
Para tamu undangan sudah memenuhi hampir separuh dari ruangan sebuah hotel mewah yang sudah di hias sedemikian rupa hingga nampak kesan mewah dan berkelas bagi yang melihat
Dari arah pintu masuklah pemeran utama dari pesta hari ini, Clara dengan balutan gaun merah darahnya yang menjuntai indah melekat erat di tubuhnya yang sedikit nampak berisi. Serta belahan dada yang sedikit rendah membuat tampilannya sangat seksi dan anggun
Begitu pula dengan Rey yang tampak memukau dengan balutan jas hitam yang melekat sempurna di tubuhnya membuat yang melihat akan berdecak kagum pada ketampanannya yang bagaikan seorang dewa
Keduanya berjalan bergandengan menuju ke meja kedua orang tuanya yang ikut menyambut kedatangan mereka sama seperti para tamu yang datang
Raut wajah bahagia terpancar dari wajah Clara karena hal ini sudah sangat ia nantikan, tapi tidak bagi Rey. Meskipun ia tetap memasang senyuman di wajahnya namun itu hanya untuk mengelabui orang-orang yang melihatnya, dalam hati ingin rasanya ia segera mengakhiri aktingnya selama ini
"Mohon perhatian semuanya!! hari ini putra dari Tuan Oliver Rainer yang merupakan seorang pebisnis yang sukses yaitu Tuan Rey Alderald Rainer akan bertunangan dengan Nona Clara Beckett yang merupakan putri dari Tuan Arnold Beckett" Ucap pembawa acara di hadapan para tamu undangan yang di sambut dengan meriah oleh semua yang datang
"Untuk mempersingkat waktu, silahkan Tuan Rey dan nona Clara saling memasangkan cincin di jari masing-masing"
Pertukaran cincin pun berlangsung dengan khidmat, sorak sorai dan tepukan tangan menjadi musik pengiring kebahagiaan mereka
Selain para rekan bisnis serta kerabat dekat, para wartawan pun ikut di undang dalam acara tersebut. Hal ini merupakan permintaan khusus dari Rey karena nanti para rekan media lah yang akan membantunya melancarkan rencananya
__ADS_1
"Cium...cium...cium" suara teriakan tamu kembali menggema, Rey hanya diam mematung karena hal ini lah yang paling ia hindari.
Kesempatan ini langsung di sambut oleh Clara, melihat Rey yang hanya diam saja ia pun mendekat dan mencium bibir Rey dengan penuh napsu. Rey hanya diam menerima perlakuan Clara mungkin karena ia membenci perempuan itu makanya tubuhnya pun tidak merespon apa-apa
Di sudut ruangan nampak Leo yang sedang meneguk minumannya, entah ini sudah gelas ke berapa ia juga tidak menghitungnya. Semua di karenakan Saat ini ia terbakar cemburu melihat Clara dan Rey yang nampak serasi apalagi saat keduanya berciuman entah rasanya ia ingin segera menghilang saja dari tempat itu
Masih sibuk dengan minuman di tangannya, ia tidak menyadari kalau saat ini Rey dan Clara berjalan ke arahnya untuk menemuinya beserta ayahnya
"Suatu kehormatan anda bisa datang kesini Tuan Adi" ucap Rey berbasa basi sambil menggandeng mesra tangan Clara
"Anda adalah rekan bisnis saya jadi sudah sepatutnya anda saya undang kesini" Rey melirik ke arah Leo yang membuang mukanya ke arah lain menghindari bertemu tatap dengan Clara
"Terima kasih juga saudara Leo sudah hadir di acara penting saya ini" Rey tersenyum menatap Leo yang seperti salah tingkah saat kedatangannya
"hmmm... se-selamat buat an-anda ber-dua" ucap Leo terbata sambil menyalami pasangan tersebut
"Kita harus menemui yang lain sayang, ayo pergi" Clara merasa kurang nyaman berada di sana makanya ia buru-buru membujuk tunangannya untuk secepatnya pergi dari sana
__ADS_1
"Kenapa buru-buru sayang?! bukan kah kau dulu sempat dekat dengan saudara Leo?! aku hanya ingin mengobrol dengannya karena sepertinya ia lebih mengenalmu"
"ah itu.. teman!! ya, kami hanya teman biasa tidak lebih"
"Hanya teman ya!! tapi lebih dari temanpun tidak masalah toh itu dulu karena sekarang kau sudah jadi milikku seutuhnya, bukan begitu sayang"
Rey memeluk pinggang Clara dan membisikkan kata-kata mesra di telinganya, sengaja ia perlihatkan kemesraan dengan Clara supaya Leo memanas dan masuk ke dalam perangkapnya
"Kalian sungguh sangat serasi, aku yang sudah tua ini pun di buat iri oleh kalian"
"Hahaha.. Tuan Adi bisa saja. Bukankah yang saya dengar kalau nyonya Adiaksa sangat cantik?! kalau benar begitu sungguh anda orang yang sangat beruntung"
"Hahaha.. anda benar tuan Rey, di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan istriku itu"
"Saya jadi tidak sabar untuk bertemu dengan istri anda. Kalau begitu silahkan nikmati hidangannya, saya permisi dulu"
Masih dengan posisi tangannya yang memeluk pinggang clara, Rey meninggalkan Leo yang masih menatapnya dengan tangan terkepal
__ADS_1