PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 11 (kepulangan Rebecca)


__ADS_3

Kunjungan yang di jadwalkan cuma beberapa hari saja ternyata harus mundur hingga hampir sebulan lamanya, dampak dari penyabotasean itu begitu besar bahkan bukan cuma membuat pekerjaan pembangunan yang terhambat tetapi kerugian dana pun sama besarnya


Beruntung Rey di dampingi orang-orang yang berpengalaman di bidangnya sehingga saat ini pembangunan bisa kembali berjalan dengan lancar


"Tuan sekiranya kita sudah bisa kembali ke kantor hari ini"


"Apa kontrak kerja dengan perusahaan Anggara sudah kau selesaikan?"


"Sudah Tuan, pemutusan kontrak kerja dengan perusahaan Adiaksa pun sudah selesai di lakukan. Cuma kita masih kekurangan bahan dan pekerja saja tapi tuan tenang saja kita serahkan semua kepada kepala kerja biar dia yang mengurusnya"


"Semoga tidak ada masalah lagi setelah ini" desah Rey menghembuskan nafasnya


"Sebaiknya tuan bersiap sebentar lagi kita berangkat"


"baiklah.."


Sekali lagi Rey memperhatikan berkas di tangannya, ia ingin memastikan tidak ada kendala lagi yang menghambat pekerjaannya


Setelah yakin, ia pun bersiap pulang karena masih banyak kerjaan yang menunggu setelah begitu lama ia tinggalkan


***


Tuan dan nyonya besar Oliver sedang duduk bersama di halaman belakang rumahnya, meskipun usia sudah semakin senja tak sedikitpun berkurang kemesraan dari keduanya

__ADS_1


Apalagi saat ini, rumah besar mereka hanya di isi oleh mereka berdua dan beberapa asisten rumah tangga. Semenjak sibuk bekerja Rey sudah jarang pulang ke rumah, sedangkan adik satu-satunya sedang menyelesaikan sekolahnya di Perancis


"kapan Rebecca akan kembali? rumah ini rasanya sepi sekali" ucap nyonya Oliver sedih


Sudah beberapa tahun anak gadisnya itu tidak menemuinya, bahkan menghubungi pun sudah jarang. Setiap kali di tanya ia hanya akan menjawab sibuk dengan kuliahnya


"Jangan sedih seperti itu sayang, kalau Rebecca tidak pulang lagi nanti kita yang menyusulnya kesana" ucap tuan Oliver menenangkan istrinya


Raut wajah bahagia seketika terpancar dari wajah yang telah menua itu, meskipun kerutan sudah nampak di kanan kiri wajahnya namun sisa-sisa kecantikan masa muda masih nampak jelas di wajahnya


Tuan Oliver mengusap lembut wajah istrinya, ia sadar beberapa tahun belakangan ini tidak banyak waktu yang ia berikan untuk istrinya itu. Beruntung ketika perusahaan telah sepenuhnya ia berikan kepada anak lelakinya, akhirnya ia bisa menebus kesalahannya itu


"Sekalian kita berbulan madu sayang, aku ingin merasakan kembali menjadi pengantin baru" ucapnya lagi sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah istrinya


"I love you honey" gumam tuan Oliver mengecup kening istrinya


"love you to daddy" balas istrinya sembari menyandarkan kepalanya di bahu sang suami


Eheemmm...ehem...


"Mom..Dad... apakah kalian hanya akan bermesraan terus seperti itu dan tidak menyambut kedatangan ku"


Seakan mengenal suara seseorang yang baru saja berbicara, kedua suami istri itu menoleh dan mendapati anak perempuannya kini sudah ada di hadapannya

__ADS_1


"Rebecca..!!!!" jerit ibunya yang langsung berlari memeluk anak yang di rindukannya itu


"Kenapa tidak mengabari kami kalau kamu mau pulang nak, biar kami yang menjemputmu di bandara" tanya ayahnya


"aku ingin membuat kejutan untuk kalian.. tapi


Mom.. bisa longgarkan pelukanmu, aku kesulitan bernafas"


Mendengar ucapan anaknya, nyonya Oliver melepaskan pelukan pada anaknya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah


"Kau beristirahat lah dulu nak, pasti kau lelah sehabis perjalanan jauh"


"Tak apa dad, aku masih merindukan kalian. oh ya kemana kak Rey? aku tidak melihatnya dari tadi"


"kakakmu lagi ada urusan di luar kota, mungkin malam nanti ia sudah tiba disini"jawab ayahnya


"kau ingin makan sesuatu nak, biar Mom buatkan"


"tak perlu Mom, aku masih kenyang"


"baiklah sayang, kalau butuh apa-apa katakan pada kami ya"


Rebecca hanya mengangguk menjawab ucapan ibunya. setelah berbincang sebentar dengan kedua orang tuanya, ia pun berpamitan ke kamar untuk beristirahat..

__ADS_1


__ADS_2