PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 91 (Meminta bantuan)


__ADS_3

Semenjak kepulangan Rebecca, Serena terus mendiamkan Rey meskipun ia masih tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri tapi itu semua ia lakukan dalam diam


Berbagai cara Rey lakukan untuk membuat istrinya itu kembali seperti biasa namun usahanya gagal karena Serena yang terus menghindarinya


"Sampai kapan kau akan mendiamkan ku seperti ini bee?!" tanya Rey saat Serena sedang membantunya memasang dasi tapi yang di tanya tetap saja diam seakan tidak mendengar perkataannya


"Aku bertanya padamu bee" bukannya menjawab Serena yang sudah selesai dengan tugasnya justru beranjak pergi dari sana


"Hhh...oke katakan apa yang bisa aku lakukan asal kau tidak marah lagi padaku" lirih Rey sambil mendudukkan tubuh istrinya di kasur


"Aku mau menepati janjiku pada Rebecca dan kamu harus mengizinkan kami keluar untuk berjalan-jalan​"


"Tolong permintaan yang lain saja bee, aku pasti mengabulkannya"


"Aku pergi bersama adikmu bukan dengan pria lain, kenapa kau melarang?!"


"Aku hanya takut orang-orang yang pernah berbuat jahat padamu akan kembali datang menemuimu saat aku tidak ada"


"Kau jangan khawatir sayang, aku tidak keberatan kalau kau menyuruh semua pengawal yang ada disini untuk menjagaku" ucap Serena sambil menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya


Rey terdiam, ia memandang manik mata milik istrinya yang selalu membuatnya merasa damai seakan semua ketakutan dan kecemasannya menguap begitu saja entah kemana


"Hhh..baiklah, asal kau berjanji untuk terus mengabari ku tentang keberadaanmu"


"Tentu sayang, aku akan menghubungimu setiap setengah jam sekali. Apa itu cukup?!" tanya Serena masih dengan tangan yang belum lepas dari wajah suaminya dan hanya di jawab oleh anggukan oleh Rey


CUP


"Terima kasih sayang" ucap Serena setelah memberikan kecupan singkat di bibir suaminya namun saat ia hendak mengajak suaminya untuk sarapan, Rey malah kembali menciumnya dengan sangat menuntut bahkan deru nafasnya terdengar sangat memburu


tok!!!tok!!!


"Tuan, kita ada rapat pagi ini dengan para pemegang saham" ucap Indra yang terus menerus mengetuk pintu kamar tuannya itu


Serena pun mendorong tubuh Rey menjauh hingga pangutannya terlepas karena ia sangat tau yang di inginkan suaminya saat ini adalah​ lebih dari sekedar yang mereka lakukan


"Kasian Indra kalau harus terus berdiri di depan pintu seperti itu"


"Aku membayarnya untuk bekerja jadi biarkan saja" ucap Rey mulai memeluk tubuh istrinya


"Kita bisa melanjutkannya nanti malam, sekarang kau harus berangkat ke kantor" tegas Serena menahan tangan Rey yang mulai bergerilya di tubuhnya

__ADS_1


"Tapi bee, aku..." ucapan Rey terhenti saat Serena mulai menarik tangannya keluar dari kamar, dengan lesu Rey mengikuti istrinya itu yang tidak juga melepaskan tangannya dan terus berjalan ke arah meja makan sedangkan Indra sejak tadi menahan tawanya melihat tuan dan nyonyanya yang penampilannya terlihat acak-acakan karena terburu-buru keluar dari kamar


Rey yang kecewa karena hasratnya yang tidak tersalurkan memilih untuk berangkat ke kantor tanpa memakan sarapan yang sudah di sediakan oleh Serena


Sedangkan Serena yang melihat kepergian suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya, padahal tadi ia hanya ingin mengucapkan terima kasih tapi justru membuat Rey menginginkan lebih


***


Sudah hampir waktu istirahat siang tapi Rey masih di sibukkan dengan berkas-berkas​ yang harus ia periksa dan tanda tangani


Hari ini jadwalnya begitu padat akibat liburannya seminggu yang lalu, tidak heran saat ini tumpukan berkas itu sudah menggunung di atas mejanya


"Apa jadwalku selanjutnya?!" tanya Rey pada Indra yang sedari tadi berdiri di sampingnya


"Jam dua tuan ada rapat dengan perusahaan S setelah itu tuan masih harus mengecek proyek baru kita di kota Y"


"Ya sudah, kau boleh keluar"


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi"


"Mulai besok, aku tidak mau ada rapat pagi dalam jadwalku!!" pekik Rey membuat Indra menghentikan langkahnya


"Karena kau dan rapat pagi itu membuatku tidak bisa bermesraan dengan istriku"


"Bukankah malam nanti tuan masih bisa bermesraan dengan nona Serena"


"Makanya kau jangan terlalu lama menjomblo, biar bisa merasakan nikmatnya bercinta di pagi hari"


"Tapi tuan, bagaimana saya bisa mendapatkan kekasih kalau tuan tidak memberikan saya cuti"


"Oh astaga, aku lupa" kekeh Rey tanpa dosa sedangkan Indra hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan tuannya


"Apa ada lagi yang tuan inginkan?!"


