oh ya, bagaimana kabarmu Dan?!"
"Seperti yang kau lihat. Bagaimana denganmu?!"
"Aku cukup baik tinggal memarnya saja yang belum hilang"
"Syukurlah aku senang mendengarnya"
"Aku kesini sekalian ingin berpamitan pada kalian. sore nanti aku akan pulang,waktu cutiku sudah habis"
"Terima kasih untuk bantuanmu selama ini Frans"
"Tak perlu sungkan, Serena sudah seperti adikku sendiri"
"Beruntung Serena bertemu dengan orang sebaik dirimu"
"Yah aku hanya bisa berdoa semoga ia baik-baik saja disana"
Ketiganya kembali terdiam, bergelut dengan pikirannya masing-masing
__ADS_1
"Semoga!!" desah Dani dan Nisa bersamaan