
Semenjak kedatangan Frans yang tak lain chef di tempat kerja Serena pagi itu, hampir setiap hari mereka berangkat bersama ke restoran
Keakraban keduanya semakin hari kian terlihat membuat beberapa orang yang bekerja bersama mereka pun tidak suka dengan kedekatan keduanya
Salah seorangnya ialah Karina, ia merupakan pegawai terlama yang bekerja di tempat itu. Sudah sejak lama ia menaruh hati kepada Frans, namun hingga saat ini rasa sukanya hanya bertepuk sebelah tangan sebab Frans sama sekali tidak membalas perasaan nya meskipun sudah berulang kali ia menunjukkan rasa sukanya itu
"Heiii anak baru.. cepat bantu yang lain membersihkan meja, sebentar lagi restoran akan buka"
"baik kak"
Serena baru saja selesai membersihkan meja, baru hendak duduk, Karina sudah menyuruhnya mengerjakan pekerjaan lain.
Seharian itu benar-benar melelahkan, tidak henti-hentinya Karina memberinya pekerjaan. Bahkan ketika waktu istirahat siang pun ia masih harus bekerja, Cuma ketika hari hampir sore barulah ia bisa beristirahat.
"aku tadi memasak lebih, sebaiknya kau makan dulu karena hari sudah sore" ucap Frans seraya memberikan kotak makan kepada Serena
Ia pun menerima dan langsung melahap makanan itu karena sedari tadi perutnya sudah berbunyi
"bekerja lah dengan bijak, kasian anak dalam kandungan mu kalau sampai kau sakit karena terlalu lelah bekerja"
"Chef tenang saja, aku tau batasanku. Namun untuk saat ini cuma ini yang bisa aku lakukan untuk bertahan hidup" ujar Serena tersenyum
"lagipula aku tidak tau sampai kapan bisa bekerja disini, aku takut pemilik restoran ini memecatku ketika tau aku sedang mengandung"
__ADS_1
"Melihat cara kerjamu, pasti pemilik restoran ini tidak keberatan mempekerjakan mu sekalipun saat ini kau sedang hamil"
Serena hanya mengangkat bahu mendengar komentar chefnya, ia tidak mau berharap banyak setidaknya saat ini yang bisa ia lakukan cuma bekerja dengan baik
"Kau disini bekerja bukan bersenang senang, cepat keluar dan bantu yang lain" ketus Karina ketika tanpa sengaja melewati ruangan khusus karyawan dan mendapati Serena dan Frans sedang bersama
Serena terkejut karena kedatangan Karina yang tiba-tiba, dengan cekatan ia merapikan kotak makan dan menyimpannya di tempat semula
"Biarkan dia beristirahat sebentar Karin, sedari pagi ia sudah bekerja" ucap Frans membela Serena namun justru hal itu membuat Karina semakin membenci keberadaan Serena disana
"Dia di bayar untuk bekerja chef, bukan untuk bermalas-malasan ataupun memikat para lelaki"
"Jaga mulutmu Karin..!!!" bentak Frans marah, mukanya yang putih seketika berubah merah padam
Frans paham dengan kecemburuan yang di tunjukkan Karina, ia juga sadar tentang perasaan Karina padanya namun tidak selayaknya wanita itu menumpahkan kekesalannya pada orang lain, hal itu yang membuat Frans tidak suka
"Jaga ucapanmu itu Karin, ia tidak seperti yang kamu pikirkan"
"Luar biasa...baru sebentar ia disini sudah berhasil membuat chef membelanya, bagaimana kalau setahun disini bisa-bisa nyonya pemilik restoran ini pun akan di gantikan olehnya"cibir Karina seraya menatap sinis kearah Serena
"kau keterlaluan Karin!!!!"
Amarah Frans memuncak mendengar ucapan karin, ia hampir menampar wajah Karin seandainya Serena tidak segera menghentikannya
__ADS_1
"Saya bekerja disini untuk mencari uang bukan menjual diri, saya harap kakak menarik kata-kata buruk terhadap saya"
"ah lagipula saya bukan patung yang hanya akan diam ketika di hina, jadi jangan coba-coba mengganggu saya lagi" ucap Serena sembari menarik tangan Frans keluar dari ruangan itu
Frans tidak menyangka kalau Serena akan membela diri mengingat kepribadian wanita tersebut namun ternyata pepatah seekor semut ketika di injak akan menggigit ternyata benar terbukti
"Apa kau akan terus memegang tanganku seperti ini Serena?" tanya Frans seraya tertawa ketika mereka sudah berada di luar ruangan tadi
"eh..hmm..ma..maaf chef saya terlalu gugup sampai lupa melepas tangan chef"ucap Serena dengan wajah memerah menahan malu
"hahaha... tidak apa-apa Serena, lagipula aku senang di pegang olehmu"
Muka Serena makin memerah mendengar itu, ia berbalik dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan menjauhi chef yang sedang menjahilinya itu
Frans hanya tertawa melihat hal itu, ia sangat suka melihat wajah polos itu tersenyum malu. Senyum yang menyejukkan siapapun yang melihatnya
"Tetap lah jadi wanita yang hebat untuk anakmu nanti Serena" gumam Frans ketika tubuh Serena sudah menghilang dari pandangannya..
***
Sementara itu Karina masih membeku mendengar ucapan Serena, ia tidak menyangka mendapat perlawanan dari perempuan tersebut. Dengan marah dan cemburu yang menjadi satu, ia mengepalkan tangannya dan memukul meja di hadapannya
Bruuukkkk....bruukkk...
__ADS_1
aarrrgghhh....
"Dasar ja****!!! aku akan membuat mu keluar dari tempat ini bagaimanapun caranya" teriaknya menggema memenuhi ruangan tersebut