"Tidak ada, asal kau tidak lupa dengan yang tadi aku ucapkan karena kalau kau sampai lupa aku akan memotong gajimu lima puluh persen"


"Hhh...siap tuan, saya permisi"


Setelah keluar dari ruangan tuannya, Indra melihat seseorang yang ia kenali sedang berbicara kepada sekertaris Rey dengan sedikit memaksa untuk bertemu dengan atasannya. Indra pun mendekat kearah keduanya karena situasinya sudah sedikit tidak terkontrol


"Apa ada yang bisa saya bantu, tuan Evan?!"

__ADS_1


"Ah..Indra, untungnya aku bertemu denganmu karena sedari tadi mereka tidak memperbolehkan ku menemui tuan Rey"


"Anda ingin bertemu dengan tuan Rey?!"


"Ya ada yang ingin aku bicarakan dengannya. Apa kau bisa mengatakan pada tuan Rey kalau aku ingin bertemu dengannya?!"


"Kalau begitu anda tunggu disini, saya akan bertanya dulu pada tuan Rey"


Sepuluh menit kemudian Indra kembali menemui Evan dan mengatakan kalau tuan Rey bersedia bertemu dengannya


"Katakan apa yang kau ingin bicarakan denganku" tanya Rey sembari duduk di sofa yang berhadapan dengan Evan


"Supaya tidak membuang waktu, saya akan ke inti pembicaraan. Sebenarnya saya kesini untuk meminta bantuan kepada anda perihal perusahaan saya yang lagi dalam masa krisis"


"Apa sudah menjadi kebiasaan anda datang kesini setiap kali perusahaan anda mengalami masa sulit?!" cibir Rey


"Bu-kan begitu tapi saat ini cuma anda yang bisa menyelamatkan perusahaan saya" ucap Evan memelas meskipun ia sempat tersinggung dengan ucapan Rey tadi


"Saya tidak bisa membantu anda jadi kalau tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan silahkan anda pergi dari sini"


"Tunggu tuan!!! bukannya sekarang kita keluarga dan setahu saya yang namanya keluarga harus saling membantu"


"Anda memang benar tapi saya tidak merasa memiliki keluarga seperti anda"


"Serena sudah menjadi istri anda tentu saja anda sekarang adalah keponakan saya sekiranya anda tidak melupakan itu tuan Rey" sinis Evan yang menyangka Rey akan terpengaruh dengan ucapannya


"Kalau memang Serena adalah keponakan anda, bukankah sudah seharusnya seorang paman memberi sesuatu yang sudah menjadi hak keponakannya bukan malah menggunakannya untuk kepentingan pribadi"


"Apa maksud anda?!"


"Cih jangan berlagak tidak tau tuan Evan, saya tadinya berharap anda datang kesini untuk mengembalikan hak Serena secara sukarela tapi dugaan saya ternyata salah"


"Saya tidak mengerti apa yang anda katakan, selama ini saya sudah merawat dan membesarkan Serena dengan baik jadi hak apa lagi yang sedang anda bicarakan"


"Anda masih memiliki kesempatan untuk memberikannya secara langsung tuan Evan, setidaknya saya akan sedikit berbaik hati dengan membiarkan Anda tetap menghirup udara bebas"


"Sepertinya saya memang salah sudah datang meminta bantuan kepada anda, kalau begitu saya permisi" Evan sengaja tidak memperpanjang perdebatannya dengan Rey karena ia tidak mau nasib perusahaannya akan berakhir saat itu juga


"Anda jangan berkelit tuan Evan, saya pastikan dalam waktu dekat perusahaan serta semua yang menjadi hak Serena akan kembali padanya"


Evan hanya mengepalkan tangannya mendengar ucapan Rey, ia pun lalu berjalan keluar dari ruangan Rey dengan amarahnya yang memuncak bahkan mengabaikan Indra yang sempat menyapanya

__ADS_1


__ADS_2