PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 42 (pria kasar yang penuh kelembutan)


__ADS_3

"kita sudah sampai tuan"


"beberapa hari ini saya tidak ke kantor, kamu urus semua kalau ada apa-apa langsung temui saya disini"


"siap Tuan"


"Oh ya, tolong kumpulkan informasi tentang Serena dan secepatnya berikan padaku"


Indra hanya mengangguk menjawab ucapan bosnya itu, setelah bosnya itu tidak terlihat lagi ia pun segera kembali ke kantor mengurus semua yang bosnya perintahkan


***


Serena terbangun ketika matahari telah mencapai puncaknya, setelah cukup lama beristirahat ia merasakan tubuhnya sudah lebih membaik


Hal pertama yang ia lakukan adalah memeriksa sekelilingnya apakah pria kasar itu berada disana atau tidak. Ia bersyukur mengetahui bahwa cuma dia sendiri di dalam kamar tersebut sehingga ia pun mulai berkeliling


Ia sempat mengagumi desain kamar pria kasar itu, perpadun warna putih dan coklat kayu memberikan kesan menenangkan. selain sangat luas juga barang-barangnya tersusun dengan sangat rapi


Begitupula dengan kamar mandinya yang berdindingkan kaca sudah seperti hotel-hotel ternama


Ia mengintip di balik pintu mencari pria pemilik rumah ini namun Batang hidung pria itu juga tidak terlihat, tersenyum puas ia kembali mengelilingi apartemen itu berharap ia bisa mencari celah untuk bisa kabur dari sana


Kruyukk!!!


"kau lapar ya sayang?! sepertinya pria kasar itu tidak akan masalah kalau kita mengambil makanan miliknya" gumamnya seraya mengelus lembut perutnya. Ia menuju ke dapur mencari makanan yang bisa ia makan namun disana ia tidak menemukan apa-apa, begitu pula di dalam kulkas ia hanya menemukan minuman kaleng saja


"Hhh.. dasar pria kasar yang bodoh!! setidaknya sediakan makanan dulu baru pergi"


Serena sudah berusaha mengurangi rasa laparnya dengan meminum air tapi tetap saja rasa lapar itu tidak berkurang.


Semula ia ragu keluar dari apartemen itu untuk mencari makanan karena percuma saja toh ia tidak memiliki uang, sampai kemudian matanya tanpa sengaja melihat jam tangan tergeletak di atas meja.


Menurut pengamatannya jam tangan itu pasti memiliki harga yang mahal, karena itu ia hendak menjadikan jam tangan itu sebagai jaminan untuk membeli makanan nanti ketika pria kasar itu pulang baru ia menebus jam itu lagi


Dengan bersemangat ia menuju ke pintu depan berniat menjalankan rencananya sampai kemudian pintu itu tiba-tiba terbuka dan terlihat lah pria kasar itu yang terkejut melihat Serena berada disana


"Mengapa kau ada disini?!" tanya Rey menyelidik


"hmmm...itu...anu..itu.."

__ADS_1


"Apa kau berniat kabur dari sini Serena?!"


"Ti-tidak kau-kau salah paham, aku hanya ya hanya berkeliling saja"


"Yakin hanya berkeliling?! terus di tanganmu ini apa?! apa kau berniat kabur setelah mengambil jam tangan ini?!" Rey menarik tangan Serena yang sedang memegang jam tangan miliknya, ia menduga Serena berniat lari dari rumahnya saat ia tidak berada disana


"jam..jam tangan ini..aku hanya mengaguminya saja, ini juga baru mau aku letakkan kembali di tempatnya" Serena menarik tangannya lalu buru-buru meletakkan kembali jam tangan itu di meja, ia hendak masuk kembali ke dalam kamar namun Rey sudah lebih dulu menarik tangannya


"Pembicaraan kita belum selesai. Bukan kah aku menyuruhmu untuk beristirahat tapi kenapa kau malah berada di depan pintu?!" Rey mendudukkan Serena di sofa yang berada di ruang nonton


"A-aku tadi sudah bilang cuma ingin berkeliling saja. A-aku bosan di dalam kamar terus" jawab Serena menunduk, ia tidak berani menatap wajah Rey yang menurutnya menakutkan ketika sedang marah


"Tapi kau sedang sakit Serena, bagaimana kalau kau pingsan padahal aku tidak disini"


"Aku bisa menjaga diriku sendiri, lagi pula aku baik-baik saja sampai detik ini" meski ada rasa hangat ketika mengetahui kekhawatiran pria kasar itu padanya namun ia tidak mau terlena dengan kata-kata manis yang ia ucapkan


