
Tok!!tok!!!
Bi Inah membukakan pintu saat mendengar suara ketukan pintu
"Eh..non Rebecca, silahkan masuk non"
"Kak Rey mana bi??!"
"Tuan ada di kamar non, biar bibi panggilkan"
"gak usah bi, biar Re aja yang panggil kak Rey"
"Eh..tapi non di kamar ada non.." teriak bibi saat melihat Rebecca setengah berlari kearah kamar Rey namun nona kecilnya itu tidak menggubris ucapannya justru dengan lantangnya berteriak memanggil Rey seraya membuka pintu kamarnya
"Kakakku sayang...aku data...ng" Rebecca mematung, ia terkejut dengan yang ada di hadapannya saat ini, begitu pula dengan Rey dan Serena yang langsung menghentikan kegiatan mereka
"Kakak siapa perempuan itu?? kenapa dia bisa ada di kamar kakak??!" Rebecca yang tidak bisa menahan keingintahuannya langsung menghujani Rey dengan pertanyaan
"Ayo ikut kakak, nanti akan kakak jelaskan semuanya padamu" Rey menarik tangan adiknya dan membawanya ke ruang tamu, sementara Serena yang bingung akan berbuat apa memilih membantu bi Inah di dapur
"Namanya Serena dan kami sudah menikah seminggu sebelum pernikahan kakak dengan Clara di lakukan"
"Menikah??! kakak tidak bercanda kan??!"
"Kak Rey serius Re, mungkin kamu tidak percaya tapi yang harus kamu tau kakak begitu mencintai dia dan sekarang dia sedang mengandung anak kakak"
"Anak kak Rey??! Re bingung kak, semua yang kakak ucapkan seolah tidak masuk di otak Re"
"Kakak bingung harus menceritakan dari mana, tapi kakak pernah melakukan kesalahan pada Serena hingga membuat ia hamil makanya kakak berusaha menebus kesalahan kakak dengan menikah dengannya"
"Jadi kakak menikah karena kakak merasa bertanggung jawab??! bukannya kakak tidak perlu sampai menikah karena kakak tidak mencintainya cukup memberikan uang untuk biaya hidupnya saja Re rasa itu sudah cukup"
"Kakak mencintai Serena, kakak tidak bisa hidup tanpa dia Re"
Rebecca menatap kakaknya berusaha mencari pembenaran atas ucapan yang kakaknya itu katakan.
"Hhh..jadi kapan kakak akan membawa Ka Serena untuk bertemu dengan Mom dan Daddy??!"
__ADS_1
"Kakak belum tau, kakak takut orang tua kita akan menolak pernikahan kakak dengannya" Rey menghela nafas panjang, ia tidak mau Serena mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang tuanya yang bisa membuat Serena bersedih lalu memperburuk keadaannya yang sebentar lagi akan melahirkan
"Kalau kak Rey mencintainya, Re yakin pasti kakak bisa menyakinkan Mom dan daddy untuk menerima kehadiran kak Serena di keluarga kita"
"Kakak minta bantuanmu untuk menyakinkan orang tua kita kalau pilihan kakak tidak salah"
"Ckckckck..baiklah akan Re bantu, tapi ada syaratnya"
"Syarat??! sama kakak sendiri masih saja meminta imbalan" Rey menyentil jidat Rebecca membuat adiknya itu mengusap jidatnya yang sakit
"Iiisshhh... kak Rey..sakit tau"
"Menolong itu harus ikhlas adikku yang cantik"
"Bodo amat!! mau di bantuin apa gak sih?!"
"Iya deh iya, syaratnya apa?!"
"Kakak harus ajakin Re liburan ke Bali"
"Yap, tapi Re maunya bareng sama kak Rey eh sama kak Serena juga pokoknya Re maunya kita semua kesana"
"Iya kalau cuma itu saja gampang buat kakak, tapi setelah kakak iparmu melahirkan"
"Memang kapan ka Serena lahiran?!"
"Mungkin bulan depan"
"Wah sebentar lagi Re punya ponakan, kalau begitu Re mau kenalan dulu sama kak Sere" Rebecca setengah berlari ke arah Serena yang sedang berbincang dengan bi Inah di ruang makan
"Kakak perkenalkan aku adik kak Rey yang paling cantik namaku Rebecca tapi kakak boleh panggil Re saja" Re memperkenalkan dirinya dengan memeluk lengan Serena
"Oh..Hai Re, saya Serena salam kenal" Serena yang masih merasa canggung dengan Rebecca memilih ikut memperkenalkan namanya sekalipun ia tau kalau Rey pasti sudah memberitahukan pada adiknya itu
"Aku panggil Kak Sere saja kalau begitu"
"Terserah Re saja" Serena tersenyum menatap adik iparnya itu
__ADS_1
Rebecca semakin erat memeluk lengan Serena, ia bersyukur bisa memiliki seorang kakak perempuan yang bisa ia ajak berbicara karena selama ini kakak lelakinya itu hanya sibuk sama pekerjaan saja
"Heiii anak kecil, kau membuat tangan Serena sakit kalau menempel seperti itu" Rey menarik baju adiknya hingga gadis itu melepaskan pegangan tangannya di lengan Serena
"Iiisshhh... kak Rey pelit, masa peluk kak Sere aja gak boleh"
"Tidak boleh, hanya kakak yang boleh memeluk kakak iparmu" Rey yang masih berdiri di dekat Serena tiba-tiba berteriak kesakitan karena tangan Serena sudah mendarat di pinggangnya
"Aww...sakit bee"
"Itu pelajaran karena sudah berbuat kasar pada adikku" Serena berdiri kemudian mengajak Rebecca ke kamar untuk menghindari kakaknya yang terlalu overprotektif padanya
"Kamu mau kemana bee?! kan harusnya aku yang kamu ajak ke kamar bukan anak manja itu"
"Diam disana atau tidur di luar nanti malam" Re terbahak mendengar ancaman kakak iparnya itu, dengan melambaikan tangan ia pun mengikuti Serena memasuki kamar
***
Tidak terasa waktu sudah hampir malam saat Rebecca berpamitan pulang. Ia merasa belum cukup puas menghabiskan waktu dengan kakak iparnya itu namun Mom sudah menyuruhnya untuk pulang
"Re pulang dulu ya kak, besok Re datang lagi"
"Tidak usah kesini besok, kau mengganggu waktu kakak untuk berduaan dengan Serena"
Serena kembali mencubit pinggang Rey, entah kenapa hari ini suaminya itu begitu menyebalkan
"Datang saja Re kapanpun kamu mau, tidak usah pedulikan ucapan kakakmu"
"hahaha!!! sabar ya kak Rey..kalau begitu Re pulang dulu" Rebecca melambaikan tangannya sambil berlalu dari hadapan kedua kakaknya itu
Melihat adiknya yang sudah menghilang dari pandangannya, Rey lalu merangkul istrinya dan mengajaknya beristirahat di kamar
"Tidur di luar" Serena menutup pintu kamar saat Rey hendak masuk
"Bee" Rey terus mengetuk pintu kamar namun Serena tidak juga membukakan pintu untuknya
"Hhh..nasib..nasib.."
__ADS_1