PresdiR KeciL

PresdiR KeciL
Eps 13 (Clara)


__ADS_3

Clara mengendap-endap masuk ke dalam rumahnya, ia sengaja pulang tengah malam berharap semua orang sudah terlelap dan tak menyadari kedatangannya


"Dari mana saja kau selama ini Clara?"


mendengar sebuah suara, Clara menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ayahnya yang sedang berdiri menatap ke arahnya


"eh...pa..pa..belum tidur?"


"Bukan itu yang ingin papa dengar, darimana saja kau beberapa hari ini Clara" tanya Arnold dengan nada meninggi


"Anu...itu...aku pergi berlibur sama teman pah"


"Jangan berbohong Clara?"


"Benar pah aku pergi berlibur kalau tidak percaya tanya saja sama teman-teman ku"


Arnold hanya diam memperhatikan anak semata wayangnya itu, ia tau anaknya itu berbohong sebab menurut laporan dari orang yang ia bayar untuk mengikuti Clara beberapa hari ini Clara menghabiskan harinya dengan bersenang senang dari satu bar ke bar yang lain


"aku ke kamar dulu ya pah, selamat malam" ucap Clara sambil mencium pipi papanya dan buru-buru masuk ke kamar menghindari tatapan mata menyelidik papanya


"Jangan berbuat hal yang bisa merusak kehormatan papa di hadapan calon mertuamu Clara" teriak Arnold sebelum tubuh anaknya menghilang di balik pintu


***


Di dalam kamar Clara melempar asal tas mahalnya. Ia lalu melepaskan pakaiannya dan merendam tubuhnya di bathtub, cuma dengan begini lelah serta amarahnya beberapa hari ini bisa berkurang

__ADS_1


Sambil memejamkan mata, Clara kembali mengingat kejadian di apartemen Leo hari itu


"Ah kepalaku pusing sekali.."gumam Clara setelah tersadar dari mabuknya, ia lalu mengambil minum di atas nakas sembari memperhatikan sekelilingnya


"Sepertinya ini apartemen Leo tapi apa yang aku lakukan disini?"


Ia mencoba mengingat hal yg terlupakan olehnya, samar-samar beberapa kilas kejadian mulai melintas di ingatannya


"ah sial!!! dasar bodoh clara" ia menjambak rambut nya ketika bayangan tentang pergumulannya dengan Leo melintas.


Ia memang bukan sekali melakukannya dengan Leo namun semenjak ia di jodohkan dengan Rey, ia sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Leo


"Bangun kau breng***" teriak Clara sambil memukul tubuh Leo yang tertidur dengan bantal


"arrghhhh... sakit sayang!!! tidak bisa kah membangunkan kekasihmu dengan sedikit lebih lembut"


Leo menangkap tangan Clara yang kembali memukul tubuhnya, ia mengerti maksud pertanyaan Clara namun ia sengaja berpura-pura supaya kekasihnya itu tidak mengetahui rencana yang sudah di buatnya


"Bukan kah kau yang menyerangku lebih dulu sayang, aku cuma mengikuti kemauan mu saja"


"Saat itu aku sedang mabuk, lagipula seharusnya kau menolaknya bukan malah sebaliknya"


"Aku lelaki normal sayang, melihatmu tanpa busana seperti itu mana mungkin aku mengabaikannya"


"Tapi kita sudah putus Leo dan sebentar lagi aku akan menikah dengan Rey"

__ADS_1


Mendengar hal itu Leo hanya tersenyum kecut, ia lalu bangkit dan memakai pakaiannya lalu berjalan mengambil minuman di kulkas


"aku tidak pernah mau putus denganmu sekalipun nanti kau sudah menikah" ucapannya sambil menyesap minuman di tangannya


"Sudah lah sayang, jangan seperti orang yang baru kehilangan keperawanan. Bukan kah semalam kau begitu menikmatinya sampai meninggalkan jejak di tubuhku"


Leo membisikkan kata-kata godaan itu di telinga Clara seraya menunjukkan beberapa tanda merah buatan Clara di tubuhnya


Clara cuma terdiam, ia bingung mengekspresikan apa yang ada di pikirannya. Di satu sisi ia marah kepada Leo namun di sisi lain ia juga menikmatinya


Setelah lama bergelut dengan pikirannya, Clara tidak mempermasalahkan yang sudah terjadi toh tak ada salahnya menikmati masa mudanya dengan bersenang senang sebelum nantinya hidupnya harus ia habiskan dengan seorang lelaki saja


Tersadar dari lamunannya, ia segera mengambil handuk dan berjalan keluar kamar mandi. Besok ia akan memaksa orang tuanya​ untuk mempercepat acara pertunangan dengan Rey, ia tidak mau Rey mengetahui kebiasaan buruknya ini dan memutuskan untuk membatalkan perjodohan dengannya


***


"Clara sudah pulang pah?" tanya nyonya Arnold pada suaminya yang baru memasuki kamar


"iya, dia sudah masuk ke kamar. katanya dia kemarin pergi berlibur bersama teman-temannya"


"Apa sebaiknya pertunangan Clara dan Rey kita percepat saja pah? kalau perlu tidak usah bertunangan, langsung nikah kan saja mereka"


"Besok kita bicarakan hal ini pada Clara, bagaimanapun keputusan ada di tangannya"


"Ya papa benar, kalau begitu mari kita tidur sudah larut malam"

__ADS_1


Arnold mencium kening istrinya lalu merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu, ia hanya berharap tidak ada hal buruk yang menghalangi rencananya kali ini


__ADS_2