
Semalaman Serena tidak bisa memejamkan mata. Pintu rumahnya seperti ada yang mengetuk namun ketika ia membuka pintu tidak ada siapapun disana.
Begitu pula dengan atap rumahnya, seperti di lempari batuan kecil oleh seseorang, namun lagi-lagi ia tidak menemukan pelakunya
Serena menyakini itu hanya ulah anak remaja yang sering berkumpul di gang depan rumahnya, tapi semakin larut suara lemparan batu itu juga masih terus terdengar membuatnya terjaga sepanjang malam. Nanti ketika hari hampir pagi baru ia bisa tertidur
***
" Apa dia sudah keluar dari rumah?" tanya seorang gadis di sebrang sana kepada seorang pengemudi sepeda motor yang merupakan calon kekasih dari gadis tersebut
"Belum beb tapi tenang saja hari ini aku tidak akan gagal"
"Tepati janjimu atau aku tidak akan pernah menjadi kekasihmu" gadis itu langsung mematikan sambungan telpon sepihak tanpa mendengarkan ucapan pria tersebut
Ketika selesai memasukan telepon genggamnya ke dalam saku, seseorang yang ia tunggu akhirnya keluar dan terlihat sedang berjalan seorang diri
Ia pun langsung menyalakan mesin motornya kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi
***
Serena berangkat kerja dengan malas, ia masih sangat mengantuk bahkan sesekali nampak ia menguap
Sudah beberapa hari ia menolak berangkat kerja bersama Frans, alasannya sederhana sebab ia tidak mau ada kesalahpahaman lagi antara dirinya dan para pemuja Chef ganteng itu
__ADS_1
Baru hendak menyeberang, ia tidak sadar kalau dari arah yang sama ada sepeda motor yang melaju kencang hendak menabraknya
Para pejalan kaki yang melihat itu langsung berteriak memperingatinya
Serena yang terkejut dengan cepat menghindari motor tersebut, ia yang terjatuh membuat beberapa luka di kaki serta tangannya namun beruntung itu hanya luka ringan.
"kamu tidak apa-apa nak" seorang ibu yang sudah terlihat berumur, mendekati Serena dan membantunya berdiri
"Tidak apa-apa bu, terima kasih" sambil tersenyum kepada ibu itu Serena membersihkan pakaiannya yang kotor
"Sebaiknya mampir kerumah ibu dulu, biar ibu bantu mengobati lukamu"
Serena menolaknya dengan sopan, ia tidak mau merepotkan orang lain lagi terlebih saat ini ia sudah terlambat untuk bekerja
Setelah​ berpamitan, Serena berangkat bekerja menggunakan angkutan online yang di pesannya.
***
"Kau pikir ini sudah jam berapa hah!!"
"Maaf pak, saya tadi kecelakaan di jalan makanya terlambat"
"Jangan mentang-mentang ibu saya baik sama kamu lalu kamu seenaknya saja bekerja disini"
__ADS_1
meskipun melihat luka di tubuh Serena , bosnya itu tidak sedikitpun menaruh simpati karena sedari dulu ia sangat tidak menyukai pekerjanya yang tidak tepat waktu
"awas kalau sekali lagi sy liat kamu telat, kamu saya pecat"
Serena hanya menunduk mendengar ancaman itu, ia pun langsung masuk setelah bosnya itu sudah tidak terlihat
Sementara Karin begitu tidak suka melihat kedatangan Serena yang membuktikan bahwa orang suruhannya gagal menjalankan tugasnya
Dengan emosi yang meluap Karin mengambil telepon genggamnya dan mulai menghubungi orang suruhannya itu
"Dasar bodoh!!! mengurus perempuan seperti itu saja tidak becus"
"ma..maaf beb, tadi aku sudah hampir menabraknya tapi tiba-tiba ada orang yang berteriak pada perempuan itu membuat semua rencana kita gagal"
"tak perlu beralasan lagi, kau memang tidak bisa di andalkan. kalau tau begini mending aku bayar orang lain saja"
"tapiii beb, kita kan baru gagal sekali"
"terserah apa katamu, pokoknya jangan lagi datang menemuiku"
"beb...haloo..jangan begitu beb...halloooo..."
Tut...Tut...Tut...
__ADS_1
"argh siaaallll!!!" teriak pria itu kesal karena kesempatan untuk mendapatkan wanita idamannya kembali gagal
Padahal seandainya rencana ini berjalan lancar, kesempatan untuk menjadi kekasih Karina akan terwujud setelah sekian lama ia mengejar perempuan itu