
Seperti hari-hari biasa,morning sickness selalu menjadi hal yang membuat Serena terbangun. Beruntung ia memiliki Rey disisinya yang dengan kelembutan memijat tengkuknya bahkan membantunya kembali beristirahat saat tubuhnya terasa lemah karena memuntahkan semua isi perutnya
"Aku tidak apa-apa, sebaiknya bersiap ke kantor jangan sampai kau terlambat" ucap Serena sembari merebahkan dirinya di kasur
"Apa kau lupa kalau hari ini kita akan menikah bee?!"
Serena terperanjat ia tidak menyangka pria itu serius dengan ucapannya semalam
"Menikah??"
"Iya menikah meskipun kita hanya akan menikah secara agama saja tapi aku janji bila waktunya sudah tepat nanti aku akan menikahimu secara resmi"
"Aku belum mengatakan ingin menikah denganmu tuan Rey yang terhormat"
"Ucapanmu semalam sudah cukup sebagai bukti bahwa kau tidak menolak menikah denganku bee"
"Tapi aku tidak mencintaimu"
"Tidak masalah bee, biar aku yang terus mencintaimu asal kau tetap berada di sisiku itu sudah cukup buatku"
"Aku tidak bisa hidup bersama orang yang tidak aku cintai" gumam Serena lirih yang terbayang di matanya kini hanya Dani kekasih yang masih mengisi relung hatinya
"Sebaiknya kau beristirahat, biar aku yang urus semuanya" Rey berpura-pura tidak mendengar ucapan Serena, setelah mengecup pipi serena ia lalu melangkah keluar dari kamar itu
Air mata Serena mengalir deras di pipinya, selama ini ia memimpikan pernikahan yang bahagia sekalipun ia tidak bisa berharap banyak setelah semua yang telah terjadi
"Maafkan aku Dani"
__ADS_1
***
Hari masih pagi saat Rey menghubungi Indra untuk menyiapkan segala keperluan untuk pernikahannya dengan Serena, tentu saja hal tersebut membuat indra terkejut dengan permintaan tiba-tiba dari atasannya itu pasalnya Rey tidak pernah menyinggung apa-apa soal urusan itu namun sekarang ia malah mengatakan akan menikahi gadis yang ia bawa hari itu
Tidak bisa membatah apa yang bosnya itu katakan, Indra secepat mungkin menyiapkan yang di perintahkan
Dan saat ini lah di apartemen Rey sedang berlangsung acara sakral itu yang hanya di hadiri oleh seorang penghulu, dua orang saksi serta Indra yang bertugas sebagai seksi sibuk
Meskipun tanpa di landasi kata cinta tetapi Serena tidak bisa menahan rasa haru yang meliputinya, saat ini statusnya sudah berubah menjadi nyonya Rey sekalipun hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya
"Kau bahagia bee?!" ucap Rey sambil menghapus sisa air mata di pipi sang istri.
Serena hanya terdiam, ia tidak bisa mengartikan apa yang sekarang ia rasakan karena semua terjadi begitu cepat seakan saat ini ia sedang bermimpi
"Kau sungguh cantik hari ini bee, aku pria yang beruntung bisa memilikimu" Ungkapan jujur dari seorang Rey yang bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya saat Serena yang telah selesai berias berjalan mendekatinya
Sama halnya dengan Rey yang tampil menawan dengan jas putih senada dengan gaun yang di kenakan Serena membuat siapa saja yang melihat tidak akan bisa memalingkan wajahnya
***
Di apartemen Rey kini hanya tinggal Rey dan Serena saja karena semua yang hadir telah lama pergi dari sana. Setelah berganti pakaian Serena yang entah mengapa merasa canggung berduaan saja dengan Rey memilih menyibukkan diri dengan memasak makanan untuk suaminya itu
"Kau seharusnya tidak perlu repot menyiapkan ini semua bee, kita masih bisa memesan makanan apapun yang ingin kau makan" Rey memeluk tubuh Serena yang membelakanginya dan mulai mencium tengkuk istrinya itu
"Aku hanya melakukan tugasku, kau sebaiknya duduk biar aku hidangkan makanannya" ucap Serena seraya melepaskan pelukan Rey dari tubuhnya
Serena benar-benar melakukan tugasnya sebagai seorang istri, ia melayani Rey dengan sabar membuat Rey tidak berhenti mengagumi istrinya itu
__ADS_1
tok!!!tok!!
Serena bangkit menuju pintu hendak melihat siapa yang berkunjung, baru saja pintu di buka terlihat seorang wanita yang menerobos masuk membuat Serena mengernyit karena baru kali ini ia melihat wanita itu
"Sayang kenapa kau tidak menjawab telepon dariku?! aku mencarimu ke kantor tapi ternyata kau tidak ada makanya aku kesini" wanita yang tak lain adalah Clara langsung mendekati Rey lalu mengecup pipi pria itu
"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Rey dingin
"Tentu saja menemui calon suamiku, jangan katakan kalau kau lupa seminggu lagi adalah acara pernikahan kita"
Deg!! Serena terdiam di tempatnya, ucapan Clara benar-benar membuat hatinya hancur, baru beberapa jam ia menjadi istri Rey dan sekarang ia harus mengetahui fakta kalau ia menikah dengan seorang pria yang sudah bertunangan
"Hentikan omong kosongmu itu" ia melirik ke arah Serena yang menatap kosong padanya
"Bukankah Mom sudah mengabarimu sebelumnya, jadi kenapa kau seperti kaget begitu sayang"
"Pergi dari sini, aku tidak suka melihatmu ada di rumahku"
"Tidak!!! sebentar lagi rumah ini akan menjadi milikku juga jadi aku akan tetap ada disini"
"Pergi atau satpam yang akan menyeretmu keluar dari sini"
"Sudah lah sayang, bukannya bagus aku ada disini jadi kita bisa menyelesaikan kegiatan kita yang sempat tertunda" Clara mendekati Rey lalu mengusap rahang Rey yang sudah mengeras menahan amarahnya, ia sengaja tidak memperdulikan Serena disana karena ia beranggapan kalau Serena hanya orang yang bekerja membersihkan apartemen itu
Rey lalu menyeret Clara keluar dari apartemennya sekalipun ia sudah tau kalo Clara saat ini juga sedang mengandung, rey juga merasa ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat dengan Clara karena yang lebih penting saat ini menjaga perasaan istrinya
Serena merasakan sakit di perutnya tapi itu tidak sebanding dengan sakit yang hatinya alami, seiring dengan keluarnya Clara dan Rey dari rumah itu kesadaran Serena pun mulai menghilang dan tubuhnya pun terjatuh di lantai tempat semula ia berdiri
__ADS_1
"Serena!!! bangun sayang...Serena!!"