PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 84 (Rumah baru)


__ADS_3

Serena sudah di perbolehkan untuk pulang, saat ini mereka sedang bersiap untuk meninggalkan rumah sakit yang telah menjadi rumah keduanya beberapa bulan ini


Rey sengaja tidak membawa putranya untuk menjemput ibunya karena ia telah menyiapkan sebuah kejutan untuk istrinya sebagai sambutan kepulangannya ke rumah setelah sekian lama


"Maaf Tuan semua urusan disini sudah selesai" Indra yang menemani tuannya memang di tugaskan untuk menyelesaikan urusan administrasi disana


"Ayo bee kita pulang, putra kita pasti sudah menunggumu di rumah" ajak Rey yang di angguki oleh Serena


Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit mereka pun meninggalkan tempat itu


"Kita mau kemana mas?! bukannya apartemen harusnya ke arah sana" Serena heran karena rute yang ia lalui kali ini berbeda


"Aku ada kejutan untukmu bee" bisik Rey


"Kejutan?! mas tidak perlu berlebihan, aku sudah di perbolehkan pulang dan berkumpul dengan kalian saja sudah lebih dari cukup"


"Sssstttt... sebaiknya tutup matamu nanti kalau aku katakan buka baru kamu boleh membukanya"


Serena hanya bisa menurut demi menghargai usaha suaminya karena yang ia tau tidak mudah menyiapkan sebuah kejutan apalagi untuk seseorang yang begitu spesial di hidup kita


Mobil mereka memasuki pelataran sebuah rumah mewah, rumah yang sudah lama Serena impikan sejak pernikahan mereka dan kali ini Rey menjadikannya sebagai hadiah kesembuhan istrinya


Rey menuntun istrinya yang masih menutup matanya turun dari mobil kemudian berhenti tepat di depan pintu rumah tersebut


"Kita sudah sampai bee, buka lah matamu"


Serena mematung menatap rumah mewah di hadapannya, ia cukup terkejut dan juga bingung karena tidak mengenali rumah yang di tunjukkan oleh suaminya itu


"Ini rumah siapa mas?! apa kamu sengaja mengajakku kesini untuk menemanimu rapat dengan salah satu kolega bisnismu?!" bisik serena pada Rey yang langsung terkekeh mendengar pertanyaan konyol istrinya


"Ini rumah kita bee, rumah yang akan kita gunakan untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak kita kelak hingga kita sama-sama menua" Rey mencubit pipi serena gemas

__ADS_1


"Mas tidak lagi bercanda kan?!"


"Tentu saja tidak bee, kalau tidak percaya masuk saja di dalam pasti putra kita sedang menunggu kedatangan ibunya"


Mendengar putranya ada di dalam rumah mewah itu Serena Dengan mata berbinar segera melangkah masuk dan benar saja disana sudah banyak orang menunggunya


Bi Inah yang sedang menggendong putranya, serta beberapa orang yang baru kali ini ia temui


"Terima kasih bi, sudah menjaga dan menyayangi putraku selama ini" serena memeluk tubuh renta yang sedari tadi menatapnya dengan haru


"Sama-sama non, sudah tugas bibi mengurus tuan muda" Setelah di perbolehkan untuk pulang, putra Serena memang di percayakan untuk di urus oleh BI Inah mengingat hanya dia yang sudah terbukti setia pada Rey dan keluarganya​


"Sini bi biar aku yang menggendong pipi gembul ini"


"Non istirahat saja kasian baru pulang dari rumah sakit, main sama tuan mudanya masih bisa nanti"


"Tapi aku kan rindu dengannya bi"


Sekali lagi Serena di buat takjub dengan kamar di rumah mewahnya itu. Dengan ukuran yang lebih besar dari milik mereka di apartemen, desain kamar yang membuat siapa saja yang berada disana merasa nyaman serta perpaduan warna putih dan coklat kayu menambah keindahan kamar tersebut


"Apa kamu menyukainya bee?!" tanya Rey sambil menyentuh pipi mulus Serena


"Sangat suka mas, terima kasih" ucap Serena tulus dengan air mata yang menggantung di sudut matanya


"Jangan bersedih lagi, aku akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia" Rey mengecup kedua mata Serena bergantian, menghapus air mata yang hampir menetes itu


"Aku mencintaimu mas"


"Aku juga sayang" Rey mencium bibir ranum itu, menikmati rasa manis yang masih tertinggal saat bibir itu mengucap kata cinta yang selama ini ia nantikan


***

__ADS_1


"Kalau begitu berbaringlah disini, aku akan menemanimu"


"Mas tidak berniat meminta hak padaku kan?!" tanya serena menyelidik saat melihat Rey merebahkan tubuhnya di sisinya


"Kalau kamu sudah siap, aku tentu saja tidak menolak"


"A-aku bu-kannya menolak hanya saja di depankan masih banyak orang, bagaimana kalau mereka mengetahui kita sedang begitu"


"Kita suami istri bee, bukankah sudah sewajarnya melakukan hal itu"


"Tapi kan aku malu mas" Serena memalingkan wajahnya menutupi wajahnya yang merona karena menahan malu


"Kau baru sembuh bee, tidak mungkin aku meminta hal itu padamu kecuali kalau kau juga menginginkan kita melakukannya saat ini juga"


"A-aku..hmm...mau tidur saja" Serena menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya


"Aku sudah merencanakan bulan madu kita bee, begitu kau benar-benar sudah sehat kita akan segera berangkat untuk bulan madu"


Wajah Serena kembali merona, ia mulai membayangkan tentang bulan madu yang di katakan Rey padanya. Namun ia kesal dengan dirinya yang tidak bisa menyembunyikan apa yang ia pikirkan sehingga orang yang melihat pasti bisa menebak isi kepalanya hanya dengan melihat wajahnya


"Kita akan ke tempat yang sangat indah, menghabiskan waktu hanya berdua menikmati surga dunia hingga kamu bahkan tidak akan pernah melupakannya"


"Berdua mas?! kita tidak mengajak putra kita juga kesana"


"Hanya kamu dan aku saja bee, putra kita biar di rumah saja bersama bi Inah kasian dia masih terlalu kecil untuk di ajak bepergian terlalu jauh"


Serena sebenarnya ingin mengajak anaknya, ia tidak mau lagi terpisah lama dengan putra kecilnya itu tapi ia juga tidak mau egois dengan mengorbankan anaknya demi kesenangannya sendiri


"Kamu bersiap saja bee, karena nanti aku tidak akan membuat mu keluar dari kamar" seringai Rey yang membuat Serena bergidik ngeri


Serena lalu mendekati Rey kemudian memeluknya, mencium aroma maskulin dari tubuh suaminya yang membuatnya nyaman

__ADS_1


"istirahat lah sayang" Rey mengecup puncak kepala Serena. Ia juga sebenarnya merindukan tidur bersama dengan Serena seperti saat ini mengingat ia bahkan tidak bisa tidur dengan benar selama istrinya itu tidak sadarkan diri. Sehingga Tak berapa lama Mereka pun tertidur dengan posisi saling berpelukan.


__ADS_2