PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 16 (Menolak Pernikahan)


__ADS_3

Rey yang masih terlelap harus merelakan mimpi indahnya berakhir ketika mendengar suara cempreng adiknya yang membangunkannya seperti menangkap pencuri ayam


Hari ini memang ia sengaja tidak pergi bekerja karena ayahnya memintanya untuk pulang ke rumah karena ada hal penting yang harus mereka bicarakan


"Berisik!!!"


Dengan gesit Rebecca menghindari lemparan bantal dari kakak lelakinya itu


Ia tidak berhenti berteriak-teriak dan terus memukul tutup panci yang di pegangnya memakai sendok kayu sampai kakaknya itu bangun


Rey yang merasa gendang telinganya hampir tuli, bangkit hendak mengejar adiknya itu namun dengan secepat kilat juga Rebecca berlari sambil menjulurkan lidah mengejek


"Dasar nakal!! masih saja kau menjahili kakakmu" kata nyonya Oliver mencubit hidung anak gadisnya itu saat ia sudah berada di meja makan


"Salah sendiri kakak tidur macam kerbau, aku sudah membangunkannya baik-baik malah ngoroknya tambah kencang. Masih untung aku membangunkannya pakai tutup panci ini padahal tadi aku berencana menyewa tukang ngamen keliling"


Rebecca tertawa keras mengingat wajah masam kakaknya tadi, sayangnya ia tidak membawa telepon genggamnya padahal moment tadi sangat cocok untuk di rekam


"Dasar anak nakal!!! kau bilang aku kerbau..."


Rebecca menjerit kencang saat kedua tangan Rey menarik telinganya bersamaan, ia tidak tau kalau kakaknya itu mendengar ucapannya


ayah yang sedari tadi sibuk membaca koran menghentikan kegiatannya lalu menatap kedua anaknya itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ibu hanya tersenyum bahagia melihat keduanya, hal ini lah yang selama ini ia rindukan

__ADS_1


"Makanan sudah siap, mari makan" Ucap ibu menengahi keduanya


***


"Kau tau Rey, Mom pernah bilang pada daddy kalau ia sangat kesepian semenjak kau tinggal di apartemen sedangkan adikmu kuliah di Perancis"


Ayah membuka pembicaraan ketika mereka berdua duduk bersama di taman belakang rumah tersebut


Rey hanya menanggapi dengan diam, ia masih belum tau kemana arah pembicaraan ayahnya itu


"Daddy sama mommy berharap di usia senja kami bisa melihat mu bahagia" ayah meminum teh hijau miliknya


"Beberapa waktu yang lalu Clara dan orang tuanya berkunjung kesini"


Rey yang dari tadi memandangi ibu serta adiknya yang sedang merapikan taman seketika menoleh menatap sang ayah


"Menikah??"


"Awalnya dad berencana menyelenggarakan pertunangan kalian dulu tapi sepertinya lebih baik kalian langsung menikah saja toh kalian sudah saling menyukai"


Rey tidak menyangka ayahnya akan membicarakan pernikahannya semudah itu sedangkan ia yang mendengar saja sudah seperti tersambar petir


"Tidak dad, aku tidak mau menikah dengan perempuan itu"


"Apa maksudmu Rey??" ayah menatap Rey tajam mendengar penolakan yang baru saja di katakannya

__ADS_1


"Daddy tidak pernah bertanya sebelumnya padaku namun tiba-tiba menyetujui rencana paman Arnold begitu saja"


"Clara sangat cocok untukmu, dia gadis yang baik, terpelajar, cantik bahkan dari keluarga yang terhormat. Apa itu tidak cukup Rey?"


Ibu dan Rebecca mendekati keduanya saat mendengar nada suara yang mulai meninggi dari kedua anak dan ayah itu


"Aku tidak suka padanya dad, lagipula aku juga tidak mencintai Clara"


"Omong kosong soal cinta Rey, setelah menikah dan terus bersama rasa cinta itu juga nanti akan tumbuh dengan sendirinya"


"Sabar dad!!" ibu mengusap tangan ayah untuk menenangkannya, ia takut emosi berlebih justru berdampak buruk pada kesehatan suaminya


"Omong kosong dad, kalau menikah tapi tidak saling mencintai nantinya akan berakhir dengan perceraian. Apa itu yang dad harapkan terjadi padaku?" teriaknya kencang


"Tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya sengsara Rey, begitu pula Mom dan daddy. Niat kami baik nak, semua demi kebahagiaan mu"


Ibu memeluk Rey mencoba menenangkan, ia lah yang paling tau isi hati anak-anaknya. Makanya dalam hal ini ia tidak mau terlalu memaksakan kehendak kepada anaknya itu


"Dad tidak mau tau, dua bulan lagi pernikahan kalian akan di laksanakan. Terserah kau suka atau tidak pada Clara yang pasti pernikahan itu akan terjadi"


Rey menatap dengan mata memerah menahan amarahnya, ia lepaskan pelukan ibunya lalu berjalan mendekati ayahnya


"Bersiap saja untuk menanggung malu dad, karena sampai kapanpun aku tidak akan menikahi perempuan itu"


Dengan tangan terkepal Rey meninggalkan rumah orang tuanya, tanpa menoleh lagi ia masuk ke dalam mobil miliknya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi

__ADS_1


Rebecca hanya melihat kepergian kakaknya dari balik jendela kamarnya, ia sudah menduga semua akan berakhir seperti ini makanya saat keadaan mulai memanas ia memutuskan untuk masuk ke kamarnya.


__ADS_2