PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 71 (Rumah sakit)


__ADS_3

"Kak Rey, darah!!"


Rey mempercepat langkahnya mendekati istrinya, tanpa banyak bicara ia langsung menggendong tubuh Serena dan membawanya ke rumah sakit bahkan ia tidak lagi menoleh kepada kedua orang tuanya karena merasa semua ini salah mereka


"Bee..sebentar lagi kita sampai, kamu bertahan ya" Rey mendekap erat Serena dalam pelukannya, ia tidak peduli lagi dengan noda darah yang mengotori kemeja serta celananya hingga saat sampai di rumah sakit pun ia tidak mengizinkan orang lain yang mengangkat tubuh istrinya


"Maaf Tuan, sebaiknya anda menunggu di luar karena kami akan menangani pasien" suster menahan Rey yang akan ikut masuk ke ruangan IGD


"Dia istri saya suster"


"Saya tau tuan, namun saya harap anda mengikuti prosedur yang berlaku di rumah sakit ini"


"Saya tidak perduli dengan aturan rumah sakit ini. Pindah dari sana, jangan menghalangi saya"


"Anda tidak boleh seenaknya saja tuan, atau saya akan panggil satpam untuk menyeret anda keluar"


"Kalau terjadi sesuatu pada istri saya, rumah sakit ini akan merasakan akibatnya"


Rebecca yang melihat perdebatan kakaknya akhirnya


menarik kakaknya menuju ke tempat duduk yang ada di depan ruangan itu karena kalau di biarkan bisa-bisa kakaknya itu akan membuat masalah apalagi saat ini kondisinya sedang kacau


"Kak Rey sabar ya, kak Sere pasti bisa melewati ini semua" Re memeluk kakak satu-satunya itu, sudah dua kali ia melihat kakaknya dalam keadaan hancur seperti itu berharap ini hal yang terakhir karena ia sungguh tidak sanggup melihat pria yang ia sayangi kedua setelah papanya itu harus menghabiskan waktu dengan melukai dirinya sendiri

__ADS_1


Tangis Rey pecah, merutuki kebodohannya yang tidak bisa menjaga istrinya. Menyesali keegoisannya yang selalu merasa apa yang ia lakukan akan berjalan sesuai dengan keinginannya dan berujung menempatkan Serena pada posisi sulit


Sudah satu jam berlalu namun belum ada yang memberikan kabar tentang keadaan Serena di dalam sana. Rey yang makin gelisah juga sibuk mengumpat bahkan mondar mandir di depan pintu ruangan itu


"S**lan!! apa yang mereka lakukan di dalam sana?!"


"Sabar Tuan, mereka pasti sedang melakukan yang terbaik untuk nona"


"Kenapa Mei belum datang juga, hah!!"


"Dokter Mei sedang ada tugas di luar kota tuan, makanya ia baru bisa sampai disini malam nanti"


"Apa kau tidak bisa mencari dokter lain bodoh!! kalau perlu datangkan dokter dari luar negeri asal Serena bisa selamat"


"Aku tidak peduli Re kalau perlu akan aku beli rumah sakit ini dan mengusir mereka semua"


Re memilih untuk diam, percuma berbicara kalau kakaknya itu tidak akan pernah mendengarkan ucapan orang lain.


((


(Kak Sere, aku mohon bertahanlah karena cuma kakak yang bisa menjinakkan kak Rey)


***

__ADS_1


Kediaman Oliver


Kedua orang tua Rey masih berada di posisi yang sama sebelum anak-anaknya meninggalkannya. Helaan nafas dan keheningan saja yang terdengar dari keduanya, karena saat ini mereka telah sibuk dengan pikirannya masing-masing


"Apa yang akan kita lakukan sekarang dad?! Mom bingung"


"Aku akan tetap membuat mereka berpisah"


"Bagaimana caranya dad?! bukankah kita akan menyakiti Rey"


"Itu yang terbaik, saat ini ia sedang di butakan oleh cintanya dan kita sebagai orang tua harus membantu menyandarkan"


"Dad lihat sendiri bagaimana Rey memperlakukan perempuan itu, Mom tidak mau Rey seperti dua tahun yang lalu saat Enzi pergi meninggalkannya"


Enzi merupakan kekasih lama Rey yang dengan tega memutuskan hubungan sepihak hanya karena ia sudah merasa bosan dengan pria itu sekalipun dengan harta serta wajah tampan Rey yang bisa membuat banyak wanita cantik bertaruh ingin mendapatkannya namun pemikiran bodoh Enzi malah dengan mudah melepaskan cintanya begitu saja


"Nanti juga Rey akan kembali seperti biasa kalau dia menemui perempuan yang cocok dengannya tapi dad tidak mau kalau Rey bersama dengan perempuan kampung itu"


"Hhh..Mom cuma tidak sanggup melihat Rey hancur lagi dad"


"Mom tenang saja, biar daddy yang urus semuanya"


Mom hanya bisa mengikuti kehendak suaminya sekalipun di hati kecilnya ia ingin melihat kebahagiaan anaknya namun ada rasa sesal ketika melihat perempuan yang di pilih oleh anaknya itu

__ADS_1


__ADS_2