"Hhh.. sebaiknya sekarang kembali ke kamarmu dan beristirahat"


Serena tidak juga bergeming dari tempat duduknya, ia malu kalau harus mengatakan kalau ia sangat lapar karena sama halnya ia sudah bergantung pada pria itu sedangkan ia menghindari hal tersebut


kruyukk!! suara perut Serena terdengar oleh Rey hingga membuatnya tertawa, ia lupa untuk menyiapkan makanan sebelum ia keluar tadi


"Apa kau lapar sayang?!" Serena menggeleng, malu rasanya meminta makan dari pria yang ingin ia tinggalkan itu


"Tidak usah, aku tidak lapar. Aku mau ke kamar sa.. kruyukk!!" lagi-lagi perutnya tidak bekerja sama dengan mulutnya membuat rona merah di wajahnya makin terlihat


"Hahahaha!!! cepat katakan apa yang ingin kau makan kasian anak itu terlalu lama di siksa oleh ibunya"


"Terserah kau saja" Serena memanyunkan mulutnya tidak terima Rey berkata kalau ia menyiksa anaknya sendiri


Rey langsung memesan makanan lewat aplikasi online untuk mereka berdua karena ia juga belum makan sedari pagi. Menunggu makanan datang, Rey berniat duduk di samping Serena namun terkejut melihat tangan Serena yang sudah membengkak dengan infusan yang sudah berubah warna menjadi merah


"Aduh sakit!!" erang Serena saat Rey memegang tangannya yang masih terpasang infusan


Rey lalu menghubungi dokter Mei untuk segera datang mengobati tangan Serena yang membengkak. Sembari menunggu dokter datang Rey menggendong Serena membawanya kembali ke kamar.


Tidak lama kemudian seorang perawat suruhan dokter Mei datang melepaskan infusan itu dari tangan Serena, ia mengatakan kalau saat ini dokter sedang sibuk tapi ia berjanji akan mampir kesini setelah ia selesai bertugas


Setelah menyarankan untuk mengompres tangan Serena yang bengkak perawat itu pun pamit dan di antar sampai ke depan pintu oleh Rey sekaligus mengambil makanan yang tadi ia pesan

__ADS_1


"kembali ke kamar, nanti aku bawakan makanan ini kesana"


"Tidak perlu aku bisa makan disini, tapi kalau kau tidak suka makan bersamaku lebih baik kau acuhkan saja aku atau kau saja yang makan di kamar"


Serena mengambil makanan di tangan Rey lalu mulai menyendok makanan itu kedalam mulutnya, Rey pun ikut duduk dan juga mulai memakan makanannya


"Makanlah perlahan, tidak ada yang akan mengambil makananmu" Serena tidak menggubris ucapan Rey ia terus memasukkan makanan dalam jumlah besar kemulutnya


uhuk!!uhuk!!uhukk!!


Rey mengambil air minum untuk Serena seraya menepuk punggung wanitanya itu


"Hhhh... kau sungguh keras kepala. Makan makananmu perlahan kalau kurang kau bisa memakan makananku"


"Ini semua salahmu, mengapa menatapku seperti itu"


"Aku senang melihatmu makan begitu lahap, selama ini tidak pernah ada orang yang makan seperti itu di depanku"


Serena mendengus, entah itu pujian atau malah sebaliknya ia tidak mau ambil pusing asal saat ini perutnya bisa terisi


"Terima kasih makanan ini sangat enak"


"Kalau kau suka, aku bisa memberimu makanan ini setiap hari"


"Tidak perlu, makanan ini terlalu mahal. Aku tidak mau berutang banyak padamu"


"Ini bukan hutang tapi sudah kewajibanku memenuhi kebutuhanmu"


"Hmm.. kau tidak memakan makananmu?!"


"Aku sudah kenyang melihatmu makan, ada apa?!"


"Hmm.. itu.. makanan itu sayang kalau di buang"


"Kau masih lapar sayang?!" Serena mengangguk malu sambil menundukkan wajahnya


"hahaha!! katakan saja tidak usah malu hanya kita berdua saja disini" Rey menyodorkan makanan itu kepada Serena yang diterima dengan mata berbinar oleh gadis itu


Hanya sekejap saja makanan di piring itu berpindah ke perut Serena, Rey yang melihat itu hanya tersenyum baru kali ini ia melihat senyum dari wanitanya itu.

__ADS_1


Rey membawa piring kotor untuk ia cuci saat Serena sudah selesai menyantap makanannya. Begitu selesai ia melihat Serena yang sudah tertidur karena kekenyangan, ia pun menggendong Serena dan menaruhnya di tempat tidur


"Selamat tidur sayang"


__ADS_2