
Rey sedang memandangi wajah putranya yang saat ini berada dalam inkubator, ingin rasanya ia memeluk tubuh mungil itu tapi dinding kaca ini menjadi penghalang bagi mereka
Air matanya kembali mengalir, ada rasa sedih di balik rasa senang yang ia rasakan saat ini. Cukup lama ia terdiam memandang wajah tidak berdosa itu, menumpahkan segala penyesalan yang seakan terlambat untuk ia katakan.
Rey pun melangkah meninggalkan ruangan itu karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menunjukkan kesedihan itu di hadapan putranya
"Aku turut menyesal dengan apa yang sudah terjadi terhadap istri dan anakmu Rey" ucap Mike tulus sambil memeluk sahabatnya itu saat kedua bertemu di depan ruangan rawat Serena
"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menemuiku disini"
"Sudah seharusnya aku berada disini bersamamu, bagaimanapun juga seorang teman akan merasakan sakit yang sama saat temannya terluka"
"Ya kau benar"
"Aku sudah mendengar semuanya dari asistenmu, lantas langkah apa yang akan kau lakukan selanjutnya?!"
"Aku akan mencari dalang di balik ini semua karena aku yakin ada seseorang yang berada di belakang pria ba*ji*ngan itu mengingat pria itu merupakan seorang mafia sudah pasti ia akan bekerja sesuai keinginan yang membayarnya"
"aku setuju dengan pemikiranmu ,dan berbicara tentang James aku pasti akan membantumu menemukannya karena aku yakin apa yang ia lakukan terhadap istrimu ada sangkut pautnya dengan dendamnya padaku yang notabene adalah temanmu"
"Dendam padamu?!"
"Yah mungkin kau tidak tau kalau saat ini blackhand merupakan mafia nomor satu di negara ini sedangkan Triad berada di urutan kedua"
"Blackhand bukan kah di pimpin oleh ayahmu?! berarti pria itu merupakan pimpinan Triad?!"
"Ya kau benar Rey, tapi sudah setahun ini aku yang menggantikan posisi ayahku disana. Semula hubungan kami biasa saja sampai ada satu misi yang gagal di lakukan oleh team Triad namun berhasil di lakukan oleh team blackhand membuat mereka tidak terima dan mulai mengibarkan bendera perang pada team kami"
"Meskipun terlambat tapi aku ucapkan selamat buatmu kawan" Rey merangkul pundak Mike yang duduk bersampingan dengannya
__ADS_1
"Setelah semua ini selesai aku akan meminta hadiah padamu sebagai ucapan selamat" Mike terkekeh
"Apapun akan aku berikan padamu kawan, tapi tunggu sampai aku selesai membunuh ba*ji*ngan itu"
"Apapun Rey?!" tanya Mike memastikan pendengarannya​ tidak salah yang di jawab oleh anggukan kepala Rey
"Kalau begitu, aku menginginkan istrimu sebagai hadiahnya" ucap Mike tanpa rasa berdosa namun membuat Rey seketika mencekik lehernya
"Coba katakan sekali lagi maka aku akan membunuhmu saat ini juga" gumam Rey dengan tatapan tajam tapi bukannya takut Mike justru tertawa karena reaksi Rey yang seakan mengatakan kalau ia begitu mencintai istrinya itu
"Kenapa kau tertawa?!"
"Aku hanya mengerjaimu saja Rey, mana mungkin aku menginginkan istri kawanku sendiri kecuali kau yang sudah bosan dengannya baru akan aku terima dia menjadi pendampingku"
"Jangan bermimpi, karena sampai kapankah aku tidak akan melepaskan Serena" ketus Rey sambil melepaskan tangannya dari leher Mike
"Aku tidak menyangka, ternyata kawanku yang terkenal dingin ini bisa jatuh cinta pada perempuan biasa seperti Serena"
"Tidak...tidak...aku tidak mau menjadi bodoh seperti mu hanya karena mencintai seorang wanita"
"Kita lihat saja nanti, pasti kau akan lebih terlihat bodah dariku saat nanti kau bertemu dengan wanita pujaanmu"
Mike hanya tertawa mendengar ucapan Rey, ia merasa itu tidak mungkin terjadi karena hingga saat ini ia tidak pernah mau membuka hatinya untuk perempuan manapun dan alasannya hanya ia dan tuhan yang tau
Obrolan mereka terus berlanjut hingga Rebecca keluar dari ruangan dan mengatakan kalau ia harus pulang karena Mom sudah mencarinya
"Bagaimana kalau kau pulang bersamaku Re?! kebetulan aku ada urusan yang searah dengan rumahmu"
"Wah kak Mike serius mau mengantarku pulang" ucap Re dengan mata berbinar
__ADS_1
"Tentu saja serius, asal kakak posesifmu ini mengizinkannya"
"Kak Rey boleh ya?!" tanya Rebecca dengan tatapan memohon
"Hhh.. ya sudah tidak apa-apa, asal kau antar pulang adikku dengan selamat dan tidak kurang satu apapun" ketus Rey
"Baiklah tuan Rey yang terhormat, perintahmu akan aku laksanakan" Mike membungkukkan tubuhnya seperti pengawal raja yang sedang melayani tuannya sedangkan Rebecca langsung memeluk kakaknya karena sudah mengizinkannya
Rey hanya mengantar kepergian keduanya dari depan ruang rawat Serena karena ia tidak akan meninggalkan Serena sendirian di dalam sana tanpa ada yang menemani
***
Seorang wanita nampak asik menikmati minuman di tangannya. Merasakan tiap tegukan yang mengalir di dalam kerongkongannya yang entah kali ini terasa sangat nikmat padahal minuman itu tiap hari ia nikmati
Mungkin karena hari ini suasana hatinya sedang membaik, apalagi masih terngiang jelas di ingatannya bagaimana perempuan yang ia benci itu harus berteriak merasakan sakit yang menurutnya tidak sebanding dengan apa yang ia rasakan
"Apa kau menikmati pertunjukan ku semalam sayang?!" tanya pria yang tidak lain adalah kekasih wanita itu
"Aku kurang menikmati karena kau tidak sampai membunuh perempuan itu"
"Bukan kah perempuan itu sedang sekarat sekarang, perlahan ia akan mati juga jadi kau tinggal menunggu saja kabar kematiannya sayang"
"Bagaimana kalau perempuan itu akhirnya sadar bahkan sembuh?!"
"Kau jangan pikirkan itu, aku akan membunuhnya lagi untukmu"
"Apa kau serius sayang?!" ucap wanita itu membelai wajah brewokan milik prianya itu
"Tentu saja sayang, apapun akan aku lakukan untukmu asal kau selalu memuaskanku di atas ranjang"
__ADS_1
wanita itu tersenyum lalu mulai mengikuti permainan kekasihnya yang sudah sedari tadi meraba miliknya yang sudah basah